TERIMAKASIH, PAK SBY

Susilo Bambang Yudhoyono tentunya sudah diketahui oleh semua orang sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2004 – 2009 dan 2009 – 2014. Posisi ini telah digantikan oleh Joko Widodo melalui proses Pemilu Juli kemarin.

Selama 10 tahun memimpin Tanah Air, mantan presiden yang namanya lebih sering disebut dengan singkatan SBY ini telah menghasilkan hal-hal baik bagi Indonesia. Namun di saat yang bersamaan beberapa kekecewaan juga dirasakan oleh masyarakat. Berikut merupakan evaluasi singkat kinerja Presiden SBY hingga saat ini dalam beberapa bidang.

Penanggulangan Kemiskinan

Tingkat kemiskinan di bawah kepemimpinan Presiden SBY selama periode pertamanya turun dari 24.2% menjadi 16.7%, dan kemudian kembali menurun di periode keduanya menjadi 15.4%.

Namun di lain sisi, persebaran hasil baik ini belumlah maksimal. Jumlah masyarakat miskin tidaklah merata, dengan Maluku dan Papua yang memiliki persentasi paling tinggi, yaitu hingga lebih dari 25%. Akibatnya, kesenjangan sosial antara mereka yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

Ekonomi

Sejak tahun 2009, pertumbuhan ekonomi RI dinilai sangat baik dan bahkan melampaui perkiraan para ahli ekonomi. Hal ini tentunya disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena lonjakan jumlah ekspor barang dalam negeri dan perbaikan ekonomi makro.

Sayangnya kabar baik ini juga diikuti dengan meningkatnya jumlah utang pemerintah Indonesia. Berikut merupakan daftar jumlah utang RI per tahunnya sejak 2004:

Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun

Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun

Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun

Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun

Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun

Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun

Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun

Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun

Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun

September 2013: Rp 2.273,76 triliun

Januari 2014: Rp 3.042,751 triliun

Pendidikan

Dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan dalam APBN selalu diusahakan untuk mencapai 20%, sesuai dengan yang tertera dalam UUD 1945. Biaya ini sudah termasuk gaji para pendidik. Pun di tahun 2014, jumlah anggaran tersebut mencapai Rp. 371,2 triliun, lebih tinggi 7,5 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah guru di Indonesia berbanding dengan murid yang ada adalah 1:18, melebihi beberapa negara lainnya di Asia, bahkan di Korea Selatan. Hal ini sudah baik adanya, namun juga harus diikuti dengan penyebaran tenaga pengajar yang adil di seluruh daerah Republik Indonesia.

Usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan, namun pada kenyataannya masih banyak kekurangan pada sistem pendidikan di negri kita. Misalnya saja masih banyak guru yang berpendapatan kurang dari 300 ribu perbulannya.

Kesehatan

Jika jumlah perbandingan guru dengan murid di Indonesia sudah sangat baik, jumlah perbandingan dokter dengan penduduk justru sangatlah terpuruk. Jumlahnya mencapai 3 dokter untuk 10.000 penduduk. Hal ini disebabkan karena kurangnya usaha pemerintah untuk menyekolahkan mereka yang berkeinginan untuk menjadi seorang dokter namun terkena halangan biaya.

Indikator kesehatan Indonesia dari tahun ke tahun memang terus meningkat jika dilihat indikasi makronya, misalnya angka kematian bayi dan cakupan imunisasi. Akan tetapi bila dibandingkan dengan negara tetangga, peningkatan ini sangatlah lamban dan perlu untuk ditingkatkan.

Sisi positifnya, semakin banyak masyarakat yang paham dan peduli dengan kesehatan mereka. Ini dikarenakan adanya penyuluhan dan pembangunan puskesmas dan posyandu secara menyeluruh di Indonesia.

 

Kinerja Presiden SBY menurut keempat bidang tersebut sebenarnya sudah cukup baik. Masyarakat juga merasakan banyaknya hal positif yang telah dihasilkan mantan Presiden SBY bersama dengan kabinetnya, terutama pada pemerintahannya selama 2004 – 2009.

Kendatipun, banyak hal yang masih bisa dikembangkan karena walau perencanaannya sudah baik, pelaksanaannya kurang optimal.

Semoga saja dibawah kepemimpinan presiden yang baru, negara Indonesia dapat semakin maju dalam segala bidang.

 

gaby

sumber:
http://www.tnp2k.go.id/id/kebijakan-percepatan/perkembangan-tingkat-kemiskinan/
http://www.dw.de/ekonomi-indonesia-melambat/a-17409010
http://economy.okezone.com/read/2014/03/19/20/957589/utang-luar-negeri-ri-capai-rp3-000-triliun-di-awal-tahun
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3723
https://www.facebook.com/Kemdikbud.RI/posts/420936171349162
http://health.kompas.com/read/2013/05/22/09522188/Soal.Kesehatan.Indonesia.Tertinggal.dari.Tetangga
http://health.liputan6.com/read/538536/rasio-dokter-dan-penduduk-indonesia-paling-buruk-se-asean

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Discover

Sponsor

Latest

Kesederhanaan yang Kaya: Pendidikan Menurut Orang Rimba

Seringkali kita beranggapan bahwa pendidikan di luar negeri itu lebih maju, kehidupan lebih sejahtera, sehingga banyak dari kita yang memutuskan untuk meninggalkan...

MENYATUKAN IDE DALAM FILM | INTAN KIEFLIE & STUART SIMPSON

Di tengah kerumunan massa Under The Stars- salah satu program acara Indonesian Film Festival(IFF) Australiayang ke-13 - terlihat wajah akrab seorang aktris sekaligus produser...

YUKK Ikut “AIBF 2017”-nya PPIA Monash University!

Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia ranting Monash University atau yang lebih dikenal dengan nama beken-nya PPIA Monash adalah suatu wadah organisasi pelajar Indonesia yang beranggotakan...

SAPE BERKEPALA BURUNG HANTU

Di suatu hari yang cerah diriku bertemu dengan Sam. Gw:          "Halo Sam apa kabar?" Sam:         "Baik-baik saja, Bang Enos." Gw:          "Gw mau tanya, itu apa yang lagi...

Dr. Ronald Halim | Ilmuwan Muda Indonesia di Negeri Kangguru

Ditemui di acara Melbourne Knowledge Week pada Mei 2017 yang lalu, Dr. Ronald Halim adalah seorang ilmuwan Indonesia yang bergerak di bidang sumber daya...