Toxic Relationship: 6 Alasan Kita Sulit Keluar Darinya

“Aku tahu hubungan ini udah nggak sehat lagi, tapi kenapa ya aku tetap bertahan? Kenapa sih susah banget untuk keluar dari hubungan ini?”

Familiar dengan dialog itu? Sering jadi tempat curhat teman, atau justru pernah merasakannya sendiri?

Banyak orang bilang hubungan yang tidak sehat, atau yang biasa disebut toxic relationship, sudah seharusnya ditinggalkan. Namun, meninggalkan hubungan yang sudah jelas tidak sehat ini sangat sulit bagi sebagian orang. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang keluar-masuk dari hubungan toxic. Sebenarnya apa sih alasan mereka?

Kita menantikan momen dimana hubungannya akan membaik kembali

Hubungan yang toxic tidak mulai begitu saja, bukan? Terutama dalam hubungan romantis, semuanya cenderung dimulai dengan hal yang indah, sampai akhirnya hal-hal tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Satu atau kedua belah pihak dalam hubungan tersebut terlalu lama bergantung pada harapan bahwa semua akan membaik pada akhirnya. Padahal, jika tidak ada yang berubah setelah kalian berdua sudah membicarakannya, kemungkinan besar hubungan kalian tidakakan membaik.

Kita telah menginvestasikan banyak waktu untuk hubungan ini

Tentunya sulit melepaskan seseorang yang sudah lama mengisi hari-hari dalam kehidupan kita. Sudah banyak momen-momen, jatuh dan bangun yang dilewati bersama. Sinyal buruk dari suatu hubungan dapat disalahartikan sebagai cobaan biasa yang akan membaik jika kita berusaha lebih keras lagi. Namun sayangnya, alasan ini tidak cukup baik untuk membuat kita bertahan dalam satu hubungan yang sudah tidak lagi mendukung kita sebagaimana mestinya.

Kita ingin pengertian kepada pasangan kita, walaupun itu bukan yang terbaik untuk diri sendiri

Semua orang ingin dicintai sepenuhnya dan tanpa syarat, sehingga kadang kita memaksakan hal tersebut pada orang yang kita cintai walaupun itu bukan yang terbaik untuk kita. We act like how we want to be treated. Banyak dari kita mempunyai keyakinan bahwa mencintai seseorang tidak harus mengharapkan apa-apa, tapi di sisi lain kita cenderung lupa bahwa kita juga berhak untuk dicintai sepenuhnya. Mencoba mengerti pasangan kita, mencintai pasangan kita tanpa pamrih itu wajar dan realistis, asal kita tahu batasannya dan tidak merugikan diri sendiri.

Kita sangat percaya bahwa saat mencintai pasangan kita sepenuhnya dan memberi banyak kesempatan untuknya agar berubah, suatu saat ia akan berubah. Namun, setiap kali kamu berpikir seperti itu, observasi lagi realita yang sedang kamu jalani, apakah hubungan kalian akan membaik? Apakah ia perlahan-lahan berubah?

Self-esteem yang rendah

Dinamika yang terjadi dalam hubungan toxic lambat laun dapat mempengaruhi self-esteem pasangan yang tidak dominan dan cenderung dikontrol dalam hubungan tersebut. Dalam hubungan toxic, seringkali dinamika hubungannya tidak timbal balik. Contohnya, satu pihak terus menerus memberi perhatian dan mengasihi namun pihak lainnya tidak melakukan hal yang serupa. Disadari atau tidak, hal ini dapat membuat pasangan yang terus menerus memberi merasa dirinya tidak layak untuk dicintai atau tidak cukup baik untuk dicintai, karena usahanya tidak dibalas oleh kasih sayang yang sama besarnya. Karena itu, sulit bagi mereka untuk keluar dari hubungan yang toxic karena kepercayaan bahwa dirinya tidak cukup baik, atau tidak ada orang yang lebih baik diluar sana yang akan mencintainya apa adanya. Ironisnya, mereka tetap bertahan dalam hubungan itu walaupun ia terus menerus merasa tidak cukup untuk pasangannya.

