TEMU LAWAK 2021 : Mengukir Kisah

Acara tahunan yang diadakan oleh PPIA Victoria yaitu TEMU LAWAK, kali ini dilaksanakan secara virtual. Melalui Zoom meeting acara tersebut dilaksanakan pada dua hari berturut-turut, yaitu tanggal 19 dan 20 November 2021. Dengan tamu-tamu undangan yang keren, penampilan live music juga pemutaran musik video yang dibuat oleh tim produksi TEMU LAWAK membuat acara kali ini tidak akan terlupakan.

Workshop Menulis Skenario Bersama Raditya Dika

Raditya Dika dalam Temu Lawak 2021

Pada hari pertama, para peserta TEMU LAWAK 2021 disuguhkan materi-materi menarik dari salah satu penulis terkenal Indonesia yang karya-karyanya juga diangkat menjadi sebuah film, yaitu Raditya Dika. Ia mengangkat materi penting yaitu ‘Scriptwriting workshop: Elevate Your Creativity’.

Walau hanya diberi kesempatan 30 menit menyampaikan materi mengenai menulis skenario, Radit membuat penjelasannya secara singkat dan padat. Ide awalnya dalam membuat suatu skenario yaitu adalah tema yang akan diangkat, dilanjutkan dengan menemukan ‘kegelisahan’, penentuan karakter beserta sifatnya, penyusunan premis, penentuan ‘intro-konflik-konklusi’ lalu pembuatan adegan-adegan menarik.

Beberapa tips untuk para content creator Indonesia dari Radit yaitu,

  • Buat skenario yang bakal ditampilin di kamera, showing not telling
  • Buat adegan komedi dengan mematahkan ekspektasi, bukan dengan perilaku-perilaku yang lucu
  • Jangan pernah bikin film dengan pesan moral

Daripada pesan moral, Radit lebih suka menyebutnya dengan ‘Story Argument’. Berbeda dengan pesan moral, story argument itu belum tentu bagus. Ia memberikan contoh film terkenal ‘Joker’ yang dimana memiliki story argument “Orang baik bisa menjadi jahat kalau dijahatin terus”.

Ia juga memberikan tips mengenai bagaimana meloloskan suatu skenario ke industri perfilman Indonesia

“Industri film itu sangat sulit ditembus, karena sulit juga untuk seorang produser membiayai seorang penulis baru, biaya dari membuat film tentu tidak murah bahkan bisa milyaran, caranya kalian harus buat pengalaman dulu, misal dengan membuat film-film pendek atau konten lainnya, untuk meyakinkan produser”

Setelah selesai dengan materinya, Radit melanjutkan dengan workshop menulis skenario bersama para peserta acara. Workshop tersebut berlangsung sangat seru dan menarik karena diselingi dengan komedi-komedi lucu olehnya.

Bincang Creativepreneur dengan Putri Tanjung

Tamu kedua pada hari pertama TEMU LAWAK 2021 adalah Putri Tanjung, salah seorang staf khusus Presiden Indonesia Bapak Jokowi yang juga seorang creativepreneur.

Putri Tanjung dalam Temu Lawak 2021 (kanan)

Putri memberikan banyak tips bagi anak-anak muda Indonesia jika ingin menjadi seorang creativepreneur tapi tidak memiliki modal, selain menjalin partnership yaitu seperti mencari mentor dan mengikuti acara-acara seperti TEMU LAWAK ini, untuk menjalin banyak koneksi dengan orang lain. Selain itu juga tidak kalah penting adalah niat, kematangan dan action plan.

Menurutnya “Gak semua orang bisa jadi pengusaha, gak semua orang harus jadi pengusaha. Tapi seseorang paling tidak memiliki mindset creative entrepreneurship”.

Ia juga membagikan kualitas seperti apa yang dia butuhkan untuk memilih karyawan yaitu:

  • Mauu belajar hal baru
  • Memiliki visi misi yang sama
  • Memiliki mimpi besar
Live performance Alexandra Teh dalam Temu Lawak 2021

Ia menuturkan bahwa working culture nya itu sangat Open, seluruh karyawannya bisa berpendapat dan berkomentar. Ia memancing karyawannya untuk banyak berfikir kreatif.

Satu hal menarik yang mengejutkan adalah saat ia berkata, “To be honest, aku gak suka baca”. Saat peserta acara menanyakan literatur yang digunakannya untuk banyak mempelajari creative entrepreneur, ia berkata bahwa ia tidak suka membaca, Putri banyak belajar dari Youtube dan pengalaman orang lain. Dia biasanya akan fokus untuk mengamati kegagalan, maka ia akan mempelajari bagaimana langkah untuk bangkit.

“Jangan takut coba hal baru, karena kalau gak dicoba lo gak bakal tau apa yang lo suka atau apa yang lo bisa”

Hari kedua TEMU LAWAK 2021 tidak kalah seru dengan hari pertama. Diawali dengan live performance dari Alexandra Teh dengan membawakan tiga lagunya. Acaranya ini dihadiri oleh dua tamu utama lagi.

Ekonomi Kreatif bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Tamu pertama di hari kedua TEMU LAWAK 2021 adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno. Saat ini ekonomi kreatif Indonesia memiliki 17 sektor yang dipegang oleh Pak Menteri. Indonesia menduduki posisi ketiga peringkat ekonomi kreatif dunia, dibawah Amerika dan Korea Selatan (disebutkan oleh Sandiaga).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno dalam Temu Lawak 2021 (kanan)

Ia menyinggung mengenai warganet Indonesia yang 88,1 % pengguna sosial media, menggunakan e-commerce. Maka dari itu digitalisasi itu sangat membantu untuk membangkitkan perekonomian Indonesia.

