Inspirasi. Seperti apakah bentuk dari yang disebut sebagai sebuah inspirasi itu? Bagi beberapa orang sebuah inspirasi hadir dalam rupa suatu benda, dimana orang lain menemukan inspirasi dalam rupa seseorang. Banyak tulisan menyuarakan bagaimana sebuah inspirasi membawakan begitu banyak hal positif – meningkatkan kesejahteraan seseorang, memfasilitasi kemajuan menuju suatu tujuan, memaksakan perilaku kreatif, dan banyak dampak positif lainnya terhadap kehidupan seseorang. Mengenali hal ini, Dino Patti Djalal turut mempersembahkan kepada masyarakat Indonesia sebuah tempat penuh figur-figur inspiratif: SUPERMENTOR.

Supermentor berawal sebagai sebuah komunitas mentor kecil dengan julukan Supermentor Inkubator berisikan 20 orang member pada tahun 2014. Program yang bervisi mempertemukan figur-figur penting nan inspiratif kepada masyarakat publik ini begitu dicintai dan diterima baik oleh masyarakat Indonesia sehingga sekarang telah tumbuh menjadi sebuah platform yang populer. Beberapa pekan lalu, untuk kedua kalinya Supermentor datang ke Melbourne untuk berbagi cerita dan inspirasi kepada komunitas Indonesia setempat.

“Sejak acara Supermentor pertama di Melbourne pada tahun 2017, antusias murid-murid Indonesia serta para diaspora lokal cukup menggemparkan. Mereka begitu senang akan pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang mereka dapatkan dari para mentor yang berpresentasi. Dari sini kita menyimpulkan bahwa Supermentor memiliki market atau viewers yang besar di Melbourne, lalu karena kita cukup familiar dengan komunitas Indonesia di Melbourne maka kita memberanikan diri untuk kembali mempersembahkan Supermentor. Tidak terduga juga bahwa antusias akan kunjungan kedua kami ini jauh lebih tinggi dari yang sebelumnya, walau persentase audiens yang adalah murid atau mahasiswa di Jakarta lebih besar daripada yang di Melbourne,” sebut Mohamad Irfan selaku salah satu project organizer Supermentor.

Konsul Jendral Spica Tutuhatunewa turut menambahkan bahwa Melbourne merupakan tempat yang tepat bagi Supermentor untuk dilaksanakan karena kota ini merupakan kota anak muda, kota penuh inovasi, dan kota yang kreatif. Dengan begitu, beliau berharap terutama bagi kalangan muda di Melbourne untuk mendengar dan mengimplementasikan nilai-nilai dan pelajaran-pelajaran yang dibagikan pada hari itu.

Kali ini, Supermentor menggiring cerita dan pengalaman dari founding father Supermentor ID dan mantan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat Dr. Dino Patti Djalal, Gubernur provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil, juga aktris multitalenta yang cantik jelita Cinta Laura Kiehl. Setiap dari mereka memiliki peran yang berbeda sebagai masyarakat dunia mereka merupakan sebuah paket lengkap yang mampu merepresentasikan ragamnya kelompok generasi yang datang – Cinta Laura sebagai representasi dari kelompok generasi muda, Ridwan Kamil merepresentasikan pihak pemerintah, dan Dino Patti Djalal dari pihak Supermentor.

Terlepas dari itu, satu hal yang dengan menonjol dapat dihubungkan pada kehidupan penonton adalah bagaimana ketiga mentor ini pernah merasakan kehidupan sebagai seorang diaspora di negara asing.

Semua orang yang awalnya tampak begitu serius menanti dimulainya acara tergelak ceria ketika mendapati Dino Patti Djalal membuka diskusi dengan sebuah permainan tebak-tebakkan lucu mengenai Indonesia. Berhasil mencerahkan suasana, ia lalu mulai bercerita mengenai kehidupannya dan bagaimana ia beranjak dari seorang pencuci piring hingga dipilih sebagai Duta Besar Indonesia. Pria yang dahulu bekerja sebagai juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menggiring penonton yang hadir untuk sebagai satu Bangsa Indonesia dengan curahan seluruh tenaga menjadi yang terbaik. Hal ini secara khusus ia tujukan kepada generasi berikut yang berkuasa mengontrol masa depan Indonesia.

Salah satu dilemma anak muda yang Dino sadari adalah bahwa generasi muda dunia saat ini hidup di antara begitu melimpahnya peulang, namun tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, bahkan mereka melewatkannya. Atau begitu mereka mendapatkannya mereka gagal memenuhi janjinya.

