Unity for purpose: A Run-athon for education

Di penghujung September kemarin organisasi non-profit yang bergerak untuk membantu pendidikan anak-anak tak mampu, Care 4 Kids Indonesia (C4KI) dan Tulong sa Kapwa Kapatid (2KK) asal Filipina bekerjasama mengadakan Unity for purpose: a Run-athon for education sebagai ajang penggalangan dana.

“Kita mau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kedua organisasi kita, Care for Kids dan Kapwa Kapatid, karena kita mempunyai tujuan yang sama, yakni untuk membangun masa depan lewat pendidikan. Kita juga ngadain acara fun run ini buat bikin orang tahu dan bisa mendukung organisasi kita,” ujar Ihsan Fadil, Country Manager Australia untuk C4KI.

C4KI pertama didirikan di Melbourne pada tahun 2009 oleh murid-murid Indonesia yang menjalani pendidikan di Negeri Kangguru ini. Mereka ingin membantu menyediakan pendidikan untuk anak yang membutuhkan di Tanah Air, dan pada 2011 C4KI juga didirikan di Jakarta, Indonesia.

Sedangkan 2KK diresmikan sejak 2003. Tujuan mereka adalah untuk memungkinkan generasi muda di Filipina mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan demi kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah. “Our Purpose is to raise funds for both organizations in Indonesia and Philippines. We first met through a common friend, and we decided to have dinner together. We immediately clicked; we have the same vision and were both in Melbourne, Australia. So we can do something about it, and that’s how it started,” papar Co-Founder 2KK Kritzia Santos menjelaskan asal muasal kerjasama kedua organisasi.

Acara dimulai pukul 8.30 pagi, dimana sekitar 50 pelari datang untuk melakukan registrasi. Run-athon mengitari King’s Domain dan Alexandra Avenue tersebut dimenangkan Ryhan Thomas yang kemudian disusul oleh Paul Thomas dan John Quiring pada posisi kedua dan ketiga.

Rangkaian acara lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari perwakilan C4KI dan 2KK serta ramah tamah sambil santap siang bersama. Para pendatang menikmati makanan sambil duduk-duduk di rumput dan diiringi penampilan musik yang membuat suasana makin meriah.

Secara keseluruhan Unity for purpose: a Run-athon for education berlangsung dengan sukses dan hangat. Sayangnya beberapa persiapan sedikit terganggu dengan kencangnya angin yang bertiup pada hari itu, lebih kurang karena ini merupakan acara outdoor. Kendati demikian, baik panitia maupun peserta turut bekerjasama dan tidak membiarkan angin kencang merusak suasana dan tujuan acara.

Selain pelari, sejumlah 100 orang datang ke acara penggalangan dana tersebut. Dari registrasi panitia telah berhasil mengumpulkan dana hingga $1800. Jumlah ini ditambah dengan penjualan tiket undian berhadiah yang hingga berita ini diturunkan mencapai sekitar $3870. Aktivitas penggalangan dana yang dilakukan tiga bulan sebelumnya juga telah menuai banyak hasil yang semuanya dipakai untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dan Filipina.

sasha

 

** Apa Kata Mereka **

Menurut gue acara kayak gini positif banget sih. Terutama buat ngenalin kalau C4KI sama 2KK itu ada dan berfungsi buat ngebantu saudara-saudara kita di sana yang masih sekolah, untuk bisa memajukan sekolah.

Tentu aja ini kan acara pertama, jadi masih banyak kekurangan sana sini lah dari segi koordinasi, planning, segala macem. Cuma kita berharap ke depannya nanti bisa lebih banyak peserta dan lebih terkoordinir, bisa memperbanyak sponsor segala macem jadi bisa lebih gede lagi.

 

Personally, I get out of it as one of the supporters of Kritzia Santos (co-founder of Kapwa Kapatid), I’m really proud that Care 4 Kids Indonesia and Kapwa Kapatid came together, not just as two organizations, but as two nations representing The Philippines and Indonesia. As I’m currently the president of the Phillipino-Australia Students Council. I think it’s one of those events that should be maximized, and can form stronger links for Indonesian and Phillippinos, not just here, but also back home.

Few improvements to be made, for instance the sounds, not everyone can hear the voice of the MCs, but other than that, it was really a fun run, so I had low expectations. If it were like a real marathon, I would have had higher expectations. And for the organizers it would’ve been better to have more time to invite more people for the run. Maybe next time they can make it bigger, but it was their first time, so I applaud their efforts.

 

I really like these kinds of events, because it gets a lot of people together. Especially showcases Indonesia-Philippine culture. To be honest it would be good if they had more Australians here, because then they can see more of the culture, they can get more involved, and they could support and raise more money that way. Broaden the target market and anticipate the weather. But apart from that, I thought it was really good.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

VISA UNTUK PASANGAN

Tanya:Hi, Saya lihat di Facebook BUSET ada informasi mengenai kepengurusan visa. Pertanyaan saya, apa yang harus dipersiapkan untuk partner visa? Saya ada pasangan yang tinggal...

Dancing All Night Long di Indonesian Kawanua Night 2021

Suasana ceria dan meriah memenuhi ballroom di hotel Sofitel, Jumat malam itu. Setelah sempat absen di tahun 2020, acara tahunan komunitas Menado, Indonesian Kawanua...

JANGAN LEWATKAN PANEL DISKUSI DAN SOCIAL DINNER KONGRES PPIA

Untuk mengingatkan kembali, Kongres PPIA adalah salah satu program inti PPIA Pusat, dimana para member PPIA dari seluruh Australia membahas kegiatan-kegiatan nasional dan internasional...

Pendarahan Berlebih Sewaktu Menstruasi

Heavy Menstrual Bleeding (HMB) adalah masalah umum yang memiliki prevalensi 1 dari 3 wanita. Hal tersebut menjadi salah satu alasan paling umum mengapa seorang...

Melbourne Victory Chairman’s Function 2020

Buset Magazine mendapatkan kehormatan untuk menghadiri acara jamuan makan Chairman’s Function, yang diadakan oleh klub sepakbola Australia, Melbourne Victory. Klub yang bertajuk The Big...