Suara musik dan penyanyi mengalun merdu di kapal Calypso Lady yang berlayar dari Docklands ke Williamstown di Melbourne, Australia, beberapa saat lalu.

Bertajuk “Sunset Cruise Down The Memory Lane”, para penyanyi dari grup musik Aneka Ria Safari yang baru saja terbentuk sekitar lima bulan sebelumnya, membawakan 30 buah lagu nostalgia Indonesia maupun barat. Lagu berjudul “Kasih” yang dibawakan oleh Aya Permatasari membuka acara yang dimulai saat kapal berlayar di pukul 6 sore tersebut. 

Tidak ada satu detik keheningan karena lagu dari penyanyi yang berjumlah 10 orang tersebut selalu memenuhi ruangan bawah yang dihiasi sorotan lampu warna-warni dari kapal dua lantai tersebut. 

Ditemani lantunan lagu-lagu, tamu-tamu yang ikut berlayar hari itu juga ditemani oleh makanan khas Indonesia mulai dari yang berat hingga ringan serta minuman-minuman segar sebagai pelengkap.

Di tengah kesibukan wara-wiri bernyanyi dan bersosialisasi, Tetty Hutagalung dan Aya Permatasari selaku penyelenggara acara meluangkan waktu bagi awak media dan berbagi cerita tentang Aneka Ria Safari, grup musik yang menjadi inspirasi diselenggarakannya acara tiga jam itu.

“Itu sih sebenarnya iseng-iseng saja,” kata Tetty tentang awal terbentuknya band itu.

“Dari obrolan iseng di rumah saya. Waktu itu semua [teman yang sedang kumpul bersama] hobi musik, dan akhirnya tampil di acara 17 Agustus dan sampai sekarang. Kita latihan setiap Sabtu.”

Aya menyetujui perkataan Tetty dan melanjutkan, “karena asal-usulnya hobi, jadi [kita pikir] kalau suka dan mau nyanyi, ya sudah, kenapa kita tidak latihan?”

Sejak penampilan Aneka Ria Safari di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Queens Bridge dimana terdapat bazaar makanan serta penampilan dari berbagai komunitas Indonesia di Victoria, jumlah peminat yang akhirnya bergabung pun terus bertambah.

“Waktu kita nyanyi di 17 Agustus, belum banyak dan [akhirnya] banyak lagi penyanyi yang gabung.”

Setelah perut terisi, para hadirin mulai memenuhi teras di bagian depan kapal untuk menyaksikan sunset bersama-sama sekaligus berfoto. 

Ketika langit mulai gelap, irama musik dari lagu penutup berjudul “Hot-Hot” yang dibawakan oleh Iben semakin mengundang para hadirin untuk menggerakan tubuh mereka sambil tertawa ria.


APA KATA MEREKA

LINA FIRSTAMA
Penyiar Love and Laugh Radio

Saya tahu dari komunitas, karena saya ikut komunitas Forum Media di Australia, dan tahu kalau komunitas Aneka Ria Safari band bikin acara cruise ini.

Seru juga, soalnya kan ini kan menyalurkan hobinya teman-teman yang senang musik, jadi kumpul bareng menikmati makanan Indonesia bareng di cruise, udaranya juga lagi bagus. Jadi seru, dan dapat teman dan kenalan baru juga di sini. Selain itu, saya juga suka sailing dan di laut.

Feeedback dari saya termasuk positif sih, karena saya lihat cukup on-time. Kita tadi hanya menunggu 10 menit untuk mesinnya panas, tapi acara di dalam sudah pas mulai jam 6.

FRANK DAN LINDA BELL
Retiree dan Staff Kingpin Products

Acaranya bagus. Aku senang. Aku dari Indonesia bisa ketemu teman-teman yang belum aku kenal. Dan enjoy lah, makanannya banyak, bagus.

Saya tahu acara ini dari teman lalu saya interested dan ikut. Dan saya tanya suami saya, dia interested, sebenarnya dia agak susah mau bergabung dengan orang Indonesia. Tapi kemarin langsung mau ikut. Jadi kita dari siang udah siap-siap. Dan ke sini jalan kaki dengan senang hati. 

Sebenarnya kita sudah pernah naik kapal, dulu waktu di Thailand misalnya, cuma kita pengen di sini dan saya juga pengen ketemu teman-teman dari Indonesia dan mau tambah teman dari negara sendiri.

FRANK:  It’s pretty good, very different for me, because I’ve never been to something that’s predominantly Indonesian. So, it’s just a learning curve, but it’s good. The food could be a little bit better. More hot food, because most of it are cold. Other than that it’s good. And I’ve met a few people too.

Nasa