Dengan semakin terbatasnya lahan, terutama di kota-kota besar, maka tren membangun properti bukan lagi ke samping tetapi ke atas alias lebih dari satu tingkat. Tidak dapat dihindarkan tangga selalu ada dalam bangunan (rumah tinggal dan komersial) yang dibangun. Tangga menjadi bagian vital dalam properti, sarana penghubung antara lantai.

Bagaimanakah tangga yang ideal sesuai dengan kaidah feng shui? Pertanyaan yang makin sering penulis dapatkan. Banyak kekeliruan yang beredar mengenai tangga. Meski jumlah anak tangga ada 21 atau 22, bukan berarti tangga tersebut sudah baik secara feng shui.

Untuk mengatakan tangga ideal harus kita analisa beberapa faktor. Dimana letak / lokasi tangga, bagaimana arahnya, apakah bentuknya baik dan juga faktor berapa jumlah anak tangganya.

Tangga berfungsi sebagai alat penghubung dan penyalur aliran energi antara lantai dalam bangunan. Aliran energi (qi) yang masuk melalui pintu utama akan bersirkulasi ke semua ruangan dalam rumah, termasuk yang ada di lantai atas. Tangga lah yang menjadi alat bagi qi untuk naik dan turun.

Tangga juga adalah sebuah lubang besar di dalam bangunan. Dengan strukturnya yang tergantung, tangga mempunyai efek negatif. Efek jelek tangga ini mirip dengan efek negatif dari balok, tiang dan atau kolom konstruksi bangunan jika berada di posisi yang salah. Tangga dengan feng shui yang baik dapat meningkatkan energi positif (sheng qi) dan sekaligus menetralisir energi negatif (sha qi), sebaliknya tangga yang jelek feng shuinya dapat mengganggu aliran sheng qi dan merubah energi tersebut menjadi sha qi. Tangga yang tidak baik akan menjadi sumber sha qi yang dapat mengganggu kehidupan penghuni rumah. Tanpa tangga yang baik maka energi antara lantai tidak akan seimbang, yang tentunya tidak baik untuk penghuni rumah.

Ada beberapa teori dan pendapat yang berbeda mengenai lokasi tangga yang baik. Masing-masing mempunyai alasan mengapa mereka berpendapat demikian. Berdasarkan pengalaman penulis selama ini, lokasi yang baik dan cocok untuk tangga tidak sama untuk setiap bangunan. Meski begitu, lokasi tangga tidak boleh terlalu dekat dengan pintu utama. Efek dari tangga yang berlokasi dekat dengan pintu utama biasanya dalam aspek finansial dan hukum. Efek jeleknya akan berlipat kalau tangga berada satu garis lurus dengan pintu utama. Awal dan akhir tangga juga harus dianalisa. Apakah terdapat cukup ruang dan proposional. Hal ini untuk menghindari aliran qi yang terlalu cepat.

Arah tangga juga harus diperhatikan, hindari tangga yang mengarah ke pintu masuk, ke kamar mandi atau toilet. Hal tadi akan membuat sebagian besar qi hilang dan bangunan kekurangan qi. Pintu kamar tidur, ruang kerja dan atau belajar, pintu dapur jangan berhadapan langsung dengan mulut tangga, karena efek negatifnya sama seperti efek “poison arrow.”

Sebaiknya tidak memilih tangga dengan bentuk spiral, karena bentuknya dapat membuat qi mengalir sangat cepat sehingga efeknya mirip seperti pusaran angin. Aliran dan sirkulasi qi dalam bangunan akan tidak stabil karenanya. Paling parah kalau tangga spiral berada di tengah bangunan.

Bentuk lain yang tidak baik ialah tangga yang terlalu curam, efeknya sama seperti pada tangga berbentuk spiral, qi menjadi terlalu cepat. Faktor keseimbangan besar tangga dengan ukuran bangunan juga sangat penting. Tangga yang terlalu sempit dan kecil atau tangga yang terlalu lebar dan besar akan membuat aliran energi antara lantai tidak lancar.

Tangga yang bagian antar anak tangganya atau undakannya kosong (tidak solid) sebaiknya dihindari. Qi tidak akan maksimal mengalir antara lantai dalam bangunan. Tangga dengan railing / pegangan jauh lebih baik ketimbang tangga tanpa railing. Akan lebih ideal lagi kalau menggunakan model railing yang penuh. Dengan railing yang baik, qi dapat maksimal mengalir ke atas dan bawah. Bentuk tangga yang baik akan membuat qi mengalir dengan baik dan lancar antara lantai dalam bangunan, memiliki tinggi dan lebar anak tangga yang nyaman untuk dinaiki. Bentuk tangga yang baik dapat membuat qi bersirkulasi dengan baik ke bagian atas dan bawah.

Hal lain yang harus diperhatikan ialah berapa jumlah anak tangga. Jumlah anak tangga yang baik ialah ganjil (11, 17, 21). Tetapi kalau hal tadi tidak memungkinkan, pilihan lain ialah dengan anak tangga berjumlah 6, 12, 16 atau 22.

Dengan memperhatikan semua faktor di atas tadi (lokasi, arah, bentuk dan jumlah anak tangga) kita dapat mengambil kesimpulan apakah tangga dalam suatu bangunan sudah baik atau tidak berdasar kaidah feng shui.

Memang sepintas seperti soal sepele, hanya masalah tangga. Tetapi tangga dapat menimbulkan dan menentukan baik atau buruk suatu bangunan secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi aspek kehidupan penghuninya.

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / suhanalim@gmail.com