Kamu hanya terikat dan terbiasa dengannya, dan tidak betul-betul mencintainya lagi

Attachment (keterikatan dengan seseorang) dan cinta adalah dua hal yang berbeda. Jika kamu mencintai seseorang, kamu menjadi terikat dengannya. Namun, kamu bisa saja terikat dengan seseorang tanpa mencintainya.

Dalam suatu hubungan, keterikatan antara satu sama lain otomatis akan terbentuk dan kuat atau tidaknya keterikatan itu dapat didasari oleh beberapa faktor, seperti status hubungan tersebut maupun hal-hal yang dilakukan bersama. Dalam hubungan romantis misalnya, semakin lama kalian menjalin hubungan itu dan semakin banyak hal-hal intim yang kalian lakukan bersama, baik itu secara emosional ataupun seksual, semakin terikat kamu dengannya.

Jika hubungan itu berubah menjadi toxic, akan sulit bagimu untuk keluar darinya karena keterikatan dan familiaritas terhadap hubungan itu. Melepas suatu keterikatan dengan seseorang tidaklah semudah itu, apalagi ketika kamu sudah terikat secara emosional dengannya. Selain itu, manusia cenderung menghindari sesuatu yang tidak familiar baginya. Keluar dari hubungan yang toxic dan memulai kehidupan baru tanpa pasangan dapat memberikan rasa takut dan tidak nyaman, sehingga seseorang dalam posisi itu lebih memilih untuk bertahan dalam hubungan yang toxic karena familiaritas itu, walaupun kualitasnya belum tentu baik untuk dilanjutkan.  

Kamu pernah mengalami emotional abuse atau neglect

Apa yang kita alami di masa lalu tentu berpengaruh pada pertumbuhan kita sekarang, sehingga penting untuk menyadari potensi-potensi tersebut agar dapat mencari cara untuk keluar dari siklus yang tidak sehat untuk kita. Seseorang yang sejak kecil atau pernah dilecehkan atau ditelantarkan secara emosional menjadi terlalu terbiasa dengan perbuatan serupasehingga sulit menyadari pola-pola yang sama saat menjalani hubungan dengan orang lain di masa dewasa. Alhasil, mereka sulit menyadari hubungan toxic yang sedang mereka jalani dan terlalu lama bertahan dalam hubungan tersebut.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Cek Toko Sebelah di Mata Dion Wiyoko

Ernest Perkasa kembali lagi menuai decak kagum. Setelah meluncurkan filmnya yang diberi nama Ngenest, kali ini filmnya yang berjudul Cek Toko Sebelah (CTS) berhasil...

PERTOLONGAN DARI BENUA KANGGURU BAGI SAUDARA DI MALUKU

Tinggal di luar negeri bukan berarti lupa dan memalingkan wajah dari Indonesia. Pernyataan ini dibuktikan benar oleh Maluku Basudara Melbourne, komunitas masyarakat Ambon di Melbourne, Australia melalui...

AHMAD NAUFAL ALFATH (ALFATH) – Presiden

BAGAIMANA RASANYA PUASA DI MELBOURNE DAN JAUH DARI KELUARGA DI INDONESIA?Ada senang dan sulitnya juga. Senangnya karena puasa di sini kalau winter itu hitungannya sebentar. Jadi...

Menu Takjil Lezat dan Sederhana Untuk Berbuka Puasa

Takjil merupakan hal yang kita tunggu-tunggu saat berpuasa. Pastikan kalian berbuka dengan yang manis dan bergizi baik agar tetap sehat saat puasa.Berikut resep-...

BERKOMUNIKASI LEWAT BAYANGAN

Dalam edisi kali ini ada beberapa artikel mengenai Bundengan - sebuah alat musik langka dari Wonosobo yang menjadi bintang utama dan inspirasi terselenggaranya pagelaran...