Panggung Soundsekerta Guncang Melbourne Town Hall

Waktu menunjukkan lewat pukul empat dan kedua MC hari itu, Muhammad Ilzan Rashuan Wijaya dan Aryunita Sekar Putri sedang menghabiskan makan siang mereka ketika salah satu panitia memanggil mereka masuk untuk briefing terakhir dan para penonton sudah mulai berdatangan di sekitar venue. Tepat pada pukul enam, gate pun dibuka dan para penonton mulai memasuki aula Melbourne Town Hall.

Aryu dan Ilzan Sang Nahkoda Acara

Tak lama, duo MC menaiki panggung untuk menyambut para penonton ‘Soundsekerta 2023: The Sounds of Z’ ketika lampu diredupkan, kemudian, mereka mengundang Kuncoro Waseso, selaku Konsul Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania memberikan kata sambutan. Beliau berterimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan berpesan bagi semuanya untuk menjaga kesehatan walau sedang liburan.

Acara dimulai dengan penampilan pertama dari band The Krotz membawakan lagu-lagu hits para artis Indonesia dimana penampilan mereka berhasil membuat penonton panas dan menaikkan animo mereka untuk menyaksikan penampilan kedua bintang tamu malam itu. Para penonton dapat terdengar turut menyanyi dan bertepuk tangan ketika The Krotz membawakan lagu terakhir mereka, ‘Sesaat Kau Hadir’ karya Utha Likumahuwa.

Antrian yang Mengular

Kali ini lampu sudah jauh lebih redup dari sebelumnya dan MC kembali menaiki panggung untuk memandu kelanjutan acara dan ketika ditanya kesan yang dirasakan Ilzan sebagai salah satu nahkoda acara malam itu tanpa segan ia berkata, “Melbourne town-hall, it looks so beautiful. You can see from the stage, the whole architecture of it, the big sea of people on the ground, also the rows of people upstairs as well. It was quite packed actually. Imagine how many people came to watch over here, it was quite insane.”.

Bintang tamu yang menaiki panggung terlebih dahulu pada malam itu adalah Vierratale dengan lagu-lagunya yang membawa para penontonkembali ke masa lalu. Penampilan spektakuler malam itu dibuka dengan lagu ‘Seandainya’. Teriakan histeris tidak hanya berasal dari para penonton, para panitia pun turut berteriak histeris ketika Widy tiba-tiba kembali ke atas panggung–setelah water-break singkat–mengenakan kaos panitia.

“EH KAOS KITA WOY KAOS KITA!” sahut seorang panitia yang berada di depan panggung.

Penampilan Pembuka oleh The Krotz

Singkat cerita, ternyata kejutan menyenangkan ini didalangi oleh naradamping atau liaison officer Vierratale, Daniel Harsanto, dimana ia meminta kaos ekstra kepada Project Manager Soundsekerta 2023, Valuna Salsabilla Hindarto, dengan alasan kaosnya rusak, cerita Luna untuk para pembaca BUSET.

Tidak sampai disitu saja, saat menyanyikan ‘Jadi Yang Kuinginkan’, lagu kedua sebelum penampilan mereka usai, Vierratale mengundang para panitia untuk menaiki panggung, bernyanyi, dan menari bersama mereka.

Vierratale menutup penampilan mereka dengan menyanyikan lagu ‘Semua Tentangmu (Orchestral Version)’ originally released di tahun 2011, lagu ini dirilis kembali dengan aransemen dan video musik yang baru.

Widy dan Kaos Panitia Soundsekerta

Setelah satu jam lebih penampilan yang sungguh spektakuler dan penuh kejutan dari Vierratale–seperti kata Kak Raka dalam pernyataannya di press conference kurang dari 24 jam sebelum acara hari itu–waktunya untuk breaktime dimana lampu aula kembali dinyalakan dan para penonton pun mulai terduduk untuk mengisi kembali energinya dihibur dengan permainan tebak gambar yang telah disiapkan oleh panitia.

Tiga wanita yang terduduk di paling depan barisan standing terdengar tertawa girang menyaksikan sambil menunggu penampilan artis yang mereka nanti-nanti. Abigail, Lolita, dan Bella berasal dari wilayah berbeda di Indonesia dan dipertemukan oleh Melbourne. Mereka mendengar tentang kedatangan Tulus dan Vierratale dari instagram. Single ‘Hati-Hati Dijalan’ adalah bagian yang paling dinanti Lolita dan Abigail sedangkan ‘Semua Tentangmu’ adalah bagian terfavorit buat Bella.

We Vibin!” Kata Abigail.

