Menyambut Mahasiswa Baru, YIMSA Hadirkan Welcome Back BBQ

Setelah sekian lama dibatasi kegiatannya akibat restriksi Covid-19, Young Indonesian Muslim Students Association (YIMSA) Melbourne mengadakan acara tatap muka pertamanya sejak awal mula pandemi sekitar dua tahun lalu. Pada penghujung Maret, YIMSA menggelarkan Welcome Back BBQ untuk membangkitkan kembali keaktifan organisasi tersebut yang telah tertunda selama pandemi.

Acara makan bersama yang dilaksanakan di Flagstaff Gardens, Melbourne, pada hari Minggu yang cerah itu dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang agama dan kewarganegaraan, yang mana mayoritasnya berasal dari kalangan mahasiswa Indonesia.

Presiden dan Wakil Presiden YIMSA, M. Naufal Alfath dan A. Mudzakir Zulkarnaen

Adanya Welcome Back BBQ ini diharapkan dapat menjadi tempat bertemu dan bersosialisasi pemuda-pemudi Indonesia, terutama bagi mereka yang baru saja datang ke Australia sejak dibukanya perbatasan beberapa bulan yang lalu. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang temu-kangen bagi beberapa anggota yang sudah menjadi bagian YIMSA sejak dahulu.

Dipimpin oleh Ahmad Mudzakir Zulkarnaen selaku Wakil Presiden YIMSA, acara dimulai dengan sesi perkenalan setiap peserta dan panitia, lalu dilanjutkan dengan sesi permainan whispering game yang mengikutsertakan seluruh peserta yang hadir. Pada akhir permainan, kelompok pemenang diberikan hadiah bungkusan mie instan serta minuman.

Ahmad Naufal Alfath, Presiden YIMSA, menyatakan organisasi yang dipimpinnya memiliki tujuan untuk mempererat ikatan pelajar Indonesia dengan memfasilitasi berbagai kegiatan agama Islam, serta sebagai wadah bagi setiap orang untuk dapat memperoleh pengalaman, ilmu, dan rasa kekeluargaan.

Dalam wawancara bersama Buset, ia mengakui bahwasanya memastikan keberlanjutan aktivitas organisasi selama pandemi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. “Tidak ada yang menyangka pandemi akan datang. Pada umumnya, kepengurusan YIMSA hanya dibatasi satu tahun periodenya, tetapi akibat kondisi pandemi, pergantian tidak terlaksanakan. Rencananya, tahun ini akan dimulai proses pergantian dan open recruitment untuk committee YIMSA.”

Ia juga menjelaskan banyaknya kesulitan yang harus dihadapi selama pandemi, terutama mengenai keterbatasan ruang kegiatan yang dapat dilakukan. Hal tersebut, ucapnya, telah menjadi salah satu alasan yang menyebabkan turunnya keaktifan YIMSA selama dua tahun ke belakang. “Hal yang paling menantang (selama pandemi) adalah menjaga api semangat para anggota. Banyak committee yang sudah pulang ke Indonesia for good, sehingga untuk melanjutkan kepengurusan harus dimulai kembali dari bawah,” jelasnya.

Akhir kata, Alfath menunjukkan optimisme akan keberlanjutan dan keaktifan YISMA untuk masa-masa terdekat. Dengan datangnya bulan suci Ramadhan tidak lama lagi, kegiatan seperti ibadah dan buka puasa bersama akan diadakan untuk meningkatkan keaktifan anggota serta menjadi ajang silaturahmi.

“Semoga YIMSA dapat lanjut beregenerasi dari tahun ke tahun. Kita sudah planning dari tahun-tahun sebelumnya untuk melebarkan sayap, untuk meningkatkan engagement yang lebih tinggi. Kita berharap YIMSA dapat menjadi pintu untuk bersosialisasi bagi mahasiswa Indonesia yang baru datang ke Australia. We are very welcome.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Melbourne Suburbs yang Sangat Terjangkau Masih Tersedia!

 Tak heran bila Melbourne dapat memperoleh gelar sebagai the most liveable city di dunia selama lima tahun terakhir. Berdasarkan The Economist Intelligence Unit, Melbourne...

Visa Changes To Support The Reopening Of Australia And Our Economic Recovery

The Morrison Government is making it easier for highly skilled migrants to remain in Australia and to continue working in critical sectors as Australia’s...

Sound of WOOD, God is Good

The Missionaries of God's Love presents:Sound of WOOD, GOD is GOOD Indonesia's female 2016 KOLINTANG CHAMPION, Nine youths from Jakarta, will perform to help build...

PROMOSI BAHASA BERHADIAH TIKET KE BALI DIMENANGKAN PELAJAR MELBOURNE HIGH

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne menjadi tempat diselenggarakannya ‘Sayembara Menulis Buku Harian’ yang diusung Radio Kita 3ZZZ (92.3 FM). Acara tahunan tersebut...

Hidup Seperti Air Mengalir

Terkadang saya berat hati untuk berbagi Feng Shui kepada pihak-pihak yang sepertinya tidak sreg atau ‘alergi’ (karena alasan apapun). Meski demikian, supaya adil (agar...