Womenpedia Memerdekakan dan Memajukan Perempuan

Kaum perempuan pasti punya pemaknaan tersendiri terkait kemerdekaan di tengah negaranya yang hendak berulangtahun ke-75 ini. Dalam memperjuangkan kemerdekaannya, banyak peran yang telah dilakukan oleh para perempuan, dari yang bergerak memperjuangkan pengesahan RUU PKS sampai mereka yang membuktikan kehandalannya di kursi-kursi parlemen.

Dibalik upaya-upaya itu, ada juga yang mengambil peran dengan menggandeng banyak perempuan lainnya dan memberi wadah bagi mereka untuk menyadari potensi yang mereka miliki, sehingga bersama dapat berkembang dan maju seiring berkembangnya zaman.

Womenpedia adalah sebuah pusat pelatihan di Jakarta yang sejak tahun 2018 telah menghadirkan sejumlah kelas, workshop, dan sharing session yang bertujuan meningkatkan SDM (sumber daya manusia) perempuan Indonesia.

Dengan berfokus pada soft skills dan hard skills, Womenpedia berharap keterampilan yang diperoleh akan bermanfaat bagi perempuan di dunia kerja, rumah tangga, maupun personal, serta turut berkontribusi kepada pemberdayaan ekonomi perempuan.

Marsya Gusman, founder Womenpedia

Karena tekanan dari masyarakat sekitar, pergerakan perempuan menjadi terbatas

“Dari lingkungan aku banyak teman-teman aku yang privileged, punya keluarga yang open-minded, punya pasangan yang mendukung. Tapi banyak juga di antara mereka yang karena society ga bisa terlalu bergerak,” ucap Marsya Gusman, founder dari Womenpediasaat ditanya motivasinya mendirikan organisasi ini.

Marsya menambahkan bahwa ekspektasi orangtua dan pasangan terhadap seorang perempuan dapat menghentikan keinginannya untuk mengejar mimpi-mimpi yang selama ini ia miliki. 

Kurangnya kepercayaan diri bagi perempuan untuk berkarya 

Gadis penyandang gelar Miss Asia International 2018 ini juga menambahkan bahwa tekanan dari masyarakat sekitar dapat mengurangi kepercayaan diri perempuan untuk berkarya. Dengan memiliki keterampilan-keterampilan yang mumpuni, Marsya berharap dapat menumbuhkan kepercayaan diri itu pada perempuan yang akan membuat mereka lebih bebas dalam bergerak dan berkarya. 

Ingin mematahkan budaya patriarki di Indonesia 

Tentunya, kakak dari tiga bersaudara ini ingin mematahkan pandangan bahwa perempuan hanya dilihat fungsinya sebagai pendamping dan penghias saja. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa mengisi posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan. 

Women empowerment itu bukan berarti perempuan di atas laki-laki, tapi kerja sama-sama, kolaborasi,” tegasnya.

Menghasilkan perempuan-perempuan yang berdikari

Banyak sekali manfaat yang telah diperoleh peserta maupun tim Womenpedia dari kelas-kelas rutin yang mereka selenggarakan mulai dari personal development, digital marketing, financial management, make-up, grooming, sampai kelas entrepreneurship.

Beberapa anggota dari tim Womenpedia ada yang akhirnya berpartner bisnis dengan para peserta lainnya.

Selain itu, banyak peserta yang tadinya bekerja di kantor atau sebagai ibu rumah tangga sekarang dapat membuka usaha sendiri dan mengaku lebih memiliki visi dan percaya diri setelah mengikuti beberapa kelas Womenpedia. Bahkan, Marsya sendiri mengaku bahwa ia sudah menjadi pelanggan dari bisnis-bisinis mereka. 

Yang penting adalah merdeka dari pola pikir 

Saat ditanya apakah perempuan era sekarang sudah bisa dibiliang merdeka melihat keterampilan-keterampilan yang mereka miliki, Marsya mengungkapkan bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan dalam kemerdekaan berpikir para perempuan. 

“Selalu ada ruang untuk improvement ya, dari pola pikir apalagi. Kalau misalnya kita sendiri sudah mem-block diri kita secara mindset, ya kita nggak akan bisa maju,” ujar perempuan pemilik suara indah ini.

Menurutnya, pemikiran para perempuan yang sering membatasi diri berdasarkan umur dan kemampuan dapat menghambat pola pikir yang akibatnya tidak memerdekakan mereka dalam bergerak dan berkarya. 

Pentingnya peran perempuan di masyarakat 

Selain itu, Marsya mengungkapkan bahwa kemerdekaan perempuan untuk bergerak, berkarya, dan menjadi pintar sangatlah penting mengingat peran perempuan yang sangat besar di masyarakat. 

“Seharusnya setelah bekerja, setelah menikah, setelah punya anak, harusnya perempuan lebih berkembang lagi. Kenapa perempuan harus pintar? Karena kan yang melahirkan anaknya, mamanya; yang mendidik, selalu mamanya dulu dari kecil. Nah makanya itu penting untuk Indonesia punya perempuan-perempuan yang pintar,” jelasnya.

Partisipasi perempuan di berbagai macam bidang pekerjaan sudah tidak dapat dipungkiri lagi melihat keahlian mereka di bidang-bidang tertentu seperti multitasking, speaking, dan pada pekerjaan yang lebih membutuhkan sifat feminin serta sensitifitas yang tinggi. 

“Harapannya tentunya, orang-orang bisa lebih open-minded, perempuan lebih bisa support each other, baik itu di industri berbeda atau yang sama. Kita buktiin kalau kita bisa hebat di bidangnya masing-masing. Ubahlah pemikiran yang ‘aduh kalau perempuan ini ga bisa’ atau ‘life will end at certain age’. Harus terus beri ruang untuk belajar, belajar, dan belajar,” begitu harapan Marsya Gusman terhadap kesetaraan gender dan kemerdekaan wanita kedepannya. T

Discover

Sponsor

Latest

Kontribusi Nyata Nita Sucipto | Presiden PPIA William Angliss 2018 – 2019

11 Oktober 2018 menjadi salah satu hari bersejarah bagi Nita Sucipto usai menerima predikat sebagai Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) William Angliss...

Cinta Jadi Sumber Sukses Kahitna Lewati Tiga Dasawarsa

  Tidak terasa grup band asal Bandung, Kahitna telah 30 tahun menghibur dan menemani para penikmat musik tanah air. Grup band yang dimotori oleh Yovie...

Bersinar Bersama Societal Project

Societal Project, acara tahunan dari PPIA RMIT hadir kembalidengan konsep berbeda. Tahun ini Societal Project mengemas acara kumpul-kumpul dengan para pelajar Indonesia di Melbourne satu langkahlebih...

Di Balik Indahnya Sekolah Di Australia

Bagi masyarakat Indonesia, bisa bersekolah di luar negeri sudah tentu menjadi hal yang sangat prestigious. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa melanjutkan sekolah...

MICHAEL IDOL, V1MAST DAN FLASHMOB RAMAIKAN PERAYAAN HUT RI KE-74 DI PERTH

Cuaca mendung dan hujan tidak mengurangi antusiasme masyarakat Indonesia di Perth mengikuti kegiatan upacara bendera di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth, 17 Agustus...