(Shio) Ular Tuh Jahat Banget?

T: Pagi Pak Suhana, mohon infonya. Saya shio ular. Dan pengetahuan banyak orang bahwa ular tuh jahat banget apalagi Alkitab jelasin bahwa Adam Hawa jatuh karna ular. Menurut ilmu bazi, karakter ular seperti apa Pak? Terima kasih Pak. Happy Sunday & sehat selalu.

J: Dalam mitologi dan legenda Tiongkok kuno, ular memiliki hubungan dekat dengan dewa/i. Sosok 伏羲 (Fúxī) dan 女娲 (Nüwa atau Nügua) digambarkan memiliki tubuh dan ekor ular dalam lukisan (pada) batu dan bata Dinasti 汉 (Hàn); dengan tangan mereka memegang matahari dan bulan karena bagi sebagian pihak mereka dianggap sebagai dewa matahari dan dewi bulan. Dalam mitologi Tiongkok, Fúxī dan Nüwa adalah figur-figur utama dalam penciptaan umat manusia, musik, sistim penulisan karakter Chinese; mereka berdua juga yang pertama kali mengajarkan / memperkenalkan aktivitas berburu, memancing, teknik penjinakan (domestication), memasak kepada umat manusia para era sekitar 2000 (dua ribu) tahun sebelum kelahiran Yesus. Fúxī adalah tokoh pertama dari (yang diistilahkan sebagai) Sānhuángwǔdì (The Three Sovereigns and Five Emperors) pada era sebelum munculnya Dinasti 夏 (Xià); c. 2070 BC – c. 1600 BC.


Ada juga lukisan mereka yang memegang pengukur dan persegi serta memiliki tubuh dan ekor naga. Dalam sebuah lukisan sutra yang digali dari Makam Astana di 吐鲁番; Tǔlǔfān (Turpan), 新疆 (Xīnjiāng); Fúxī dan Nüwa dikelilingi oleh bintang-bintang (sistim tata surya), dan mereka saling berpelukan erat dengan tubuh dan ekor ular; mencerminkan keinginan pemilik kuburan untuk mendapatkan banyak keturunan.

Orang Tionghoa kuno menganggap bahwa ular dapat memperpanjang umur, dan menganggapnya sebagai simbol dari bumi, keberuntungan, panen besar, dan reproduksi. Gambar ular sering muncul pada peninggalan objek-objek dari era budaya perunggu; yang digunakan untuk pemujaan dan berdoa agar mendapat panen yang baik. Pegangan segel emas yang diberikan oleh pemerintah pusat dinasti 西汉 (Xīhàn) Hàn Barat kepada penguasa provinsi Yúnnán berbentuk ular emas, yang melambangkan status dan otoritas tinggi penguasa.

白蛇传; Báishé chuán (Legenda Ular Putih) adalah kisah Tiongkok kuno yang sangat populer, kisah mengenai kesetiaan cinta. Kisah ini mengenai kisah asmara antara manusia dengan roh ular putih berusia 1000 tahun yang berwujud seorang wanita. Dalam cerita klasik ini, sosok wanita (yang adalah penjelmaan roh ular putih) digambarkan sebagai tokoh yang baik.

Berbeda dengan Alkitab, dalam mitologi Mesir dan India kuno telah menggambarkan ular sebagai simbol ketuhanan (kebaikan) daripada penjelmaan dari iblis.

Ular adalah hewan pertama yang muncul kembali setelah banjir besar sungai Nil surut. Makanya, ular dianggap sebagai makhluk dunia bawah yang memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia (kehidupan). Dalam mitologi Mesir, diilustrasikan ada sosok empat dewi berkepala ular dan empat dewa berkepala katak; mereka lah yang menciptakan dunia. Mereka membentuk empat pasang yang mewakili sifat reproduksi laut purba. Dewa matahari Amun terkadang direpresentasikan sebagai seekor ular yang melahap ekornya sendiri sepanjang waktu, jadi membentuk sebuah lingkaran. Lingkaran yang terbentuk ini adalah sebagai simbol yang menandakan keabadian dan siklus pembaharuan yang terus-menerus berlangsung sepanjang masa.

Orang India menyebut sekelompok dewa ular sebagai “Naga”. Umat ​​Buddha dan Hindu India kuno sering menggambar Naga yang memiliki kepala manusia dan ekor ular serta lima atau tujuh kepala ular kobra seperti “tenda.” Contoh tipikal adalah relief (berasal dari tahun 670 Masehi di Mahabalipuram di India selatan) dewa dan dewi ular yang berenang di Sungai Gangga. Sama seperti halnya pada mitologi Mesir kuno, dalam mitologi India, ular juga merupakan simbol keabadian, terutama saat menggigit ekornya sendiri.


Kerajaan Dahomey di Afrika Barat menganggap ular sebagai makhluk abadi karena mereka tampak (dianggap mampu untuk) bereinkarnasi dari diri mereka sendiri, yakni ketika mereka mengelupaskan (ganti) kulitnya. Ular sering juga dikaitkan dengan keabadian karena diamati dalam pose menggigit ekornya membentuk lingkaran dan ketika ular melingkar membentuk spiral. Lingkaran maupun spiral dipandang sebagai simbol keabadian. Etnis Hopi di Amerika Utara memandang ular sebagai simbol penyembuhan, transformasi, dan kesuburan.

