Museum of Indonesian Arts Pamerkan Budaya India-Indonesia

Apakah Anda tahu bahwa budaya Indonesia yang kita kenal telah mendapat banyak pengaruh dari budaya India? Sejak kedatangan pertama para penjelajah asal tanah Hindustan ke kepulauan Indonesia beberapa puluh abad yang lalu, mereka telah membawa kepercayaan, budaya, dan kesenian yang sebagian besar telah diserap ke dalam budaya masyarakat pribumi Nusantara.

Mitologi Hindu dalam seni Nusantara

Dengan semangat memperkenalkan sejarah budaya Indonesia tersebut kepada masyarakat Melbourne, Museum of Indonesian Arts (MIA) kembali hadir dengan eksibisi pertamanya pada tahun ini. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Indian Influences in Indonesian Arts”.

Berbagai bentuk budaya dan karya seni asal Indonesia dan India dipamerkan dalam ruang eksibisi tersebut. Selain pameran seni, pada hari Sabtu 23 April di tempat yang sama, akan diadakan sebuah workshop berjudul “Influence and Affluence of Indian Cloths in Indonesia” oleh pihak MIA.

DIBUKA OLEH KONJEN KUNCORO

Eksibisi seni yang berdurasi kurang lebih dua setengah pekan tersebut dibuka dengan acara peresmian pada malam 12 April 2022. Kegiatan tersebut dibuka dengan kata sambutan Lyn Diradji selaku Vice Chairwoman MIA serta Kuncoro Waseso selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne.

Halina Nowicka (Presiden Museum of Indonesian Arts) bersama Kuncoro Waseso (Konsul Jenderal RI Melbourne)

Sebagai bagian dari pembentukan identitas Indonesia, Kuncoro menekankan pentingnya pemahaman mengenai sejarah Indonesia.

This exhibition is very meaningful for us. The theme of Indian influences reminds us of the time when we had the first Hindus coming to Indonesia. What we have in the exhibition right now shows culture, and I’m very proud because this is a part of Indonesia’s formation,” tuturnya.

Selaras dengan tema pengaruh India terhadap budaya Indonesia, acara peresmian tersebut dimeriahkan dengan penampilan musik dangdut oleh kelompok Orkes Jawi Waton Muni. Konon, musik dangdut mendapatkan pengaruh dari gaya musik yang ditemukan di tanah India.

KENDALA LOKASI

Aneka pajangan wayang, topeng, dan karya seni

Sejak pendiriannya sebagai organisasi nirlaba pada tahun 2009, kegiatan yang dilakukan MIA di antaranya yaitu mendokumentasi, mengamankan, dan menampilkan benda-benda seni dari Nusantara. Dengan mengadakan eksibisi macam-macam benda seni seperti tekstil, patung, perhiasan dan mengadakan berbagai workshop, MIA bertujuan untuk mempromosikan kebhinekaan budaya Indonesia. Akan tetapi, meski dijuluki sebagai museum, MIA tidak memiliki lokasi atau bangunan fisik.

Sebagai wakil ketua MIA, Lyn menjelaskan bahwa semua benda seni yang ditampilkan dalam pameran merupakan pinjaman dari koleksi pribadi para anggota dan relasi organisasi tersebut. Meskipun demikian, dengan dukungan dan bantuan para anggotanya, MIA dapat mengumpulkan kurang lebih seratus benda seni untuk dipamerkan dalam eksibisi ini.

You don’t see a building called ‘The Museum of Indonesian Arts’, because we don’t have a building. All of our items are held in people’s homes. So when we’re having an exhibition with a particular focus like this one, we know what people have got: all our friends, neighbors, and so on. We ask them to lend those items to us for the exhibition,” jelas Lyn.

HUBUNGAN INDIA-INDONESIA

Aneka ragam wayang

Dalam wawancara bersama BUSET, Halina Nowicka selaku Chairwoman MIA menjelaskan latar belakang dari pameran seni yang diselenggarakan oleh organisasi yang dipimpinnya.

We started about ten years ago. We’ve averaged about two exhibitions a year, where we’ve done [exhibitions on] textiles, paintings. A few years ago we did Chinese influences on Indonesian Arts. The next one is going to be food, because there is a wide variety of food in Indonesia,” tuturnya.

Tema ‘Indian influences on Indonesian Art‘ sendiri merupakan gagasan usulan Halina. Ia menjelaskan alasan memilih tema ini adalah akibat eratnya hubungan India dengan Indonesia dari perspektif sejarah.

Motif kain khas India dan Indonesia

India had a big influence in Indonesia. I found out that Hinduism came to India in the 1st century. I am a historian, so I’m interested in those things. Wars were fought over exotic products. Everybody wanted Indonesian spices and everybody wanted Indian cloths. The British went to India to buy Indian clothes that could then be used to buy Indonesian spices. The cloths made in England were too thick and coarse for Indonesians to buy them,” jelasnya.

Alhasil, kesenian Indonesia mendapatkan pengaruh yang besar dari budaya India. Mulai dari seni wayang, lukisan, motif kain, hingga kepercayaan dan legenda rakyat merupakan hasil asimilasi budaya India dengan budaya Indonesia.

Eksibisi seni ini terbuka untuk umum dari 12-30 April 2022 di Track Gallery Mt. Waverley Community Center yang beralamat di 47 Miller Crescent, Mt. Waverley 3149.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

VESAK DAY

The Hon Alan Tudge MP Minister for Citizenship and Multicultural Affairs VESAK DAY  As Minister for Citizenship and Multicultural Affairs, I am pleased to offer my warmest...

Aspirasi, Kerja Keras dan Inspirasi dari Mereka yang Bersekolah dan Bekerja di Negeri Kangguru

Bekerja di Australia adalah harapan kebanyakan siswa Indonesia yang saat ini duduk di bangku universitas di Australia. Namun, kita semua memahami bahwa bisa terus tinggal di negeri...

FIRDAUS AL KAHFI | KETUA PPIA DEAKIN UNIVERSITY

Mengedepankan rasa peduli terhadap komunitas pelajar Indonesia, Firdaus Al Kahfi berhasil mengambil hati dan menuai suara mayoritas anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA)...

Master Hong Jun Lu sebagai Duta Besar Perdamaian Dunia

Master Hong Jun Lu adalah sosok praktisi ajaran Budha yang terkemuka. Namanya tidak hanya berdengung bagi sesama penganut ajaran yang sama, tetapi juga di...

ALAMILAH TERANG ITU

Badan Kerja Sama Umat Kristiani Indonesia di Victoria (BKS) mempersembahkan:PERAYAAN NATAL Bertemakan: "ALAMILAH TERANG ITU" Date: 2 December 2017 Time: 5pm - finish Place: GKRI Shekinah 1/9 Motto Court, Hoppers CrossingFREE...