Terkecoh Oleh Passion / Talent / Hobi

Di atas adalah cuplikan obrolan dengan seorang pengyou (sobat) dari beberapa puluh tahun dulu; seputar masalah passion dalam hidup. Kadang, passion diistilahkan juga sebagai interest, dan peristilahan lain yang semuanya bermakna sama, yakni: ‘hal yang kita suka, yang kita gemar menjalaninya.’

Masalah ini bisa menjadi elusive manakala kita ternyata salah mengira. Kita bisa saja merasa atau menganggap diri sebagai berbakat (talented) untuk sebuah bidang / aktivitas. Tapi ternyata setelah kita jalankan secara serius (profesional); lho kok tidak membuahkan hasil yang seperti tadinya diharapkan dan dikira!

Yes, of course, banyak faktor yang memengaruhi apakah kita punya aktivitas (karir dan atau bisnis) bisa jalan lancar, maju dan berkembang atau sebaliknya. Meski begitu, kecocokan atau ketidak cocokan dengan diri kita (based on ba zi) play important part juga. ‘Kejebak’ oleh (yang awalnya kita anggap) bakat atau interest atau passion sering terjadi dan mudah dijumpai disekeliling kita setiap saat.

Dalam kaca mata feng shui & ba zi, kita bisa jadi punya passion, interest, bakat di sebuah bidang karena unsur kita ‘kurang’ atau (justru) ‘kelebihan.’ Nah kalau karena kurang maka saat diseriusin jadi profesi akan memberikan peluang yang lebih positif dan maksimal. Begitu pula kebalikannya.

Ini mengapa sudah sangat umum saya menjumpai dimana orang-orang terkecoh dengan the so called ‘passion / interest / hobi / bakat / talent’ mereka. Ada yang menduga anak dan atau cucu mereka punya talent tarik suara. Oleh karena itu sedari kecil sudah dikursusin musik (bahkan ada yang jor-joran). Only to found out later, saat mengetahui ba zi nya, bahwa ternyata si anak atau cucu nya punya hobi / bakat nyanyi karena unsur Air nya ‘banjir.’ Maka tidak heran lah kalau jadi gemar nyanyi dan memang oke punya dalam urusan musik.

Apakah ada yang kurang tepat dengan fenomena di atas? Tentu tidak ada yang salah, dan adalah sepenuhnya hak kita. Nah, baru akan menjadi tidak tepat atau jadi masalah manakala hobi atau bakat atau passion-nya mau kita formalkan seriusin untuk jadi bakul nasi (mata pencaharian). Manakala kita adalah sudah kelebihan unsurnya, maka akan lebih banyak challenges akibatnya akan lebih sulit mendapatkan the most of financial reward and fame opportunity dari aktivitas yang kita jalankan. Meskipun aktivitasnya dilandasi oleh the so called ‘bakat / hobi / passion’ kita!

Memang kalau kita tidak sadar akan fenomena ‘talent delusion’ ini akan bingung; tapi fenomena ini sudah banyak sekali bikin kecele dan ‘makan korban.’

Apa lantas kita tidak bisa menjalankan aktivitas yang jadi passion atau hobi atau bakat? Tentu saja boleh dan by all mean; tetapi dengan informasi dan kesadaran serta catatan bahwa kalau jenis unsur aktivitas nya adalah sudah ‘berlimpah’ dalam diri (ba zi) kita, maka artinya akan lebih sulit saat diseriusin jadi bidang karir atau bisnis. Kalau sekedar sebagai aktivitas mengisi waktu / not for profit / aktivitas sosial saja maka tidak menjadi masalah. Namanya juga melakukan kegiatannya bukan dalam rangka mendapatkan nafkah.

Faktor ‘talent delusion’ ini juga yang menyebabkan sering kita menjumpai dimana seorang profesional yang ramai dengan klien atau sebaliknya. Pengaruh faktor ini pula yang membuat sering kita saksikan sebuah entitas bisnis yang sepi customers atau kebalikannya!

‘Ketakutan terbesar dalam hidup bagi pria ialah salah melakukan bidang karir (atau bisnis); ketakutan terbesar dalam hidup bagi wanita ialah salah dapat suami.’ – Chinese proverb.

PS: Jika ba zi kita adalah sudah ‘kebanjiran’ Air, maka saat kita terjun secara profesional ke bidang (misalnya) musik, IT, kurir maka akan lebih banyak tantangan; regardless awalnya kita menganggap diri kita adalah very talented, have deep passion di hal tadi.

Kalau ba zi kita adalah telah ‘berlimpah’ Api, maka pada saat kita geluti secara profesional ke bidang (misalnya) motivational speaking, melukis, arsitek, interior design, make-up artist, cooking, baking maka akan lebih besar peluang untuk tidak mendapatkan hasil yang seperti diharapkan; tidak peduli meski kita kira diri kita sangat bakat melukis, kita anggap punya passion sangat kuat di urusan-urusan tadi.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

DUKUNG RESTO INDONESIA DI DUNIA

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman dan kelezatan kuliner yang luar biasa. Makanan khas Indonesia seperti rendang, nasi goreng, dan sate pun didapuk sebagai...

ALAMILAH TERANG ITU

Badan Kerja Sama Umat Kristiani Indonesia di Victoria (BKS) mempersembahkan:PERAYAAN NATAL Bertemakan: "ALAMILAH TERANG ITU" Date: 2 December 2017 Time: 5pm - finish Place: GKRI Shekinah 1/9 Motto Court, Hoppers CrossingFREE...

BERTUMBUH SECARA ROHANI BERSAMA YIMSA

Young Indonesian Muslim Student Association (YIMSA) merupakan sebuah organisasi yang dibentuk di Melbourne, Victoria sejak 1997. YIMSA memberikan banyak manfaat kepada para anggotanya, terutama...

Dear Buset, Kenangan Perjalanan yang Tak’kan Kemana

PERJALANAN TAK BERENCANA KE ULURUCerita ini berawal dari saya yang baru menyadari bahwa 4 bulan lagi saya akan meninggalkan Australia dan saya belum pernah melihat...

Geliat Properti Di Australia 10 Tahun Pasca Krisis Keuangan Global

Satu dasawarsa telah berlalu sejak masyarakat global, khususnya di Amerika Serikat, terkena dampak Global Financial Crisis (GFC). Krisis keuangan ini disebabkan oleh hilangnya kepercayaan...