We’re here for the vibes dan joget!!!” Tambah Bella.

Waktu menunjukkan pukul delapan lewat dan Tulus pun menaiki panggung membawakan lagu-lagu yang paling dinanti dari album terbarunya dan beberapa single terpopuler dari sepanjang karirnya seperti ‘Monokrom’, ‘Langit Abu-Abu’, ‘Sewindu’ dan masih banyak lagi. Walau jam hampir menunjukkan pukul sembilan di Kota Melbourne, antusiasme para penonton tidak kunjung turun dan sinar smartphones para penonton kerap menerangi Melbourne Town Hall malam itu.

Tulus mengajak penonton untuk bernyanyi bersama

Penampilan Tulus malam itu sangat spektakular melampaui ekspektasi kebanyakan penonton, termasuk Mayrine Nicole dan Nishrin Assegaf, dua mahasiswi undergraduate University of Melbourne

“Kita berdua nungguin lagu ‘Diri!” sahut Mayrine “Soalnya paling ngena. Apalagi sekarang kan lagi sendiri, di luar negeri, terus liriknya juga gitu jadi kayak aaaAAA,” ucapnya.

“Penampilan-penampilannya sesuai ekspektasi! Tadi kita kayak lagi work out gitu! Ini good experience banget, bisa gerak bebas pas konser karena cukup ada space dan semua orang respectful banget satu sama lain jadi crowdnya juga bagus banget.” kata Nishrin.

Kelancaran acara ini tentunya tidak akan terjadi tanpa kehadiran para crew Soundsekerta 2023 yang dikepalai oleh Valuna Salsabilla Hindarto bersama dengan Kleofas J. Darmawan—mahasiswa Bachelor of Arts dari Monash University.

Kita berteman dulu yuk baru habis itu kita kerja bareng, soalnya kita yakin if we work as stangers, we wont be able to know each others strength and weaknesses,” katanya.

Dari pertemanan ini pun timbul lah rasa percaya yang memudahkan Luna untuk mendelegasi tugas hanya dalam bentuk objektif, yang penting target tercapai dan tim nya senang dengan hasil kerjanya, ia mengizinkan tim nya untuk berkreasi.

Panitia Naik Panggung

“Waktu itu tim marketing Soundsekerta nanya ke aku, ‘Lun, boleh ga kita bikin post ‘ga ada orang kreatif?’terus aku bilang yaudah go ahead, why not? As long as you gave me the result, I’ll give you something. Atau ketika mereka yang bertanggung jawab with stage said ‘Lun kita maunya kayak gini, benefitnya ini, harganya segini,’ and I said ya sudah, if that’s what’s best we’ll try to find the money for it. Tapi kalo kita ga ada duit ya mohon maaf,” Jelasnya dengan penuh senyum mengingat kinerja dream team Soundsekerta 2023.

Soundsekerta 2023 berhasil menyulap Melbourne Town Hall menjadi rumah selama beberapa jam bagi masyarakat Indonesia di Melbourne dan itulah salah satu motif Luna untuk menjadi Project Manager Soundsekerta 2023.

“Disinikan orang indonesia banyak banget ya. So I think it would be nice because- we are outside of our own country, we need to be able to find our own home outside of our home.”

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

OBSESI SEORANG RICHARD OH

Beberapa saat usai menginjakkan kaki di kota Melbourne, penulis dan sutradara Richard Oh langsung meluncur ke gedung KJRI Melbourne untuk bertemu sapa dengan Konsul...

Bagaimana Cara Mendapat Karyawan Pertama untuk Perusahaan Anda?

Sebagai pemilik bisnis, ada begitu banyak momen pertama yang akan terus dikenang. Di antara banyak langkah pertama dalam perjalanan membangun bisnis, saya bisa bilang...

KOPERNIK DAN NAVICULA: BAHAS ISU SOSIAL DAN LINGKUNGAN

Akhir November lalu, band Indonesia asal Bali, Navicula menghadirkan pertunjukan musik dalam sebuah diskusi unik hasil kolaborasi dengan organisasi non-profit, Kopernik. Acara yang berlangsung...

Chitra Utami: Kakekku, Gatot Soebroto

Selamat Hari Pahlawan 10 November   Gatot Soebroto adalah seorang panglima militer sekaligus pahlawan nasional. Bagi banyak orang di Jakarta, namanya selalu diingat karena diabadikan dalam...

Curhat-Curhatan dengan Santi Whiteside

Di tanggal 10 Oktober yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, BUSET melaksanakan IG Live bersama Santi Whiteside, Multicultural Ambassador of Mental Health Foundation...