SANTI SANG PELUKIS

Aku anak ke-3 dari 9 bersaudara berdarah Batak. Sejak kecil aku sudah senang menggambar, kalau di sekolah pasti halaman belakang buku penuh coretan-coretan muka. Aku juga ada keturunan dari almarhum ayah yang suka melukis dan juga kolektor barang antik. Pernah di sekolah aku pernah tertangkap basah karna sibuk menggambar sewaktu guru menerangkan di kelas. Aku pikir aku akan di hukum… eh ternyata aku malah dipuji.

Selain aku, kakak, adik dan abang juga suka menggambar. Waktu itu hanya Monalisa (kakak aku nomor 2) yang lebih mengembangkan bakatnya di atas kanvas dengan aliran realisme (potrait) maupun abstrak. Beda dengan aku yang suka menggambar semua objek, termasuk mendesain.”

Boleh ceritakan sedikit mengenai perjalanan hidup Mbak Santi menuju ke Australia?

Tahun 1995, aku menikah dengan orang Australia yang bernama Peter (diberi nama Batak Siregar). Setelah anak pertama lahir pada tahun 1996, kami juga dikaruniai lagi 1 orang putri pada tahun pada tahun 1998. Setahun kemudian aku dan suami sepakat untuk menetap di Australia untuk menyekolahkan anak-anak dan pada tahun 1999 kami pindah ke Melbourne dan dikaruniai seorang putra pada tahun 2001.

Waktu berjalan cepat, selain bergabung sebagai sukarelawan di beberapa organisasi Indonesia di Melbourne, aku menulis di majalah Indonesia tentang Budaya, pernah menjadi penyiar radio 3ZZZ dan Radio 3WBC dengan program Bahasa Indonesia, serta mengadiri undangan acara-acara di Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne.

Selain suka menggambar, aku juga suka dengan fashion dan make up. Kadang-kadang aku suka diminta untuk membantu untuk mendandani teman-teman yang berpartisipasi di acara pawai. Ada beberapa koleksi kostum tradisional yang aku kumpulkan selama menetap di Melbourne dipakai di acara Australia Day Parade, serta Pako Festa Parade.

Awal mula aku ingin melukis setelah bertemu dengan bapak I Nyoman Gunarsa  yang berasal dari Bali sedang mengadakan pameran di Melbourne. Dari situ lah timbul inspirasi untuk mulai melukis lagi dan ingin sekali mengadakan pameran lukisan suatu hari.

Sampai sekarang sudah berapa lukisan yang dihasilkan?

Sampai saat ini lukisan aku kurang lebih 40an, mediumnya dengan pastel di kertas gambar, acrylic serta oil di canvas. Kebanyakan lukisan yang aku bikin adalah hasil ekspresi dan imaginasi berbentuk realisme, expression dan abstrak.

Biasanya melukis dimana?

Aku melukis di rumah. Karna ruangan di rumah terbatas, akhirnya garasi aku sulap khusus untuk studio melukis.

Apa yang menjadi favorit?

Semua objek menarik menurut aku, tapi kebanyakan lukisan favorit aku adalah wajah dan figur.

Inspirasinya dari mana?

Inspirasi aku datang dari mood dan perasaan yang ada pada waktu itu. Kalau tidak ada inspirasinya bisa lama lagi memulainya. Kadang aku bisa melukis selama 3 hari atau lebih berturut- turut tanpa mau diganggu. Dalam melukis waktu yang dibutuhkan kadang-kadang bervariasi, kadang dalam sehari aku bisa menyelesaikan 3 lukisan. Ada juga lukisan yang selesai dalam waktu 3 bulan atau lebih. Tergantung mood dan waktu..

Apa yang membuat Mbak Santi tetap semangat berkarya?

Aku suka yang berbau seni. Intinya aku suka yang indah, cantik, menarik, misterius dan seterusnya. Melukis itu adalah perasaan yang tidak bisa ditahan dan harus tersalurkan. Selama aku mempunyai banyak waktu dan inspirasi untuk melukis, pasti aku akan tetap berkarya sampai tua.

Apa yang diharapan ke depannya?

Harapan aku, lukisan aku bisa seperti Affandi, Basuki Abdulah, Salvador Dali, Miro dan maestro- maestro mancanegara lainnya dan bisa dicintai oleh orang pecinta seni. Boleh dong ya kita mempunyai mimpi seperti itu J


randy-icca

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Dunia Impian Seorang Photographer, Travel and Lifestyle Influencer/Blogger/Instagramer

Wanita cantik bernama Cindy Susanto ini awalnya sama sekali tidak suka travelling. Ia mengaku lebih suka main game di rumah atau bersosialisasi dengan teman-temannya...

NGOBROL BARENG ERNEST PRAKASA

Bagaimana perasaan Ernest ketika mengetahui CTS sudah ditonton oleh lebih dari 2,5 juta penonton dan masuk menjadi 10 besar film box office Indonesia?Ga nyangka...

Tatjana Saphira Sudah NgArtis Sejak Balita

 Di antara film-film yang ditayangkan IFF pertengahan April kemarin, salah satunya adalah Negeri Van Oranje. Film yang diangkat dari novel karya Wahyuningrat, Adept Widiarsa,...

Indonesia di Dadaku – seragam baru BUSET

IndonesiaGagasan pulau yang dengan anggun berdiam diri di atas telapak ibu pertiwi, menatah negeri yang hingga kini terbentang gagah di tengah raungan ombak samudera...

Berani Melangkah, Mendobrak Keterbatasan | AIBF 2018

Setelah sekitar satu bulan dilangsungkan rangkaian diskusi panel dan lomba debat, akhirnya Australian-Indonesia Business Forum(AIBF 2018) sampai juga di acara puncak. Satu hari penuh,...