Reignite the Energy: Victoria Cup Hadir Kembali

Semangat kompetisi dapat dirasakan pada Victoria Cup, turnaman olahraga dan e-sports yang diselanggarakan oleh PPIA Victoria. Setelah dibatasi gerakannya oleh pandemi sejak dua tahun terakhir, acara tersebut kembali hadir tahun ini pada 29-30 Juni untuk cabang e-sports dan 1-2 Juli untuk cabang olahraga.

Pertandingan bola basket putra

Pada tahun ini, lokasi pertandingan untuk e-sports dilaksanakan di GIC E-Sports Cafe, sedangkan untuk olahraga dilaksanakan di Monash Sport Clayton. Victoria Cup mengadakan kompetisi e-sports dengan video game Valorant, serta total 6 kategori kompetisi pada 3 cabang olahraga berbeda, antara lain:

• Bulu tangkis tunggal putra, ganda putra, dan ganda campur;

• Bola basket 3×3 putri dan 5×5 putra;

• Futsal putra.

“Victoria Cup adalah salah satu acara tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh PPIA Victoria. Pada turnamen ini, mahasiswa Indonesia datang untuk bertanding,” jelas Kayleen Ho, Project Manager Victoria Cup 2022.

Kayleen (Project Manager Victoria Cup 2022) bersama Christian (Presiden PPIA Victoria) dan Daniel (Project Manager Victoria Cup 2022)

Kayleen yang merupakan Mahasiswi RMIT jurusan Fashion Design juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan Victoria Cup adalah untuk membentuk rasa kebersamaan di antara pecinta olahraga. “Kita mau bikin komunitas dengan mengumpulkan orang yang sama-sama passionate tentang olahraga. Dengan adanya turnamen ini, mereka bisa saling kenal,” ujarnya.

Meskipun kegiatan ini diselenggarakan oleh pelajar Indonesia untuk sesama masyarakat Indonesia, panitia Victoria Cup 2022 tetap membuka pintu untuk warga asing yang ingin berpartisipasi.

“Kita terbuka untuk mahasiswa non-Indonesia karena kita mengerti kalau beberapa orang ingin berpartisipasi, tetapi tidak dapat memenuhi seluruh slot partisipan dengan hanya mahasiswa Indonesia. Jadi kita tetap terbuka, tetapi dengan rasio 60% mahasiswa Indonesia dan 40% mahasiswa non-Indonesia,” jelas Kayleen mengenai komposisi partisipan.

Rangkaian acara pun ditutup pada hari terakhir dengan Awarding Ceremony yang menghadirkan tamu undangan Kuncoro Waseso selaku Konsul Jenderal RI di Melbourne. Konjen Kuncoro pun diberikan kehormatan untuk menyerahkan penghargaan kepada masing-masing petanding yang meraih juara pada Victoria Cup.

Konjen Kuncoro bersama juara bola basket putri Victoria Cup 2022

Transisi ke Era Pasca-Pandemi

Sama seperti kegiatan lainnya, Victoria Cup tahun ini baru dapat dilaksanakan secara offline untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. Hal tersebut selaras dengan slogan Victoria Cup 2022, yaitu Reignite the Energy. Tentunya, keputusan tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta yang bersemangat untuk bertanding.

Meskipun demikian, Kayleen bercerita bahwa proses transisi persiapan kegiatan dari online ke offline merupakan tantangan tersendiri. “Transisi dari organisasi online ke offline sangat challenging. Dulu, kalau mau meeting, tinggal pindah dari Zoom ke Zoom. Tetapi, sekarang banyak offline meeting, dan itu agak susah karena kita harus pergi lagi untuk ketemuan,” ucapnya.

Pasalnya, karena Victoria Cup secara offline terakhir diadakan pada tahun 2019, terdapat banyak proses persiapan yang harus dilakukan dengan mencari jalan sendiri. “Kita benar-benar start from scratch. Regulasi pun banyak yang berbeda, contohnya sekarang kita harus bekerja dengan protokol Covid-19,” jelas Kayleen mengenai adaptasi yang harus dilakukan oleh panitia.

Pertandingan futsal putra

Tips dari Juara

Varis Haydar, fresh graduate jurusan Hubungan Internasional di Monash University, merupakan salah satu pemain yang bertanding di Victoria Cup 2022. Bersama timnya, Alliance FC, ia meraih gelar juara 2 pada cabang olahraga futsal. Ia mengaku bermain futsal setiap minggu dengan timnya dalam masa-masa menuju turnamen.

Varis menekankan pentingnya menyaring anggota yang cocok ke dalam tim. Menurutnya, kunci kemenangan bukanlah semata kemahiran dalam olahraga, melainkan chemistry yang terdapat di antara pemain dalam tim.

“Kita ngeliat seorang pemain ngga cuman dari kejagoannya, itu bukan nomor satu. Yang utama adalah attitude. Sejago apapun orangnya, karakter menjadi hal terpenting,” jelas Varis.

Akhir kata, sebagai seorang olahragawan Indonesia di Melbourne, Varis berharap turnamen seperti Victoria Cup dapat terus dilanjutkan serta diperbanyak variasinya agar dapat melibatkan masyarakat Indonesia dengan lebih luas.

Pemain bulu tangkis

“Semoga ke depannya lomba-lomba olahraga semakin diverse. Jadi biar semuanya semakin terfasilitasi untuk dapat bergabung, agar acara seperti ini bisa jadi ajang silaturahmi untuk semua orang Indonesia yang ada di Melbourne,” ucapnya.

Pertandingan bola basket putri

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PUTRA BANGSA MICHAEL CANGKRAMA MEMBUAT GEBRAKAN PENELITIAN KULIT DI AUSTRALIA

Pemuda kelahiran 1987 ini memiliki segudang prestasi di dunia penelitian medis. Adalah Michael Cangkrama, anak bungsu dari pasangan Johanes dan Lina Tjangkrama, yang telah...

“Little Girl, Big World”, Seni Rupa dan Kuliner

ABSTRACT ON GEORGE ST di Camberwell tidak hanya menawarkan katering terbaik dan kafe dengan makanan yang luar biasa, tetapi juga platform bagi seniman untuk...

PERJALANAN SEORANG KARTINI INDONESIA DI NEGERI KANGGURU

Menjadi seorang istri, ibu dan pengusaha merupakan tiga titel penting yang selalu dijunjung tinggi wanita ini. Ia adalah Josephine Lylia Kam, wanita kelahiran Semarang,...

What is 生辰八字 (Ba Zi)?

Ribuan tahun silam, analisa ba zi adalah sebuah "alat" yang dipakai oleh pihak istana (kerajaan & kekaisaran) yang dipakai menjadi bagian dari proses dalam...

Peluncuran Buku “Poedijono, a Multitalented Artist Crossing the World”

Poedijono, pria 79 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah rupanya telah memberikan kesan begitu mendalam bagi seorang tokoh akademisi seni dan budayawan Bali yang juga dosen kehormatan di Victorian...