Warung Konsuler dan Klinik Hukum Kabo Lawyers Kunjungi Shepparton

Pada hari Sabtu tanggal 13 November lalu, Warung Konsuler, program pelayanan paspor dan kekonsuleran dari KJRI Melbourne, mengunjungi warga Indonesia di Shepparton, Victoria. Kunjungan kali ini juga dihadiri oleh Kabo Lawyers, dimana firma hukum tersebut mendirikan klinik hukum yang menyediakan layanan hukum dan imigrasi secara cuma-cuma bagi para warga setempat.

Pihak KJRI memutuskan untuk mengunjungi Shepparton kali ini dikarenakan banyaknya permintaan dari warga untuk layanan perpanjangan paspor, lapor diri, pembuatan paspor baru, dan layanan kekonsuleran lainnya. Tak kurang dari 50 warga datang ke rumah Anta Suhartono, ketua komunitas Indonesia di Shepparton baik untuk menerima pelayanan maupun untuk bersilahturahmi dengan pihak KJRI dan para warga lainnya siang hari itu.

“Tujuan dari Warung Konsuler ini adalah sebagai initiatif dari KJRI untuk mendatangi warga-warga yang tinggal jauh dari Melbourne dan mungkin kesulitan untuk datang ke kami untuk mendapatkan layanan kekonsuleran. Saya berterima kasih pada Pak Anta, selaku ketua komunitas yang bersedia menyediakan rumahnya bagi kami dan warga untuk program ini,” tutur Kuncoro Waseso, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania dalam kata sambutannya di awal acara.

Konjen Kuncoro memberi kata sambutan kepada warga


“Kami menghimbau para warga yang paspornya mati, tidak usah takut, langsung datang saja ke kami di KJRI Melbourne untuk bantuan,” pesannya lagi mengingat sebagian besar dari warga yang datang hari itu memegang paspor yang sudah lama kadaluarsa.

Selain pelayanan paspor dan kekonsuleran, tak sedikit warga yang datang untuk menerima advis dan layanan hukum dari pengacara Konfir Kabo, terutama dalam persoalan hukum keimigrasian. Pasalnya, mayoritas dari para warga yang hadir merupakan imigran gelap atau individu yang berusaha untuk mendapatkan visa untuk tinggal secara permanen di Australia.

“Saya tidak berjanji saya pasti akan bisa membantu Anda atau memberikan solusi yang murah atau cepat, namun paling tidak saya dapat memberikan jawaban yang pasti untuk situasi Anda. Saya harap penjelasan saya dapat memberikan rasa stabilitas kepada Anda yang tidak merasa yakin dengan situasi Anda,” ucap Konfir Kabo, managing partner dari Kabo Lawyers. Konfir yang memiliki pengalaman menangani isu imigrasi selama lebih dari 20 tahun tersebut juga memperingati warga untuk tidak mudah percaya dengan rumor-rumor atau informasi-informasi seputar visa dan imigrasi yang tidak datang langsung dari pemerintah Australia. Dan meskipun tidak ada jaminan bagi imigran gelap untuk dapat menerima permanent resident (PR) atau bahkan kewarganegaraan Australia, menurut Konfir masih tersedia solusi-solusi seperti bridging visa atau bahkan partner visa bagi warga yang mempunyai pasangan yang berwarganegaraan atau memiliki PR Australia.

Konfir Kabo membantu menjawab pertanyaan seputar hukum dan imigrasi

Acara yang dimulai pada pukul 12 siang itu berlangsung selama empat jam setengah dengan kurang lebih 25 warga yang menerima baik layanan kekonsuleran maupun bantuan hukum. Sayangnya ada sebagian warga yang tak dapat menerima layanan paspor hari itu dikarenakan kurangnya berkas-berkas yang dibutuhkan untuk perpanjangan paspor. Kedepannya KJRI juga berencana untuk mengadakan program serupa di Tasmania dan daerah-daerah di Victoria lainnya seperti Ballarat dan Bendigo dimana banyak warga Indonesia berdomisili.

Apa Kata Mereka

Yenny Candra Tjiang – Warga

“Berkesan sekali ya, karena ini pertama kalinya saya ketemu (dengan pihak konsulat). Saya sungguh-sungguh merasa terharu, Pak Konjen bisa mau datang ke sini, bertemu orang-orang di sini. Sangat-sangat senang dan bahagia. Saya datang ke sini hari ini karena saya ada satu pertanyaan bagi anak saya yang di Indo karena sempat dideportasi beberapa waktu lalu, apakah dia masih bisa berkesempatan datang lagi ke sini.”

Yenny Candra (kiri) dan Niluh Diantari (kanan)

Anta Suhartono – Ketua Komunitas

“Sebetulnya ini ga sengaja, waktu itu Pak Konjen ada video call dengan saya dan saya bertanya apa ada kesempatan datang ke Shepparton. Lalu Pak Konjen berkata ‘Oh nanti akhir bulan November’, cuma sekarang dimajukan jadi tanggal 13 ini. Dan itu waktu cuma 2 minggu, dan karena saya ada WA group jadi saya langsung bilang ke WA group, jadi banyak yang datang. Warga Shepparton mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Konjen, karena terus terang baru Pak Kuncoro ini Konjen pertama yang datang ke Shepparton, bisa bertemu dan bersilahturahmi dengan warga Shepparton. Apa lagi Pak Konjen juga didampingi oleh lawyer Kabo, kita lebih senang lagi ini, teman-teman dapat konsultasi dengan Mr Kabo, sangat memuaskan lah pertemuan ini.”

Anta (kanan) dan Okvan (staff KJRI)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

SENSASI INDOMIE DI AUSTRALIA

Indomie terus mengepakkan sayapnya di Negeri Kangguru. Berkat usaha yang dilakukan pihak produsen, bukan tidak mungkin produk yang masih dikenal sebagai “Mi Goreng” oleh sebagian...

The Forum 2020: Utamakan Kemanusiaan dan Solidaritas Masyarakat

Di tengah situasi pandemi, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) ranting The University of Melbourne menggelar acara tahunan mereka, kali ini secara online. Seminar The...

Ballet Jawa: Sejarah Kesenian Indonesia yang Baru

Bumi, ardi, menyimpan beribu rupa seni kebudayan dari setiap lapisan daerahnya. Seni tari adalah salah satu harta karun manusia yang begitu bernilai hingga harga...

Pemilu AS Dari Kacamata Diaspora Indonesia

https://youtu.be/mBn3qqn-evIPemilu Amerika Serikat 2020 kali ini menerima perhatian khusus dikarenakan kuatnya polarisasi sentimen terhadap periode President Trump, baik dari warga AS maupun dari luar...

Pendapatan Investasi

Kita baru saja melewati akhir tahun keuangan yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2015, dimana kini saatnya untuk melakukan rutinitas tahunan yaitu melaporan pajak...