David Tanuwijaya : The Unusual Story of my University Journey!

Nama saya David Tanuwijaya, salah satu mahasiswa Monash University angkatan 2021 yang sedang menempuh program studi S1 jurusan Accounting and Analytics. Banyak sekali cerita dibalik saya saat ini yang sekiranya dapat menjadi inspirasi untuk pembaca sekalian. 

Diawali dengan mimpi saya sejak kelas 1 SMA untuk berkuliah di luar negeri, tepatnya di Australia, tidaklah berjalan semulus dan secepat yang pernah saya telah rencanakan. Semua berkat Tuhan dan Orang Tua yang selalu mendukung saya dalam mewujudkan harapan dan cita–cita saya dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. 

Melbourne merupakan salah satu kota preferensi nenek saya saat pertama kali menyebut negara Australia untuk melanjutkan perkuliahan. Hal ini membuat saya akhirnya menolak salah satu tawaran program studi di Sydney yang juga menawarkan partial scholarship

Pencarian kampus pun tidaklah semudah yang dipikirkan, mulai dari lokasi, reputasi, hingga program studi yang ditawarkan. Pada April 2020 saya memutuskan untuk yakin menerima tawaran dari salah satu universitas di Melbourne untuk program studi IT pada bulan Oktober 2020. 

Selama menunggu hasil ujian akhir keluar dan sertifikat kelulusan, tiba-tiba saya mendapat telepon dari JIC menawarkan program Monash College Melbourne yang dapat di tempuh di Indonesia selama 8 bulan. 

Saya sangat heran saat itu, karena memang tidak pernah mengisi database untuk mendaftar di institusi tersebut. Program yang ditawarkan merupakan Commerce/Bisnis dimana sangatlah berbeda dengan apa yang saya planningkan.

Namun setelah saya lihat lebih dalam mengenai program dan penawaran mereka, ternyata Monash menawarkan jurusan Business Analytics yang adalah keinginan saya dari awal. Akhirnya pun saya memilih untuk memulai perkuliahan secara daring sejak juni 2020. 

Beberapa pertimbangan berkaitan dengan Australia yang masih menutup border internasionalnya untuk sementara waktu dan biaya yang signifikan lebih murah dibanding langsung berkuliah di Australia. 

Jujur, tidak pernah terbersit di benak untuk melanjutkan studi di Monash University dikarenakan memang secara kemampuan finansial, dengan harga matkul yang tergolong sangat mahal. Namun Tuhan berkehendak lain, saya pun dapat melanjutkan kuliah di universitas impian saya. 

Waktu pun berjalan, kehidupan perkuliahan saya di JIC terasa sangatlah singkat dan cepat. Namun sayangnya pemerintah Australia lagi-lagi masih menutup border untuk international student berangkat. 

Sekali lagi kejutan selalu datang tak terprediksi, saat transfer untuk melanjutkan program Bachelor, Monash menawarkan Study grant sebesar 10,000 dollar untuk saya di tahun kedua. Saya percaya bukanlah sebuah kebetulan, namun memang adalah jalan saya. 

Hal inilah yang menjadi motivasi saya untuk tetap melanjutkan kuliah saya di Monash University

Selama hampir 2 semester berkuliah online dari indonesia, suka duka pun saya alami. Mulai dari perbedaan waktu yang mempengaruhi jadwal aktivitas saya, kelas yang hanya 3 langkah dari tempat tidur, kurang dan hampir tidak adanya komunikasi langsung antara dosen dan murid serta teman-teman, kesusahan dalam mengatur jam bertemu saat kerja kelompok, mungkin adalah beberapa dari banyaknya hal yang sangat saya sayangkan selama kuliah online

Group Assignment For Analytics

Namun, tidak kalah juga banyaknya hal-hal baru yang tentunya selalu menghibur dan memotivasi saya dalam menjalani aktivitas belajar mengajar ini. Salah satunya adalah dapat bertemu dengan berbagai macam teman dari berbagai belahan dunia bahkan beberapa daerah Indonesia. Tergabung dalam PPI merupakan langkah tepat dalam berelasi dengan teman baru yang bahkan bisa menjadi teman baik. 

Event DeTalks 2021
PPIA Monash Mentoring Program

Berawal dari menjadi Liaison Vice Coordinator untuk event DeTalks by PPIA RMIT, menjadi mentor di PPIA Monash, hingga sekarang dapat bertugas di PPIA Victoria sebagai Media Partner relation, banyak sekali softskills baik dalam berkomunikasi, strategy planning, teamwork skills bahkan berhubungan dengan hal-hal technical yang tidak dapat dipelajari di Kampus. 

Sebuah pengalaman yang takkan terlupakan, kuliah selama 4 semester secara daring dan menjadi bagian dari kampus tercinta Monash University

Graduation Monash College (Feb 2021)

Sudahlah menjadi kebanggaan tersendiri jika saya bisa menyelesaikan program studi secara tepat waktu, tanpa adanya penundaan dengan alasan apapun. Hal ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya yang selalu bekerja keras dan berupaya untuk melakukan yang terbaik baik saya terutama mendanai saya untuk kuliah di Australia. 

Meski banyak hal yang saya mungkin tidak dapat rasakan dari kuliah di  luar negeri yang sesungguhnya, saya selalu bersyukur atas semua yang telah terjadi selama 2 tahun terakhir saya di perkuliahan.

“Keberhasilan bukanlah diukur dari besar kecilnya keberhasilan itu sendiri, namun sebesar apa kamu dapat bersyukur atasnya!”

Saya berharap cerita dibalik lika-liku perkuliahan saya dapat menginspirasi dan memotivasi Anda untuk tetap bersama-sama berjuang dalam menyelesaikan tanggung jawab kita yang dipercayakan dengan senang hati. Berbesar hati menanti kepastian border yang akan dibuka. Sampai Jumpa di Melbourne! 

-David Tanuwijaya

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Festifal Muslimah Menuai Hasil Positif

Dalam rangka memperingati kemampuan dan talenta para muslimah Indonesia yang tinggal di Melbourne, beberapa pusat pengajian IMCV (Indonesian Muslim Community in Victoria) bekerjasama mengadakan...

Petugas Pantarlih Pemilu 2019 Sudah Terpilih

Tidak terasa Pemilihan Umum (Pemilu) akan kembali diselenggarakan tahun depan. Dalam rangka menyiapkan hajatan demokrasi terbesar yang akan diikuti seluruh warga negara Indonesia, Panitia Pemilihan...

Ana Muslim karya Angga Wedhaswara

Penghujung 2019 kemarin kembali diadakan rentetan pameran kesenian bernama Mapping Melbourne oleh Multicultural Arts Victoria. Kegiatan tersebut berjalan dari tanggal 30 November hingga 8 Desember.Bekerjasama bersama Project...

Mencuci Dosa

Tanya:Pak Suhana Lim yang saya kagumi. Saat ini saya sedang fokus mencari tahu hewan-hewan apa saja yang bisa digunakan untuk fan shen(pelepasan makhluk hidup)...

MEMASUKI SATU DASAWARSA, IFF DIHARAPKAN LEBIH BAIK

Ajang promosi budaya perfilman Indonesia yang diangkat dalam Indonesian Film Festival (IFF) telah berakhir dengan mulus. Dari sembilan film layar lebar termasuk penayangan edukasional...