Ketika kita sudah mendapatkan pinjaman rumah, bagi sebagian orang bukan berarti urusan dengan pinjaman rumah sudah selesai dan kita tinggal membayarkan hutang yang kita miliki. Terlebih seperti saat ini dimana pihak perbankan berlomba-lomba menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif sehingga banyak yang ingin mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan mereka. Namun, apakah dengan melakukan refinancing, kita pasti lebih mendapatkan keuntungan? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Karena semuanya tergantung kepada kondisi finansial yang kita miliki saat ini dan juga tujuan apa yang ingin kita capai.

Apakah sebenarnya refinance itu? Refinance dapat diartikan mengganti mortgage kita yang lama dengan mortgage yang baru dimana ada kemungkinan juga untuk menambahkan jumlah pinjaman yang baru atas properti kita. 

Refinance sendiri sebenarnya terdiri dari 2 jenis yaitu internal refinance dan external refinance. Untuk internal refinance, kita melakukan pengajuan peminjaman kembali dengan bank yang sama. Sedangkan untuk external refinance, kita mengajukan peminjaman kepada bank lain. Apakah dengan begitu kita bisa mendapatkan pinjaman dari 2 bank yang berbeda? Jawabannya tentu saja tidak. Karena apabila aplikasi kita disetujui, bank kita yang baru akan membayarkan hutang kita ke bank yang lama dan akan ada penghilangan mortgage atas bank lama dan bank yang baru akan menaruh mortgage atas kepemilikan properti kita. 

Untuk tahapan pengajuan pinjaman sendiri, tidak ada perbedaan antara internal ataupun external refinance. Mereka akan tetap meminta dokumen dasar yang sama seperti aplikasi pinjaman, bukti penghasilan, pengeluaran bulanan dan lain sebagainya karena mereka juga tetap harus menganalisa kondisi finansial kita apakah sesuai dengan kriteria yang dimiliki oleh bank tersebut.

Sebenarnya ada beberapa alasan apabila kita ingin melakukan refinancing. Namun, yang paling banyak ialah masalah suku bunga. Apabila kita merasakan bunga pinjaman yang kita bayarkan saat ini terlalu tinggi, tidak ada salahnya untuk menghubungi bank kita terlebih dahulu untuk meminta suku bunga yang lebih baik. Pada umumnya pihak bank akan memberikan penawaran yang lebih baik apabila menurut mereka masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga Anda. 

Namun, hal ini juga tergantung dari kondisi pinjaman kita. Apabila kita membayarkan LMI, kecenderungannya bank akan mengenakan bunga yang lebih tinggi karena bagi mereka, kita termasuk memiliki resiko yang lebih tinggi. Bila kondisi loan to value kita semakin kecil, kita lebih memiliki posisi tawar untuk mendapatkan bunga yang lebih baik. Untuk saat ini, suku bunga untuk fixed rate yang ditawarkan perbankan juga lebih rendah daripada variable. Oleh karena itu, apabila suku bunga variable yang ditawarkan bagi kita masih tinggi, fixed rate merupakan salah satu opsi yang paling baik untuk kita pilih. Namun, apabila kita masih berada dalam masa waktu fixed rate dengan bunga yang lebih tinggi, perlu dipertimbangkan apakah biaya yang kita keluarkan sepadan untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah. Apabila kita merasa bunga yang ditawarkan sudah sesuai dengan harapan kita, tidak perlu rasanya untuk melakukan refinance hanya karena alasan suku bunga yang lebih rendah. Namun, apabila kita merasa pelayanan dari bank kita saat ini kurang memuaskan, opsi untuk melakukan refinance masih sangat 

terbuka terlebih dengan berbagai penawaran cashback dari beberapa bank yang cukup menarik untuk nasabah baru. 

Selain suku bunga dan pelayanan, ada beberapa alasan lain mengapa orang mau melakukan refinance. Pada umumnya ialah kita ingin meningkatkan jumlah pinjaman yang kita miliki dari ekuiti yang kita miliki atas properti kita. Hal ini menjadi cukup populer bagi pemilik rumah, terutama apabila kita ingin membeli properti lagi untuk investasi.

Selain itu, refinance juga bisa menjadi salah satu sarana untuk mengkonsolidasikan hutang lain yang kita miliki seperti car loan dan hutang kartu kredit. Alasan lainnya untuk melakukan refinance apabila tidak melakukan penambahan jumlah pinjaman ialah untuk menurunkan jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. 

Untuk melakukan refinance itu sendiri, bukan berarti tidak ada biaya yang perlu kita bayarkan. Pada umumnya, kita perlu untuk membayarkan biaya discharge fee kepada bank kita yang lama. Selain itu, kita perlu juga membayarkan biaya penghapusan dan penambahan mortgage ke pemerintah. Oleh sebab itu, kita perlu juga memperhitungkan apakah biaya yang kita keluarkan akan sepadan dengan hasil yang kita inginkan.

***

Meskipun hal di atas mungkin saja terkesan membingungkan untuk dicerna, namun penasaran apakah kita bisa untuk melakukan refinance, jangan ragu untuk menghubungi broker-broker kami di Top One Finance. Kami akan dengan senang hati membantu Anda untuk senantiasa memberikan panduan agar Anda dapat melewati proses pengajuan aplikasi peminjaman dengan tanpa beban, karena kami memahami bahwa bagi kebanyakan orang, mengajukan pinjman sering kali terksesan menakutkan dan memberatkan karena banyaknya persyaratan yang dimiliki oleh perbankan. 

Kami memiliki akses ke berbagai Lembaga peminjaman yang dapat kami sesuaikan dengan kondisi Anda. Kami senantiasa membantu Anda untuk melewati setiap tahap dalam pengajuan aplikasi pinjaman selama Anda mau terbuka dengan kondisi finansial Anda. Perlu diingat bahwa keterbukaan adalah faktor terpenting dalam mengajukan aplikasi. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi broker-broker kami dan buktikan sendiri keunggulan servis kami.