Dalam sesi presentasinya Dino menjelaskan cara-cara para audiens terutama para anak muda dalam memenuhi begitu banyak peluang dengan baik melalui pengalaman pribadi dirinya. Satu hal penting yang ia inginkan untuk dingat oleh setiap hadirin adalah bahwa setiap orang memiliki sesuatu hal yang istimewa tentang mereka, baik hal yang kecil atau besar. Ia menyadarkan semua orang yang hadir bahwa dengan keunikan masing-masing itu, setiap orang memiliki ruang untuk tumbuh dari seperti apa kita hari ini menjadi apa yang kita bisa harapkan di masa depan.

Tetapi kesuksesan kita menuju tempat di masa yang mendatang bergantung pada perjalanan kita dan usaha yang kita curahkan di dalamnya. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ini turut memberikan kepada semua yang hadir nilai yang selalu diajarkan ayahnya kepadanya yaitu untuk tumbuh meraih potensi kita semaksimal mungkin. Manusia harus mulai bekerja bukan demi mengejar uang, posisi, atau kekuasaan melainkan untuk reputasi, kepercayaan dan pencapaian.

“Semua hal baik akan datang kepada Anda secara alami jika Anda hanya fokus akan upaya Anda memenangkan kepercayaan orang-orang di sekitar Anda, membawa nilai lebih di dalam pekerjaan Anda, dan menjaga reputasi baik alih-alih berfokus pada hal-hal lain,” ujar Dino Patti Djalal di atas panggung.

Selanjutnya, Cinta Laura Kiehl yang untuk kali pertama hadir di depan ratusan pasang mata meneruskan acara dengan menceritakan kisahnya sebagai bagian dari generasi muda. Salah satu hal yang ia ingin tanamkan kembali adalah individualistis adalah suatu hal yang tidak sehat karena sebagai makhluk sosial, menjalani hiddup sendiri berarti berusaha menentang sifat dari seorang manusia. Menjalani hidup individualis tidak hanya berarti mengunci diri dan menjauhkan diri dari interaksi sosial, tetapi hal-hal kecil yang menjunjung tinggi diri Anda sendiri lebih daripada yang lain atas dasar beragam alasan.

Mengenai hal ini pula Cinta Laura ingin menekankan bahwa sebagai makhluk sosial kita harus mulai beraktivitas dengan mengedepankan keuntungan atau kepentinginan orang banyak, tidak hanya terhadap orang-orang yang kita kenal saja. Ia yang kurang dari setahun lalu menjabatkan diri sebagai duta kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak saat ini telah meramu sebuah organisasi bernama KIEHLERS community; sebuah komunitas melawan bullying, kekerasan, dan negativity. Cinta sadar bahwa dengan posisi dan pengetahuan yang ia miliki, ia dapat berbagi kepada masyarakat Indonesia dalam mengajarkan mereka akan nilai-nilai sosial.

Wanita yang tidak lama meluncurkan usaha busana olaraga ini terjun ke dalam dunia entertainment sebagai seorang aktris dan penyanyi sejak usia belia. Cinta merasakan tumbuh sebagai seorang anak yang masih tergolong polos akan bagaimana realita dunia dan terpaksa untuk tumbuh dewasa dalam tempo waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan anak-anak sebayanya, ia pun harus merelakan beberapa kesenangan masa kecilnya karena pekerjaan yang digeluti.

“Rasa sakit, stress, dan tekanan itulah yang akhirnya memotivasi saya untuk membuktikan kepada semua orang bahwa saya bukanlah hanya seorang penyanyi, seorang selebriti, seorang bintang kanak-kanak yang menang muka saja, tetapi bagaimana saya bisa membuktikan bahwa orang-orang salah menanggapiku. Hal itu sangatlah tidak mudah terutama dengan pekerjaanku yang membutuhkan ketekunan dan pengabdian penuh sehingga membagi waktu adalah hal yang begitu sulit,” akunya.

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil membalut diskusi dengan guyonan yang menyenangkan. Untuk kali kelima ia telah berkunjung ke Melbourne dan sebagai salah satu nara sumber yang diundang untuk berbicara di Supermentor, ia berbagi kisah kepada para audiens mengenai cara bagaimana ia bisa menjadi sesorang yang produktif dan berguna bagi masyarakat sekitarnya.

Meneruskan apa yang dikatakan Cinta Laura dalam presentasinya, Ridwan menekankan bahwa hidup kita tidak boleh hanya ditujukan pada diri kita sendiri tetapi kepada orang di sekitar kita. Figur politisi ini ingin mengajarkan kepada masyarakat Indonesia untuk memberikan kembali kepada sekitar kita. Sebagai pejabat pemerintah hal ini ia lakukan melalui banyak projek yang ia luncurkan yang diutamakan untuk area-area rural di Jawa Barat, sebut saja aplikasi Fish Finder dan Mpus (mobile puskesmas).

