Roro Rachmawati: Penyanyi Dangdut Sekaligus Pendiri LPK Andhika Putra

Sebelum nama Roro Rachmawati terlibat dengan Krisdayanti sampai ia terjun ke dunia dangdut, Roro adalah seorang produser sekaligus penyanyi pop. Saat diwawancarai, Roro membawa saya menelusuri kembali perjalanan karirnya. 

“Dulu pop itu lagi sepi, gaada produser yang berani untuk mengambil itu” ujar Roro. Kontribusi perdananya di entertainment bisnis yaitu memproduksi album lagu untuk anaknya Fitri Toddy, yang sekarang dikenal sebagai juragan nasi kapau di Melbourne. Tidak sampai disitu tetapi Roro juga mengelola studio musik Panca digital musikindo dengan berbagai macam genre yang di produksi mulai dari rohani, religi, pop sampai dengan rock. Ia sering koordinasi dengan musik aransemennya dan menulis lagu bersama dirumah Roro. Selain itu, Ia juga pernah menulis lagu untuk finalis X-factor Mawar simanjuntak dan Elisabeth.  

Roro Rachmawati

Suatu hari, Roro dipanggil wartawan untuk berbicara sedikit tentang rencananya untuk merilis album sendiri. Bekerja sebagai produser musik koneksi Roro pastinya sudah luas, mulai dari situ bisnis pelatihan baby-sitter nya sudah diketahui oleh banyak artis papan atas. Hal ini pun memicu rasa ingin tahu si wartawan dan lanjut untuk menanyakan tentang drama yang muncul dikalangan artis-artis. Saat itu LPK Andhika Putra memang sedang punya masalah dengan salah satu klien mereka yang kebetulan adalah Krisdayanti, DIVA pop nomor satu saat itu. “Dia mengambil 3 suster ke saya, dan 2 tahun mengabaikan kewajibannya sebagai majikan. Salah satu suster saya nggak digaji” lanjut Roro. Di dalam kontrak kerja suster sudah tertulis jelas bahwa setiap penyelesaian kontrak pekerja harus kembali ke yayasan bukan di pindahkan ke rumah klien lain sebelum perjanjian tertulis dibuat. 

Masalah ini pun melonjak sampai dibawa ke pengadilan dan pada akhirnya kedua pihak memutuskan untuk damai. “Walaupun tidak ada minta maaf secara langsung, suster saya akhirnya dibayar” jelas Roro.

Namun, viral nya nama Roro yang terkait kontroversi dengan KD justru membuka peluang untuk Roro dalam dunia musik. “Saya ditarik untuk manggung tapi genrenya dangdut. Padahal saya suka pop, tapi mereka bilang dangdut itu lebih cepet naiknya, jadilah saya nyanyi rock dangdut”. Musik dangdut menggebrak mulai dari tahun 60-an, stasiun TV di Indonesia seringkali mengadakan konser dangdut dimana-mana. sampai saat ini musik dangdut masih bisa di temukan di Indonesia. 

Roro juga pintar dalam memproduksi lagu dan inspirasinya pun tidak terduga. Salah satu lagu ciptaan nya yang berjudul “Busway” ditulis saat di tengah macetnya jakarta dan hujan deras. “Dulu tinggal di Pondok Indah depannya Ahmad Dani, kebetulan waktu itu masih ada kontroversi antara Wulan dan Maya, nah disitu saya bikin lagu juga, judulnya ‘Teman makan teman’”. Kreativitas Roro pun dikenal saat ia masuk nominasi penghargaan AMI di Indonesia. 

Sebentar lagi, jatuh pada tanggal 21 Mei 2023, Australia akan digoyang Roro dalam penampilannya. Rencananya ia akan menyanyikan lagu sendiri dengan iringan band dalam rangka launching Indo-Australi spartan.  

40 Tahun Berlalu Sejak Yayasan Baby-Sitter Roro Dibangun 

Roro telah membangun bisnisnya yang bernama LPK Andhika Putra sejak tahun 1980. Pada waktu itu, banyak anak Indonesia yang putus sekolah dan susah mencari kerja karena tidak ada pengalaman keterampilan. Tujuan utama Roro terjun di bisnis ini adalah untuk melatih SDM sebagai perawat profesional. 

Saat ditanya dalam bentuk apa pelatihan yang dilalui perawat profesional Roro pun mulai menjelaskan prosedurnya, “Dimulai dari training teori dan praktek memandikan bayi, masak, ilmu imunisasi di berbagai usia.” Pada waktu itu banyak perempuan yang sibuk bekerja sehingga ingin anaknya terjaga. Semua calon perawat diberikan akomodasi dan tinggal di asrama untuk menyelesaikan pelatihan mereka sampai dia disalurkan ke rumah klien. 

Pelatihan intensif ini telah diminati oleh kalangan mereka yang mencari pekerjaan yang mudah dan gaji besar. Sampai sebanyak 7 cabang tersebar di daerah Jakarta kemudian dibangun di Palembang, Lampung, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Informasi bisnisnya pun sampai ke telinga para pejabat dan artis papan atas. Tentu saja, banyak yang telah berubah sejak saat itu. Semenjak adanya TKW yang bisa disalurkan ke Arab, Malaysia, Singapore, Hongkong dan Taiwan tenaga kerja Indonesia lebih memilih untuk pergi keluar negeri untuk bekerja. Tapi seiring berjalannya waktu, kini yayasan yang di bangun Roro kembali menerima panggilan dari keturunan klien lamanya. Keberadaan media sosial sekarang juga membantu untuk mempromosikan bisnisnya. Kini kantor yayasan LPK Andhika Putra dijadikan satu, bertempatan di Kebayoran baru.

Selain menyediakan tenaga kerja baby-sitter, klien-klien yayasan Roro juga suka memanggil suster untuk menjaga orang tua mereka yang sudah lanjut usia. Meskipun sarana akomodasi warga lanjut usia semakin membaik, orang Indonesia masih tergantung dengan stigma bahwa lansia harus dirawat oleh anaknya sendiri. Tapi Roro berkata lain, “Kalau tinggal dirumah lansia justru mereka bisa bersosialisasi dengan seumurannya dan mengerjakan hobi. Kalau sama suster, mereka cuma dikamar, apalagi kalau sudah lumpuh. Dirumah lansia semua fasilitas sudah ada termasuk dokter”. 

Tujuan kedepannya, Roro berencana untuk mengembangkan perusahaan rumah lansia di Indonesia. Kedudukannya yang sementara di Melbourne telah menjadi inspirasi bagi Roro, ia melihat perbedaan etika kerja dan keseimbangan kehidupan kerja di Australia dan ingin memberikan kesempatan yang sama untuk orang Indonesia.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

RAIH CITA-CITA

Info lebih lanjut klik disini

Pasar Untuk Rakyat

Pasar Rakjat kembali hadir, lengkapnya dinamakan Pasar Rakjat Vol. 2. Berlokasi di aula KJRI Perth, stall makanan berjejer dengan harga miring, mulai dari yang...

WARISAN BUDAYA JAWA DIPERTONTONKAN LEWAT TARIAN

Pada 20-21 November silam, Eko Supriyanto, penari tradisional Jawa asal Indonesia, dan koreografer asal Melbourne, Melanie Lane, menampilkan sebuah tarian produksi koreografer ternama asal...

GAMELAN JAMAH KOTA MELBOURNE

Apakah Anda sadar kalau I SAID NEON merupakan penyusunan ulang huruf-huruf dari kata ‘INDONESIA’?Pada awal bulan Desember lalu, baru saja diadakan workshop dan pertunjukkan...