Santi Whiteside: Wanita Indonesia Pertama yang Mencalonkan Diri Jadi Councillor di Australia

Berawal dari aktif bergabung di berbagai organisasi multikultural, Santi Whiteside tidak pernah menyangka akan terjun ke politik. Berbekal dorongan dan dukungan teman-temannya, Santi pun mencalonkan diri menjadi ‘councillor’ atau dewan perwakilan masyarakat periode 2020 sampai 2024, untuk daerah Whitehorse City, wilayah pemerintahan tempat Boxhill dan Burwood berada.

“Teman-temanku yang support,” kata Santi Ketika diwawancarai di rumahnya pada hari Sabtu, 22 Mei. “Mereka bilang ‘Ayo Santi!’, ‘you’re very good at solving problems!’, ‘I know you can do it!’, dan mereka itu dari negara yang beda-beda, seperti India, Malaysia, Australia, dan lain-lain.”

Santi Whiteside dan teman-teman multikulturalnya ketika ditemui di acara Halal Bi-Halal PERWIRA, Sabtu, 22 Mei. Foto oleh Vela.

Tugas council pada umumnya adalah untuk mengawasi kegiatan, fasilitas, dan kerukunan antar tetangga, seperti perlunya perbaikan jalan, mengakali blind spot, pembagian lahan parkir, dan lain-lain.

“Aku bilang sama teman-teman, aku tuh gugup kalau disuruh berpidato, bahasa Inggrisku juga gak terlalu bagus, yakin mau pilih aku? Tapi mereka bilang, ‘kita bukan butuh orang yang lancar berpidato, kita butuh orang yang kita sudah kenal dan tahu cara mengatasi masalah’.”

Dari tiga kandidat untuk kawasan Wattle, sub-bagian dari Whitehorse, Santi menang hampir 25 persen suara. Bagi Santi, hal ini merupakan sesuatu yang membanggakan lantaran ini kali pertama Santi mencalonkan diri.

Santi sendiri sudah 25 tahun tinggal di Australia dan berpengalaman bekerja di bidang Public Relations, fashion, film, dan seni rupa.

“Buat aku, mencalonkan diri jadi council ini adalah sebuah proses pembelajaran. Aku belajar banyak dari menghadapi berbagai calon pemilih yang menghubungi aku lewat email dan telepon. Betul-betul, aku tuh digembleng, jadi harus kuat gitu,” cerita Santi.

Karena pemilihan dilakukan ditengah pandemi, Santi tidak dapat mengadakan kampanye secara tatap muka. Ia, seperti kandidat-kandidat lain, harus menyantumkan nomor telepon dan email-nya di website City Council, supaya dapat dihubungi secara langsung.

“Pernah ada yang bertanya, ‘Santi, nanti kalau di Whitehorse ada perbaikan jalan dengan biaya 1.2 juta dolar bagaimana, kamu izinkan atau tidak?’, aku belum sempat berpikir, langsung jawab iya, kena deh disalahin sama orangnya,

Santi Whiteside

“Atau ada lagi orang yang telepon, tiba-tiba bertanya, ‘kamu liberal atau labour?’. Saking gugupnya, aku sampai diam dulu, lalu jawab, ‘saya liberal, tapi di pencalonan ini saya maju secara independen’. Terus dia jawab ‘oh, bagus kalau begitu, karena saya tidak suka labor’. Untung aja aku jawabnya pas, kalau engga, pasti kena debat lagi!”

Santi sendiri merasa bersyukur atas dukungan suaminya semasa kampanye.

“Suamiku support banget, dia udah kayak sekretaris aku, bantu balasin email. Awalnya dia tanya, ‘Santi, kamu yakin? Orang di sini pada galak loh. Bicaranya juga suka menyakitkan’

I will support you, but you have to be strong,’ kata dia.”

Sebagai wanita Indonesia pertama yang mencalonkan diri menjadi councillor, Santi ingin mengajak para diaspora lainnya untuk ikut terjun ke politik juga. Menurut Santi, tidak perlu khawatir mencalonkan diri di Australia, karena kampanye disini cenderung sehat, terbuka dan saling mendukung.

“Orang Indonesia yang terjun di politik Australia itu masih jarang sekali, lebih banyak orang India dan China. Aku mau undang lebih banyak lagi orang Indonesia untuk mencalonkan diri, supaya lebih banyak yang mewakili kita dipemerintahan.”

Velahttp://www.buset-online.com
A writer, a media and communication student, a passionate food-taster and a culture-admirer.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

IndoMelb FC: Mewakili Indonesia di Dunia Sepakbola Australia

16 tahun lamanya IndoMelb Football Club telah menjadi rumah bagi para pecinta olahraga sepakbola asal Indonesia di Melbourne. Tahun ini, IndoMelb FC resmi berpartisipasi...

INFO AKTIFITAS RAMADHAN 2014

Kaum Muslim di Australia tengah menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Sudah banyaknya kaum Muslim di Australia menambah nyamannya beribadah puasa. Pendeknya waktu dan...

DIPLOMASI SENI KONTEMPORER: TUJUH PERTUNJUKAN SENI INDONESIA MERIAHKAN FESTIVAL ASIA PACIFIC TRIENNIAL OF PERFORMING ARTS (ASIA TOPA) 2020

Selama lebih dari seminggu berturut-turut (20 Februari – 1 Maret 2020), para pelaku seni dan industri kreatif Indonesia menampilkan karyanya pada Festival Pacific Triennial of Performing Arts...

PELAJAR PENCIPTA LAGU

Album: “Budaye Kite” OST Budaye Kite, Temu Lawak 2016Lagu bangsa, suara bangsa untuk bangsa adalah motto utama bagi Vanessa dan kawan-kawan untuk memiliki tekat...

Peluang dan Tantangan IA-CEPA

Agenda pemerintah untuk mempererat kemitraan ekonomi Indonesia-Australia membuat peluang bisnis semakin terbuka. Seri webinar Indonesian Diaspora Network kali ini mengulas peluang dan tantangan yang...