Ia sangat berharap bahwa PPIA dapat berpartisipasi untuk menjadi digital talent, bukan hanya mencari kerja tapi juga menciptakan lapangan kerja.

Pak Menteri juga menyinggung mengenai teknologi saat ini itu harus diseimbangkan, karena kemajuan teknologi yang semakin pesat maka akan ada kesenjangan sosial yang semakin besar. Ada yang semakin maju tapi ada juga yang semakin terbelakang karena perkembangan teknologi.

Ia banyak berharap PPIA membantu untuk mengenalkan mengenai Indonesia diluar negeri, misal dunia perfilman Indonesia dan tempat wisata yang disebutkannya 5 destinasi superprioritas milik Indonesia:

  • Danau Toba
  • Candi Borobudur
  • Sirkuit Mandalika
  • Labuan Bajo
  • Likupang

Edukasi Finansial bersama Felicia Putri

Menyambut kalimat bapak menteri mengenai ‘lapangan kerja’, tamu kedua di TEMU LAWAK 2021 hari kedua yaitu Felicia Putri berkata:

Felicia Putri dalam Temu Lawak 2021 (kanan)

“At least kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu, baru setelahnya kita bantu orang lain. Buat diri kita cukup dulu, baru membuat lapangan kerja untuk orang lain”

Dalam kesempatan ini, ia membawakan materi mengenai Financial education: Investment for Milennials. Felicia disebut sebagai ‘investment storyteller’ karena menurutnya investment itu berawal dari cerita, baru akan masuk pada data dan angka.

Ia mengatakan, “Menabung itu membiarkan uang kita beristirahat. Berinvestasi itu membuat uang bekerja untuk kita”. Namun, investasi dilakukan jika uang itu berlebih dan seluruh kebutuhan sudah terpenuhi.

Tangkapan layar materi yang disampaikan oleh Felicia Putri

Variabel utama invest ada tiga, modal-waktu-return. Kalau bisa untuk memenuhi ketiganya maka itu sangat baik, tapi ada keadaan dimana salah satu atau dua itu lemah, misalkan modal. Jika seperti itu, caranya adalah menguatkan salah satu.

Dalam piramida perencanaan keuangan yang ditampilkannya, invest itu berada di 3 tempat setelah dana darurat dan asuransi. Juga sebelum berinvestasi, yang harus ditentukan adalah goal. Semakin besar goal yang ingin dituju, maka akan semakin besar pula motivasi untuk berinvestasi. Jika ragu akan investasi karena keberuntungan, ia berkata bahwa keberuntungan pun ada formula-nya, yaitu kesempatan dan kesiapan, yang dimana kesiapan itu dapat dikontrol oleh diri sendiri.

Mengenai dimana kita harus memilih berinvestasi, menurut Felicia itu bergantung pada diri sendiri. Kenali diri sendiri terlebih dahulu, “seperti apa kita sanggupnya?”, “apa waktu kita cukup?”. Setelah itu kita dapat menemukan investasi yang cocok untuk kita.

Pemutaran Musik Video “Mengukir Kisah Hiruk-Pikuk Pandemi”

Setelah selesai dengan dua tamu utama dihari kedua TEMU LAWAK 2021, dilanjutkan atau diakhiri dengan pemutaran musik video yang diproduksi oleh tim TEMU LAWAK dengan berisi 4 (empat) lagu berjudul:

  • Protokol (mengenai masa pandemi yang berkaitan erat oleh protokol kesehatan)
  • Cari dan Beli (mengenai panic buying yang terjadi karena lockdown)
  • Takeaway (mengenai restoran atau tempat makan lain yang tidak bisa makan ditempat)
  • Lewati bersama (mengenai perjuangan melewati pandemi yang dilakukan bersama-sama)

Seluruh lagu yang ada dalam musik video tersebut dapat didengarkan pada semua streaming platform, dan jika kamu ketinggalan untuk melihat tayangan eksklusif dari musik video tersebut, kamu bisa menontonnya pada channel Youtube PPIA Victoria.

Tangkapan layar pemutaran eksklusif music video “Mengukir Kisah Hiruk-Pikuk Pandemi”

TEMU LAWAK 2021 sangat berkesan bagi banyak orang, walaupun dilakukan secara virtual karena pandemi yang belum juga berlalu tidak mengurangi antusiasme peserta TEMU LAWAK untuk mengikuti acara hingga akhir.

Thebiana

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Wanita Harus Utamakan Kesehatan Diri Sendiri

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne menggelar seminar kesehatan bertajuk “My Health First” di Ruang Bhinneka gedung KJRI Melbourne pada...

PPIA Victoria Sambut Mahasiswa Baru dengan Networking Party

Dalam rangka menyambut para mahasiswa Indonesia di awal tahun pelajaran 2022, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) cabang Victoria mengadakan acara Networking Party pada Sabtu,...

Jangan Abaikan Kesehatan Mental

Pentingnya kesehatan mental seringkali diabaikan dalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang tak kasat mata. Di Indonesia sendiri, konsep penyakit atau gangguan mental masih dianggaptabu bahkan dipandang...

Menengok Performa Penari Indonesia di East Meets West Lunar Year Festival 2020

Di Minggu sore yang cerah pada pertengahan Januari, para penari Indonesia kembali menunjukkan performa terbaiknya dalam acara tahunan Lunar Year Festival 2020 yang bertempat...

HARI PEREMPUAN SEDUNIA BERSAMA WASEMA

Setiap 8 Maret, selama satu hari penuh rakyat dunia merayakan segala pencapaian sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik yang telah diraih oleh para perempuan. Selama sekitar seabad...