17 Agustus 2016

Semaraknya perayaan 17 Agustus lalu merupakan kebahagiaan tersendiri untuk setiap individu rakyat Indonesia. Semangat 45 ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, melainkan juga di Melbourne. Walaupun di Melbourne tidak menjadikan 17 Agustus sebagai public holiday, itu semua tak menyurutkan semangat semua rekan-rekan dan teman-teman rakyat Indonesia untuk berkumpul dan melakukan upacara bendera hari itu.

Dilakukan selama dua kali yakni paada pukul 10 pagi hari di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne dengan dipimpin oleh Konsul Jenderal sendiri yakni, Dewi Savitri Wahab, peserta upacara dari berbagai penjuru datang dan memenuhi halaman depan kantor KJRI Melbourne saat itu.

Terlihat para undangan yang datang tidak hanya dari kalangan Indonesia sendiri, melainkan dari beberapa warga lokal turut memeriahkan upacara bendera pagi hari itu. Perwakilan sekolah-sekolah yang hadir juga tak sedikit, barisan anak sekolahan telah dipadati oleh berbagai anak murid dari beberapa sekolah di bagian Victoria ini. Bahkan mereka yang berada di Geelong, salah satunya Sekolah Christian College, menunjukkan rasa antuasias dan semangatnya untuk mengikuti upacara penaikkan bendera merah putih itu. Walau sempat mendung dan gerimis, semua peserta upacara tetap pada posisinya masing-masing dan siap melaksanakan serangkaian prosesi upacara bendera pada pagi hari itu. Terlihat pula, beberapa awak media dari Australia, hendak meliput momen sakral ini.

Upacara bendera berlangsung khidmat selama lebih kurang 90 menit dan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba 17an yang diadakan oleh KJRI Melbourne. Tak lupa diadakannya acara sesi foto bersama antara pasukan pengibar bendera merah putih, beserta peserta upacara lainnnya .

 

Merah Putih di FedSquare

BUSET NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARESetelah mengikuti serangkaian acara di KJRI Melbourne, penaikkan bendera tak hanya berhenti di situ saja, melainkan dilanjutkan di Federation Square, Flinders Street. Kemeriahan kemerdekaan dirasakan oleh rakyat Indonesia yang ramai-ramai datang dan memadati Federation Square, Rabu, 17 Agustus 2016 pukul 2 siang hari itu. Bendera-bendera kecil pun dibagikan sambil menyaksikan proses penaikkan bendera merah putih yang dilakukan Paskibra KJRI Melbourne.

Tidak hanya tim Paskibra KJRI Melbourne saja yang mencuri perhatian, para pengisi acara usai pengibaran bendera juga turut menculik pandangan mata puluhan ribu orang yang melewati lapangan luas yang terletak di pusat kota tersebut. Sore itu, Federation square diramaikan oleh berbagai tarian, mulai dari Tari Saman dari Aceh, Tari Topeng, Tari Mayong dari Jawa Timur, dan Tari Tifa dari Maluku.

Yang menarik, acara ditutup dengan Tari Sajojo dari Papua yang dilakukan beramai-ramai atau biasa dikenal dengan sebutan flash mob. Terlihat banyak dari penari mengajak pengunjung baik dari Indonesia maupun dari Australia sendiri untuk ikut serta menari bersama dan merasakan kemeriahan acara kemerdekaan Indonesia pada hari itu.

 

** Apa Kata Mereka **

 

Irfan Adiputra, Melbourne Business School (Master)
Irfan Adiputra, Melbourne Business School (Master)

Menurut saya acara ini sangat bagus. Benar-benar jadi momen buat orang Indonesia yang ada di Melbourne untuk bersatu sekaligus memperkenalkan kekayaan ke semua orang. Bagi saya, merdeka itu adalah tidaknya tergantung sama orang. Saya berharap Indonesia kedepannya bisa lebih mandiri lagi dalam semua hal. Dan terlebih, saya berharap generasi Y Indonesia bisa segera ambil bagian dari pemerintahan kita sekarang ini untuk menumbuhkan inovasi, kreativitas, dan semangat untuk buat Indonesia maju.

Saran saya untuk acara perayaan 17 Agustus kedepannya, kalau bisa undang saung angklung udjo! Di sini kita bisa mengajak penduduk Melbourne untuk berpartisipasi dalam bermain angklung bersama-sama, dan partiturnya bisa disiarkan di big screen-nya Federation Square. Pasti lebih menarik.

 

Wilud Artika Prima Elok, Consultant Oakton
Wilud Artika Prima Elok, Consultant Oakton

Mengharukan sekali. Ini merupakan perayaan pertama saya di Melbourne selama absen 8 tahun. Menurut saya, Indonesia saat ini masih terjajah. Dalam artian, terjajah dengan kemiskinan, kebodohan, dan hawa nafsu korupsi, kolusi dan ketidakjujuran. Maka dari itu, saya berharap Indonesia bisa lepas dari ‘penjajahan’ ini seutuhnya. Jadi bangsa yang mandiri. We can do it! Indonesia is blessed with the natural resources, geographical asset, however, still lack of human resource.

 

Natalia Theresa, Bachelor of Accounting & Finance - Melbourne University
Natalia Theresa, Bachelor of Accounting & Finance – Melbourne University

Sebenarnya saya ke Federation Square mau memberikan dukungan untuk teman saya yang kebetulan jadi pasukan pengibar bendera. Tapi saya tidak menyangka bahwa acaranya sangat menarik, dan selalu ada kemajuan dari tahun ke tahun.

Saya lihat warga Indonesia yang ada di Melbourne juga sangat suportif dengan perayaan 17 Agustus ini. Saat ini Indonesia sendiri masih banyak yang suka mementingkan kepentingan pribadi mereka atau masih egois, dan belum bisa menggambarkan arti makna bendera kita sendiri. Saya sangat berharap generasi muda Indonesia lebih bisa menghargai makna dari kemerdekaan itu sendiri, karena di sini peran generasi muda sangat penting untuk membangun Indonesia di mata dunia. Saya juga berharap nantinya warga Indonesia semakin peduli dengan keadaan negaranya sendiri dan banyak berpikiran positif dalam menyikapi perkembangan dunia.

 

** GALERI FOTO **

25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 6 25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 5 25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 4 25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 3 25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 2 25 NGELIPUT - UPACARA DI KJRI 1 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 11 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 10 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 9 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 8 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 7 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 6 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 5 BUSET NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 3 BUSET NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 2 25 NGELIPUT - MERAH PUTIH FED SQUARE 1

Alifia
Foto: Nys/RR