TANAH/IMPIAN, MIMPI NYATA BANGSA INDONESIA

Menjelang penghujung tahun lalu, salah satu galeri di Footscray Community Art Centre (FCAC) dipenuhi oleh mimpi Bangsa Indonesia selama 100 tahun terakhir. Dimulai dari mimpi untuk merdeka sampai mimpi untuk menjadi sukses dan kaya raya. Semuanya itu terangkum dalam 24 ilustrasi karya studio Krack! yang dicetuskan pertama kalinya oleh Prihatmoko Moki, Rudi Hermawan dan Malcolm Smith.

Eksibisi yang berlangsung hampir satu bulan tersebut diberi judul yang simpel namun dalam dan puitis, ‘Tanah/Impian’.

Tiap ilustrasi yang terpajang dalam bingkai merupakan gambar ulang dari berbagai poster, iklan, komik dan sumber-sumber publikasi lainnya yang pernah beredar di Indonesia. Misalnya saja iklan rokok kretek berupa ilustrasi burung yang keluar dari sangkarnya, yang mencerminkan keinginan masyarakat Indonesia untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik. Contoh lainnya merupakan iklan ‘Indonesian Maids on Sale’ di surat kabar luar negeri yang merupakan bukti harapan banyak masyarakat Indonesia yang ingin menjadi kaya walau harus menanggung banyak penderitaan.

Walau berupa gambar ulang, karya-karya tersebut bukanlah merupakan jiplakan semata, melainkan hasil dari proses pemberian makna dan perspektif baru. Saat menelusuri gambar-gambar yang terpanjang di dinding tersebut, para pengunjung dapat merasakan warna warni serta manis dan pahitnya perjalanan kita sebagai Bangsa Indonesia. Krack! tidak bisa dipungkiri telah berhasil menunjukan identitas bangsa Indonesia dengan cara yang baru dan unik.

Melalui ‘Tanah/Impian’ pun kita diajak untuk merefleksikan kembali prinsip yang kita pegang dan apa yang selalu kita prioritaskan dalam kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai komunitas dan bangsa.

Rupanya pada awalnya studio Krack! ingin memulai projek mengenai propaganda politik di Indonesia mengingat 2014 merupakan tahun pemilu. Namun sayangnya telah terlalu banyak hasil karya dan essay mengenai topik tersebut. Akhirnya Krack! memutuskan untuk menyampaikan cerita yang lebih unik dan jarang dihiraukan oleh masyarakat. Mereka pun dengan cepat menemukan bahwa banyak iklan, majalah, film dan material lainnya; menyimpan banyak bukti mimpi yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia. Dari sana Krack! mulai mengumpulan banyak sumber dan informasi untuk membentuk eksebisi ‘Tanah/Impian’.

Eksibisi ini juga merupakan edisi kedua dari hasil nyata dari program FCACheartsJogja 2014 yang merupakan kerjasama antara Department of Foreign Affairs and Trade, Contemporary Pacific Art Festival (CPAF), Footscray Community Art Centre dan seniman Yogyakarta. Program ini memberikan kesempatan bagi seniman dari Indonesia dan Australia untuk bertukar pikiran dan perspektif.

 

07 NGELIPUT - Tanah Impian-6

07 NGELIPUT - Tanah Impian-3

07 NGELIPUT - Tanah Impian-5web

07 NGELIPUT - Tanah Impian-7

gaby

Discover

Sponsor

Latest

N.O.W (Night of Worship) with Vita Adam

Praise & Worship Seminar and Praise & Worship Night            Di bulan Agustus 2014, kembali gereja Indonesia berbasis di Melbourne city, Replique Ministry, merayakan anniversary...

MIA ANGKAT KARYA 5 SENIMAN BEDA LATAR BELAKANG

  Untuk pertama kalinya Museum of Indonesian Arts (MIA) mempersembahkan hasil karya lima seniman Indonesia yang bermukim di Melbourne pada pameran seni yang ke-17. Etty...

AHMAD NAUFAL ALFATH (ALFATH) – Presiden

BAGAIMANA RASANYA PUASA DI MELBOURNE DAN JAUH DARI KELUARGA DI INDONESIA? Ada senang dan sulitnya juga. Senangnya karena puasa di...

Takut Sampai Terkencing-kencing!

Huángdì Nèijīng alias the Inner Canon of the Yellow Emperor atau Esoteric Scripture of the Yellow Emperor merupakan "bible" bagi kita yang tertarik (secara...