YIMSA LEBIH AKRAB LEWAT OBTUS

Pada 17 Mei 2015 silam, Young Indonesian Muslim Student Association (YIMSA) kembali mengadakan OBTUS (Obrolan Suatu Siang) di ruang serba guna Apartemen Milano yang terletak di Franklin Street, Melbourne. Tema yang diusung di acara tersebut adalah Developing a Muslim identity, dan mereka pun turut mengundang Rian Nugraha sebagai seorang pembicara yang sering mengikuti komunitas Muslim di Melbourne.

“Tujuan OBTUS diadakan sebenarnya sebagai sarana untuk anggota-anggota YIMSA ngumpul bareng semua. Sebab YIMSA kan ada pengajian putri dan pengajian putra, biasanya kan dipisah,” ujar Ivan Syahputra selaku ketua YIMSA.

Ivan juga menambahkan bila OBTUS selalu mengambil topik taushiyah (ceramah) umum, bukan yang spesifik ditujukan kepada jemaat putra atau putri. “Sekalian buat welcome anak-anak yang mau join YIMSA juga. Untuk umum tujuannya  identity kan dasar, biar orang-orang yang datang bisa relate to the situation.

Acara berlangsung dengan suasana yang santai dan akrab dimana semua yang datang duduk membentuk lingkaran mengelilingi Bang Rian Nugraha yang mulai menjelaskan berbagai topik mengenai agama Islam. Sesekali Bang Rian melontarkan pertanyaan dan berdiskusi. Ia pun terbuka terhadap masukan-masukan yang dilontarkan sesama Jemaah. Hal ini kian menambah suasana akrab OBTUS hari itu.

Sambil mendengarkan taushiyah berisi topik seputar karakteristik agama Islam, two competitive advantage of Muslim ummah, sampai dengan topik utamanya, yakni Developing a Muslim Identity, para pengunjung yang berjumlah hingga 24 orang mendengarkan dengan khusyuk sambil disuguhi aneka makanan ringan.

“Untuk jumlah pendatang, sejauh ini ada peningkatan. Objektifnya ingin menjaring teman-teman Muslim di sini juga biar lebih banyak lagi nantinya. Rencananya juga nanti mau adain acara lagi, dan harapan kita kedepannya lebih banyak yang datang,” papar Ivan tentang rencana YIMSA untuk kedepannya.

Pengalaman Obtus Dianri Ridwan (23)

Menurut aku, really important and useful sessionnya today, ini yang pertama kali sih, tapi kayaknya yang berikutnya mau ikut juga, karena selain bisa membangun nilai Islamiah yang lebih kuat among the students, tapi kita juga bisa reinforce and add to our knowledge. Menarik topiknya, bagus banget.

Masukan: Ngga ada sih, sudah bagus banget. Ngundang orang lebih banyak tentunya bakal lebih seru, tapi nggak tau tadi tempatnya bisa atau nggak ya, tapi facility-nya juga lumayan lengkap, dan tempatnya juga easy to reach. The speaker is really captivating as well.

 

sasha

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

SUKSES PAMER BUDAYA | SATAY FESTIVAL 2018

Untuk kesekian kalinya, PERWIRA (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) kembali menyelenggarakan acara tahunan bertajuk The Indonesian Satay Festival– yang kerap diidentikkan dengan kehadiran berbagai...

OBSESI SEORANG RICHARD OH

Beberapa saat usai menginjakkan kaki di kota Melbourne, penulis dan sutradara Richard Oh langsung meluncur ke gedung KJRI Melbourne untuk bertemu sapa dengan Konsul...

PENGHARGAAN CRIME STOPPERS UNTUK MEDIA INDONESIA

Sebagai salah satu mitra Crime Stoppers Victoria dalam menyebarluaskan berita kriminalitas, BUSET diundang untuk menghadiri malam apresiasi yang diselenggarakan di Museum Imigrasi Victoria. Turut...

Dari Cina, Arab Hingga Portugis: Jejak Penduduk Manado

Ada yang lain dari perayaan Kunci Taong 2020 oleh Kawanua Melbourne Australia (KMA) yang diadakan 1 Februari lalu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terdapat sesi...

Cinta aja nggak cukup, kenali attachment style kamu dan pasanganmu!

Apa sih sebenarnya attachment style itu? Attachment style adalah cara tertentu dimana seseorang berhubungan dengan orang lain, dan dari attachment styles, kita tahu bahwa ternyata...