Menyebut dirinya sebagai ‘multi dimensi’, Ridwan Kamil memiliki pandangan bahwa dunia menjadi semakin kompetitif. Maka dari itu, dalam dunia bekerja, manusia tidak cukup hanya memiliki otak yang pintar namun harus memiliki sebuah keahlian yang unik. Sebagai contoh adalah dirinya sendiri yang merupakan mantan arsitektur. Ia sangat mencintai desain arsitektural dan merupakan sebuah gairah yang tidak akan pernah dapat ia lepaskan. Karena hal itu, ia mendapat tawaran dari suatu daerah di Palestina untuk merancang masjid untuk mereka dan keahlian ini pula membuatnya dianugerahi penghargaan British Council’s Young Creative Entrepreneur pada 2006.

Selama ia berkeliling Melbourne, Ridwan Kamil menyebarkan berita gembira kepada komunitas Indonesia bahwa dengan kian meningkatnya perekonomian Indonesia, beliau sangat optimis bahwa pada tahun 2045 Indonesia dapat menempati peringkat keempat secara ekonomi di dunia. Demi mewujudkan hal ini untuk terjadi, alumni University of California, Berkeley ini menciptakan sebuah bisnis kedai kopi dengan nama Jabarano Coffee. Pasalnya, menurut Ridwan, ia mengalami kesulitan dalam mencari tempat-tempat makan Indonesia dibandingkan begitu banyaknya tempat makan Thailand, Chinese, juga Vietnam. Dalam mendalangi bisnis tempat makan Indonesia, ia bertanya pada diri sendiri, apa yang dapat diterima oleh masyarakat dunia. Jawaban dari pertanyaan itu adalah kopi!

Satu hal lagi yang ia sadari dari dunia zaman now ini adalah dunia semakin digital. Namun karena semua tekanan dan koneksi yang dilakukan melalui sosial media atau teknologi, Ridwan Kamil dengan berat hati harus menangani penyakit barudi Indonesia yakni phone addiction. Dari situ ia menyadari betapa buruknya dampak yang juga mampu dibawa oleh kecanggihan teknologi bila tidak diimbangi dengan edukasi, terutama dalam menyebarkan berita-berita yang tidak benar.

“Suatu saat salah satu follower twitter saya bercerita kepada saya bahwa ia baru saja mendapatkan handphone Xiao Mi – nya digantikan dengan Samsung dikarenakan ibunya yang mendengar bahwa virus Corona dapat tersebar melalui merk Xiao Mi. Hal-hal seperti inilah yang membuat publik bingung. Maka dari itu, pesan saya kepada masyarakat Indonesia adalah apabila berita-berita tersebut tidak berasal dari kompas, detik.com, cnn, atau perusahaan media besar lainnya maka janganlah dipercayai!” ujar Ridwan Kamil.

Apa Kata Mereka?

Emily Heng
Mahasiswi Monash University, pengurus AIYA

Saya pikir Supermentor adalah kesempatan istimewa untuk mendengar dari orang-orang Indonesia yang sangat berpengalaman di bidangnya. Para pembicara berasal dari beragam portofolio di pemerintahan, bisnis, hiburan, dan banyak saran mereka dapat diterapkan dalam berbagai skenario. Karena itu saya percaya bahwa semua peserta AIYA mengambil tips yang akan membantu mereka dalam pengembangan profesional mereka, terlepas dari latar belakang mereka. Secara khusus, presentasi Pak Dino mengejutkan saya – dia menekankan pentingnya analisis ke depan dan saya pikir ini adalah keterampilan yang sangat penting ketika bekerja di ruang bilateral Australia-Indonesia. Supermentor telah mengilhami saya untuk fokus pada pengembangan keterampilan saya dalam analisis ke depan, prediksi dan perencanaan. Selamat PPIA atas penyelenggaraan acara ini!

Mohamad Irfan
Pengurus Supermentor

Kami berharap sebagai tim Supermentor untuk program kami memberikan dampak yang baik terhadap anak-anak muda Indonesia dimanapun mereka berada, khususnya dalam membantu mereka membangun kepercayaan diri, keahlian dan tetunya wawasan mereka. Kita berharap bahwa pengalaman-pengalaman yang dibagikan para mentor yang hadir dapat menginspirasi mereka.

Bintang