Jadi secara historis, pada umumnya di berbagai kebudayaan di seluruh dunia, ular adalah dipandang sebagai melambangkan kesuburan dan atau kekuatan hidup yang kreatif. Saat ular melepaskan kulitnya melalui pengelupasan, ini adalah simbol kelahiran kembali, transformasi, keabadian, dan penyembuhan.

Throughout many years kiprah di bidang feng shui, ber dealing dengan aneka etnis yang beda-beda, memang kadang dijumpai pula pihak-pihak yang diposisinya mirip dengan kamu. Ada yang awalnya merasa gak nyaman saat mengetahui simbol hewan di ba zi mereka adalah (misalnya) ayam. Karena dalam budaya mereka, simbol ayam adalah untuk menggambarkan sosok yang pemalu, penakut. Dalam bahasa gaul, “ayam” dilabelkan kepada para pekerja seksual komersial. Nah kalau kita melihat / mengacu nya kepada referensi ini, maka tentu bagi yang ber shio ayam akan merasa tidak nyaman!

Ada lagi yang merasa nga nyaman saat tau shio nya adalah tikus; karena dalam masyarakat mereka tikus adalah diberikan bagi orang yang penghianat, yang menjadi mata-mata / informan. Simbol anjing dan atau babi pun bisa bikin ngak nyaman bagi pihak tertentu, ini biasanya dikaitkan dengan faktor agama yang mengharamkan dua binatang tadi. Fyi too, dalam Australian English slang language, anjing bermakna: “a person who betrays colleagues or changes allegiance.” Penggunaan metafora dari kata “babi” pun memiliki konotasi negatif, biasanya digunakan untuk menghina seseorang sebagai orang yang kotor, gemuk, serakah, rakus, atau tidak menyenangkan lainnya. Dalam derogatory and disrespectful term, “babi” juga digunakan untuk meremehkan petugas polisi dan pekerja seks.

Tidak semua yang shio nya naga akan selalu senang, mengapa? ya karena dalam Western culture, sosok naga adalah identik dengan sesuatu yang negatif (simbol kejahatan). Jadi bagi mereka yang awalnya baru ngeh, bahwa secara ba zi adalah bersimbol naga maka akan kelihatan ekspresi kaget campur kecewa atau ngak nyaman. Tapi umumnya, setelah diberikan penjelasan detail dan over the time, rata-rata sudah bisa memahami dan tidak lagi merasa ngak nyaman. Semoga kamu juga akan begitu ya!

Therefore, kamu tidak perlu khawatir apalagi menjadi stress hanya karena shio kamu adalah ular. Lagi pula, penggunaan nama-nama hewan tadi ialah sebagai simbol saja yang mewakili karakter-karakter / attitudes / kualitas / sikap. Jadi bukan lantas menjadikan / menyamakan kita (manusia) menjadi (atau seperti) hewan nya! Sikon ini tak beda dengan pihak-pihak yang menjudge bahwa kepercayaan Buddha, Tridharma adalah menyembah berhala (patung). Secara singkat, sederhana dan jika kita hanya melihat secara fisik saja, maka statement tadi tidak salah. Tetapi jika (if only) kita mau lebih menelaah lebih dalam, objektif dan bisa menfungsikan nalar maka tentu judgement yang tidak tepat. Karena semua objek nya tadi adalah sebagai simbol dari values, dan sebagai sarana prasarana untuk pengingat dan fokus saja. Bukannya kita “menyembah” si objek nya as such.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

IRENE KHARISMA SUKANDAR

SETELAH GRAND MASTER WANITA INGIN RAIH GM PRIAJumpa pertama BUSET dengan wanita ini berkesan singkat namun penuh dengan kejutan. Siapa yang sangka jika...

Asiknya Pertemuan Bulanan Armada Senior Indonesian Klub (ASIK) Bersamaan Dengan Hari Raya Idul Fitri

Bersamaan dengan hari raya Idul Fitri 1444 H atau dalam kalender masehi 22 April 2023, Armada Senior Indonesian Klub (ASIK) mengadakan pertemuan bulanan yang...

Kolaborasi AIYA dan PPIA Monash dalam Pelestarian Tata Ragam Bahasa Indonesia di Australia

Acara kolaborasi antara organisasi AIYA Victoria (Australia-Indonesia Youth Association) dengan PPIA Monash (Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia) bernamakan Belajar Bersama Hari Selasa atau yang sering...

NAILA Hybrid Awards Ceremony 2022: Bahasa Indonesia Menyatukan Indonesia-Australia

Mempelajari bahasa yang bukan merupakan bahasa ibu tentu bukan hal yang mudah. Namun jika ditekuni dengan baik dan disertai niat yang kuat maka mempelajari...

NAIDOC 2017 | BUDAYA ASLI AUSTRALIA DIPERKENALKAN DI TANAH AIR

Selama satu pekan dari tanggal 10 hingga 15 Juli 2017, kedutaan Australia di Jakarta memperingati minggu NAIDOC, dimana mereka merayakan budaya dan keberhasilan dari...