Berawal Dari Desain Menuju Passion, Good Moments Menjadi Pilihan

Kedisiplinan dan semangat pantang menyerah menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh sang entrepreneur, karena semuanya harus dilakukan secara menyeluruh dan jelas. Hal ini dialami langsung oleh pendiri Good Moments dalam menjalankan bisnisnya hingga bertahan dan dikenal banyak orang sampai sekarang.

Melihat perjalanan bisnis yang mirip roller coaster tersebut, membuat Sherlia Salim semakin tertantang dan terus melangkah untuk maju. Dengan berbagai perubahan dan komitmen jelas, Good Moments terus bertahan di tengah persaingan yang begitu ketat. Penasaran dengan perjalanan Good Moments? Yuk kita simak bersama-sama.

Mengawali Semuanya Dari Ketidaksesuaian

Jika menghitung sebuah proses, rasanya Good Moments dapat menjadi acuan untuk tidak pernah berputus asa dan percaya akan kemampuan diri. Berawal dari ketidaksesuaian sampai menjadi passion yang menghasilkan, tentunya harus mengorbankan berbagai hal yang membentuk dan membuat semuanya terlihat mengagumkan pada akhirnya.

Melihat perjalanan Sheila Salim sebagai Founder Good Moments hingga berada posisi sekarang ini tidak mudah. Semuanya didapatkan ketika melalui proses dan perjalanan yang panjang. Ujian dan tantangan untuk hidup lebih baik terus terasa, bahkan sudah bermula dari dirinya kecil dan harus berpindah ke negara lain hanya untuk hidup.

Sherlia Salim

Memulai semuanya dari SMP dan harus pindah ke Singapura, karena kerusuhan 98 membuat Sheila harus mandiri dan jauh dari tanah air. Setelah 2 tahun selesai pendidikan SMP dan SMA, akhirnya anak bungsu dari ke 4 bersaudara ini melanjutkan kuliah di Melbourne, Australia mengambil jurusan Accounting Finance di Monash University.

Mengambil jurusan yang berbeda dari tujuan awal membuat Sheila harus benar-benar berjuang dan bertahan sampai lulus, antara tahun 2002 akhirnya penderitaan tersebut selesai. Lalu, memutuskan untuk pindah ke Sydney dan mengambil jurusan desain yang menjadi impian dan tujuan awal ketika melangkah dan pindah ke Australia.

Setelah selesai melanjutkan studi pada desain, Sheila mencoba mengambil bidang lanjutannya di University of South Wales mengambil jurusan Digital Media tahun 2006, lalu selesai mengambil pendidikan kembali ke Indonesia.

Bangkit dan Jatuh Menjadi Pilihan

Setelah kembali dan pulang ke tanah air, perjalanan sebenarnya mulai dilakukan dari bekerja di perusahaan, membantu bisnis orang tua hingga mendirikan bisnis sendiri membuat bangkit dan jatuh telah menjadi pilihan yang harus diambil untuk berada posisi sekarang ini yang menjadikannya lebih tangguh dan kuat.

Mencapai posisi sekarang ini tidaklah mudah dan butuh proses yang panjang untuk dapat menikmati hasil yang memuaskan. Berawal dari bekerja bersama orang lain, membantu orang tua, dan menjalankan bisnis sendiri banyak menghadapi tantangan yang beragam, sehingga membentuk diri untuk selalu berkomitmen terhadap pilihan yang diambil.

Memulai semuanya pada tahun 2009, Good Design atau dikenal sekarang ini sebagai Good Moments tidaklah mudah. Prosesnya melalui pasang surut yang panjang, dari gagal dalam mengambil peluang dan salah perhitungan membuat Sheila semakin bijak dan dewasa dalam melakukan dan menjalankan bisnisnya.

kika : Sherlia Salim, Claire Saputra, Devina Altriana

Semuanya berawal dari mendirikan dan membuka toko jam bernama tiktok. Dari sanalah konsep bisnis mulai dipahami secara menyeluruh. Ketika mendapatkan antusiasme yang tinggi dan mendapatkan keuntungan besar, membuat kepercayaan diri untuk berkembang semakin besar, sehingga mengambil resiko dengan pindah toko dan akhirnya tidak bisa survive.

Hal tersebut dipengaruhi oleh perhitungan yang kurang matang, tidak melihat kompetitor, dan kurang strategis posisi yang diambil membuat bisnis toko jam berhenti dan tidak mampu bertahan hingga sekarang.

Kembali Memulai dan Bangkit

Setelah perjalanan panjang dan gagal dalam merintis bisnis lainnya, akhirnya Sheila mencoba bangkit dan komit terhadap pilihan awal dengan fokus dan kembali merintis Good Moments. Tahun 2017 setelah melakukan beberapa evaluasi, tentunya harus komitmen, konsisten, dan disiplin dalam pilihannya. Good Moments mulai ditata dan memulai mengajak beberapa orang untuk menjadi partner dalam bisnis. Melihat semangat tim dan kerjasama yang solid, akhirnya Good Moments masih bertahan hingga sekarang.

Memilih fokus dan mengembangkan Good Moments, karena semuanya berawal dari desain. Tentunya ini telah menjadi passion yang membuat proses pengerjaan lebih nyaman dan asyik untuk dikerjakan, hal inilah membuat Sheila memutuskan untuk terjun dan bangkit dalam menjalankan bisnis satu ini.

Sekarang ini Good Moments fokus pada beberapa produk baik dari hampers, souvenir, dan berbagai kebutuhan wedding lainnya. Di tengah pandemi sekarang ini Good Moments tetap bertahan dan tidak mengalami dampak yang begitu signifikan. Hal ini juga didasari dari kebutuhan barang, kualitas, unik, dan berbeda.

Dengan begitu membuat barang yang ada disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga memberikan banyak manfaat untuk berbagai kegiatan, terutama pada hari-hari besar.

Melihat perkembangan dan kemajuan dalam digital sekarang ini, kedepannya Good Moments tetap terus memberikan sesuatu yang inovatif dan berkeinginan untuk memperluas pasar agar lebih dikenal produk yang dibuat tersebut.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Indonesia Malay Arts: An Exhibition

Kembali diadakan, symposium internasional mengenai seni musik dan pertunjukan Kepulauan Riau oleh The Music Archive of Monash University yang bekerjasama dengan the Museum of...

Ronny Sompie

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dari berbagai komunitas di Melbourne berkumpul di South Melbourne Community Centre untuk menghadiri acara malam bakudapa yang diadakan oleh Kawanua Melbourne, komunitas Manado...

KETIKA DUNIA MERAYAKAN IMLEK

Perayaan Tahun Baru Imlek atau Chinese New Year tentunya merupakan tradisi ribuan tahun yang penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Berbekal dekorasi berwarna...

Bilingual Poetry Reading INVITATION

Hadirilah acara BILINUAL POETRY READING FUNDRAISING 18 February 2015 di Yuni's Kitchen, mulai pk. 19:30

Hakam Junus, Ketua Umum PPI Australia 2018-2019

Awal Juli 2018kemarin Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) resmi memasuki periode baru dengan terpilihnya Hakam Junus sebagai Ketua Umum PPIA periode 2018-2019. PPIA sebagai...