Rumah dan Musim Hujan (2012)

Melirik balik pada salah satu Film yang diputar diajang IFF (Indonesian Film Festival) 2021 baru-baru ini, sahabat-sahabat BUSET sempat melakukan penilaiannya terhadap film yang bertajuk “Rumah dan Musim Hujan”.

Adalah Film yang menghadirkan cerita drama, horror, dengan sedikit bumbu guyonan yang merangkap tiga perspektif di tengah derasnya hujan bagi keluarga yang menempati rumah bergaya Jawa kuno. Setiap anggota keluarga di dalam Film ini mendapatkan sorotan sebagai tokoh utama dalam tiga bagian cerita.

Cerita bermula di dalam rumah sang Ayah yang telah berpisah dengan istrinya. Meja makan yang dikerumuni oleh ayah dan anak-anaknya, Raga, Ade dan Ragil yang membawa kekasih barunya. Salah satu bagian cerita yang menarik adalah tentang cinta antara seorang ayah dan anak lelakinya Raga, tenggelam dalam gelapnya rahasia. Cerita berlanjut pada setting tempat tinggal janda tua, si Ibu. Bersama anak perempuannya Ade, hidup terasa berjalan seperti apa adanya. Hujan tak henti menemani Ragil pada akhir cerita bersama pacarnya yang harus memasang muka ketika menghadapi masa lalu yang tiba-tiba menyapa dengan ngerinya realita.

Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang tinggal di tiga rumah berbeda dalam satu malam saat hujan turun. Dalam film ini setiap rumah ada rahasia yang terungkap dan memiliki emosi masing-masing seperti yang kita rasakan setiap masuk ke rumah yang berbeda. Setiap anggota keluarga mungkin memiliki pandangan dan pemahaman yang berbeda tentang arti rumah sebenarnya. Dari perbedaan inilah, cerita ini akan dimulai.

Arletta C. Witaria

Aku sangat menyukai semua teori di balik setiap story line dari setiap karakter, terutama Ibu dan Ade. Representasi komunitas queer juga merupakan sesuatu yang begitu jarang untuk ditemui di industri media Indonesia. Overall, it was an amazing movie dan aku sangat merekomendasikan film ini kepada siapa pun yang ingin memutar otak mereka.

Shantiq Rivai

I love bagaimana Ifa Ifansyah mampu menceritakan kisah tentang keluarga Indonesia melalui tiga karakter berbeda dengan jalan cerita masing-masing. Film ini juga dibalut dengan sejumlah lelucon, jumpscares, dan drama yang perfect!

Clodya

The movie itself is very impressive for me. Terdapat berbagai genre yang dianyam sedemikian rupa menjadi satu film – drama, horror, dan komedi dalam satu komposisi. In particular, aku suka dengan efek horror yang ditimbulkan. Di seberang layar, aku mampu merasakan ketegangan yang membuat diriku bergidik, jadi menurutku Mas Ifa really did a great job dalam menangkap esensi dalam adegan-adegan tersebut. Namun demikian, alasan mengapa aku memberikan nilai 9 bukan 10 adalah banyaknya pertanyaan yang tertinggal setelah menonton film ini tanpa ada petunjuk akan jawaban-jawabannya (atau mungkin aku saja yang tidak dapat menemukan petunjuk-petunjuknya HAHA). Tapi pada waktu bersamaan, pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab itu juga menjadi faktor yang membuat film ini extraordinary dan tak terlupakan.

Angela Tedja

Aku rasa film ini berkisar tentang anggota keluarga pada hari ketika hujan berderu deras. Film ini looped beberapa kali, membuntuti cerita setiap anggota keluarga yang berlangsung setelah makan malam. Usai menonton aku sadar bahwa setiap karakter dalam film ini memiliki isu yang berbeda-beda seperti seksualitas, kesehatan mental, juga seks. Overall, it was a very well written movie. Aku merasa sangat engaged dengan cerita maupun karakter-karakter di dalamnya serta hal-hal yang mereka lalui. Film ini memang meninggalkan perasaan ambigu dikarenakan keterbukaannya akan interpretasi yang berbeda-beda.

Priyanka

Di film ini dapat banget suspensenya, and it’s very interesting bagaimana mereka bisa menggabungkan unsur drama sampai komedi ke dalam film ini!

bintanghttps://benedictabintangz.carrd.co/
A born and raised half Bataknese and Javenese who can never live her life without doing anything art related!

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Dadang Christanto

 Adalah seorang pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah pada tahun 1957. Dikenal luas oleh masyarakat dunia seni, bukan hanya di Tanah Air tetapi juga mancanegara....

Radio bagi Bryan Andersen sebagai Alat Komunikasi Komunitas Indonesia

Sejarah Radio Indonesia dan KeunikannyaBegitu banyak alasan mengapa seseorang mendengarkan radio. Selain karena kita mengenal siapa penyiarnya ditambah suaranya yang khas dan enak didengar,...

BERI SUARA BAGI KORBAN PERDAGANGAN ANAK | Indonation 2019

Kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri ternyata bukan sekedar untuk diri sendiri bagi anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) ranting RMIT University di Melbourne,...

2021, the Year of Recovery

Selamat tahun baru 2021!! Di awal tahun 2021 ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada umumnya, di awal tahun banyak orang melakukan introspeksi dan...