
Setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu purnama di bulan suci Ramadan, umat muslim di seluruh dunia dengan antusias menyambut hari raya Idul Fitri, atau disebut juga Lebaran. Perayaan Idul Fitri tidak luput dengan silaturahmi, makan-makan bersama, dan tentunya salat Ied. Pada hari Idul Fitri 2020 atau 1443 Hijriyah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne mengadakan kegiatan salat Ied bersama.
Kegiatan ibadah dilaksanakan di gedung KJRI Melbourne yang beralamat di 72 Queens Road, Melbourne, dan dibuka kepada masyarakat umum. Terdapat kurang lebih 150 jemaah yang merupakan masyarakat Indonesia dan WNA turut meramaikan kegiatan tersebut. Setelah ibadah Salat Ied selesai dilaksanakan, jemaah dipersilakan untuk bersilaturahmi di halaman belakang gedung sembari menikmati makanan Indonesia yang disediakan oleh pihak KJRI Melbourne.
Pelaksanaan kegiatan
Kemal Faiq, salah satu staff KJRI Melbourne menceritakan proses persiapan yang telah dilakukan oleh pihak KJRI Melbourne. “Secara umum, kita semua staf KJRI Melbourne membantu untuk sama-sama mensukseskan kegiatan ibadah salat Idul Fitri supaya lancar. Kita sudah bikin persiapan dari seminggu sebelumnya. Semuanya menyesuaikan dengan jumlah jemaah yang hadir,” tuturnya.

Menurut Kemal, jemaah yang turut hadir pada acara salat Ied di hari itu berasal dari latar belakang yang beragam. “Profil jemaah didominasi oleh anak-anak muda, karena kebetulan event ini juga menjadi ajang temu kangen. Banyak juga yang datang dari luar wilayah Melbourne. [Mereka] tidak hanya datang untuk salat Ied, tetapi untuk makan-makan dan untuk bertemu dengan teman-temannya juga,” jelasnya.
Berhubung kegiatan sosial masih dalam keadaan transisi dari pandemi Covid-19, Kemal menjelaskan adanya beberapa pembatasan jumlah peserta yang masih harus dilakukan. “Kemarin kita hanya membuka untuk 150 orang jemaah, karena kita masih penyesuaian [dari pandemi]. Normalnya, sebelum pandemi, kita membuka seluas-luasnya untuk masyarakat yang hadir untuk salat di KJRI Melbourne. Bisa sampai 200-300 orang, hingga menjalar ke luar gedung,” jelasnya mengenai keadaan sebelum pandemi.

Untuk memastikan agar jumlah jemaah yang hadir dibatasi sesuai protokol, pihak KJRI Melbourne menggunakan sistem registrasi online untuk 150 peserta. Nashita Indira, seorang mahasiswi Indonesia di Melbourne yang turut hadir pada kegiatan salat Id di KJRI Melbourne menceritakan pengalamannya. “Dari dulu, aku udah pengen salat di situ. Kita daftar di platform Eventbrite, dan sistemnya cepat-cepatan. Lima belas menit setelah aku berhasil daftar, temen aku ngga dapat slot. Itu menunjukkan kalau ini hal yang dinantikan oleh orang-orang,” jelasnya.
Idul Fitri di luar negeri
Nashita juga menceritakan perbedaan yang dirasakannya perihal perayaan Idul Fitri di luar Indonesia. Selain tidak adanya keluarga yang “Karena di luar negeri, vibe lebarannya tidak ada, di luar KJRI, nobody acknowledge kalau itu hari Lebaran. Bahkan teman-temanku abis salat banyak yang langsung kelas [kuliah], tidak bisa lanjut merayakan,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena dapat merasakan suasana lebaran, meski di luar negeri. “Aku happy banget sih. Kita dapat suasana perayaan yang ramai, dan kita diberi makanan juga yang lumayan enak. Aku bisa ketemu sama banyak orang juga, ga cuma students tetapi orang-orang dari latar belakang yang berbeda,” ucapnya.

