TRADISI HARI PAHLAWAN ANZAC DAY

Dirayakan tiap tahunnya pada tanggal 25 April sejak 1916 di Australia, Anzac Day merupakan salah satu acara terpenting yang diadakan dan diikuti oleh segenap masyarakat Australia dan New Zealand (Selandia Baru). Tujuannya adalah untuk mengenang jasa para prajurit yang meninggal di medan perang, termasuk pada perang dunia pertama dan kedua. Anzac sendiri merupakan kependekan dari Australian and New Zealand Army Corps.

Mengapa tanggal 25 April dipilih untuk menjadi perayaan untuk mengingat jasa para pahlawan Anzac? Rupanya jawaban dari pertanyaan ini berasal dari sejarah gerakan militer pertama oleh pemerintah Australia. Pada 1914 ketika perang dunia pertama terjadi, pemerintahan Australia yang masih baru berumur 13 tahun ini membuktikan dirinya kepada dunia. Oleh sebab itulah prajurit perang dari Australia dan New Zealand diutus pergi dengan perintah untuk menguasai Gallipoli di Turki. Tepat pada tanggal 25 April sore para prajurit pemberani itu sampai di daratan Gallipoli. Walaupun pada akhirnya misi tersebut gagal dan banyak korban terambil nyawanya dalam usaha ini, pengorbanan mereka selalu dikenang oleh masyarakat lokal setiap tanggal 25 April sore hari.

Dewasa ini Anzac Day bukan hanya dirayakan untuk mengenang prajurit di Gallipoli, melainkan semua korban perang yang pernah terjadi. Acara yang biasanya dilaksanakan di hari penting ini adalah dawn service, dimana akan dilakukan tradisi the last post; mengeheningkan cipta yang dilakukan selama dua menit untuk mengenang jasa para pahlawan dan pembacaan The Ode.

Anzac Day yang telah dirayakan sejak lama ini juga memiliki beberapa tradisi unik dalam perkembangannya. Misalnya saja memakan Anzac biscuit dan mengenakan bunga rosemary.
Di jaman perang dulu, keluarga dan masyarakat di Australia dan New Zealand ingin memberikan dukungan kepada para prajurit melalui masakan mereka. Namun karena kondisi di medan perang, mereka pun harus membuat inovasi membuat makanan yang tahan lama dan tidak mudah rusak namun bergizi tinggi. Jadilah biskuit yang kala itu dikenal dengan sebutan soldier’s biscuit, bahannya terdiri dari gandum, gula, tepung, kelapa, mentega, soda bicarbonat, air dan sirup tebu. Sekarang ini soldier’s biscuit lebih dikenal dengan nama Anzac biscuit.

Berbagai macam variasi kemudian terus berkembang sampai saat ini, misalnya ada yang ditambahkan dengan kayu manis dan kacang-kacangngan; bahkan ada yang dijadikan dasar dari kue tart. Yang menarik, resep Anzac biscuit ini sama sekali tidak menggunakan telur. Alasannya adalah karena pada waktu perang telur sangat sulit untuk diperoleh. Selain itu, dengan tidak adanya telur pada adonan, biskuit pun menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah saat pengiriman.


Rosemary merupakan jenis bunga yang paling sering dikaitkan dengan perayaan Anzac Day atas dasar berbagai alasan. Alasan yang utama terkait dengan perang di Gallipoli, karena rupanya bunga rosemary banyak tumbuh di daerah tersebut. Konon, saat menguburkan korban perang di Gallipoli, tidak ada bunga yang bisa dijadikan hiasan pada makam, maka bunga rosemary pun akhirnya sering digunakan untuk ‘mengantar’ mereka yang meninggal.

Selain ada terkaitan dengan sejarah, bunga rosemary juga dinilai sangat berharga oleh karena manfaatnya yang banyak berguna bagi manusia. Menjadi bahan penambah rasa pada makanan adalah salah satu kegunaan yang sering diketahui masyarakat, namun rupanya rosemary juga sering digunakan dalam obat-obatan dan kosmetik. Ada pula penelitian yang mengatakan bahwa wangi khas dari rosemary bisa menguatkan ingatan seseorang.

Keunikan bunga rosemary inilah yang membuat bunga ini sering digunakan dalam acara nasional, terutama pada perayaan Anzac Day.

berbagai sumber

 

 

 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ade Komarudin: Pengabdian Dimulai dari Hati Nurani

  H. Ade Komarudin, MH merupakan salah satu politikus senior yang menyokong Partai Golongan Karya (Golkar). Beliau pula telah menjabat sebagai anggota DPR Republik Indonesia...

Global Town Hall 2020: Membangun Dunia Pasca COVID-19

Baru-baru ini, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), organisasi yang bergerak di bidang kebijakan luar negeri, menggelar konferensi internasional bertemakan "Global Town Hall: Rebuilding...

PEMBAHASAN BANTUAN CSR KE INDONESIA

Baru-baru ini Forum CSR Kesejahteraan Sosial (KESOS) dari Kementerian Sosial RI mengadakan kunjungan ke Melbourne dan bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat Indonesia di Victoria. Kunjungan tersebut adalah...

Dari Fosil hingga ke Mancanegara | Peggy Hartanto

Mereka adalah kakak beradik, Lydia yang sulung dan si kembar Peggy dan Patty Hartanto. Rupanya keakraban tiga bersaudara ini tidak hanya terjadi dalam keluarga, namun juga...

Masyarakat Semangat Ikut Lomba Permainan Tradisional di Perth

Hari yang sejuk di Kent Street membawa semangat tersendiri bagi para masyarakat Indonesia yang tinggal di Australia Barat, khususnya di Perth. Semangat tersebut bertambah ketika berbagai lomba,...