Tanggal 2 April adalah Hari Buku Anak Sedunia, tanggal yang juga pertepatan dengan hari kelahiran pengarang buku anak terkenal di dunia, Hans Christian Andersen. Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan memupuk minat baca di anak-anak.  

Nah, bagi para pembaca BUSET yang sudah menjadi orang tua atau bekerja di bidang edukasi, berikut adalah buku-buku yang baik dan bermanfaat untuk dibaca oleh anak-anak di usia dini.

The Giving Tree

Buku karya Shel Silverstein ini memiliki cerita yang sederhana, yaitu tentang persahabatan antara pohon apel dan seorang anak laki-laki. Cinta yang tumbuh antara si anak dan si pohon mengajarkan bahwa dasar persahabatan adalah cinta dan saling memberi.

The Little Prince

The Little Prince adalah karya penuh imajinasi yang ditulis oleh seorang pilot Perancis, Antoine de Saint-Exuper. Buku ini mengisahkan kisah pertemuan Antoine dengan seorang anak laki-laki ketika pesawatnya terdampar di padang gurun. Anak laki-laki misterius ini mengaku tinggal sendirian di sebuah planet kecil. Antoine mengilustrasikan kesepian sang pangeran dan usahanya untuk mencari seorang teman. Cerita sang pangeran kecil ini akan mengajarkan bagaimana anak-anak harus menjadi mandiri dan berani.

The Ugly Duckling

Karya klasik dari Hans Christian Andersen ini mengisahkan seekor itik buruk rupa yang terlahir di sarang induk bebek. Sejak kecil, sang itik buruk rupa mengalami banyak penderitaan, penolakan dan kerap dikucilkan dari berbagai kelompok binatang lain karena sosoknya yang buruk rupa dan ketidakmampuannya untuk melebur di kalangannya. Sang itik kerap bermimpi untuk menjadi seekor angsa yang anggun dan rupawan dan akhirnya meraih mimpi itu setelah mengalami berbagai cobaan. Dongeng ini sarat dengan makna bahwa orang-orang yang unik dan berbeda sering diolok-olok dan dikucilkan, namun ketabahan akan membuahkan hasil bagi mereka.

The Three Little Pigs

Kisah lucu tentang upaya 3 babi kecil untuk membangun rumah ini ternyata mengandung nilai-nilai kehidupan yang bagus bagi anak-anak. Mengisahkan tentang bagaimana tiga saudara babi memilih untuk membangun rumah dari jerami, kayu dan batu bata ini mengajarkan bahwa kerja keras dan kesabaran adalah kunci untuk kesuksesan saat masalah yang digambarkan sebagai seekor serigala datang menyerang.

Charlie and the Chocolate Factory

Selain Andersen, Roald Dahl juga merupakan penulis cerita anak-anak yang brilian. Buku-bukunya telah dibaca oleh ratusan juta anak di dunia, dan Charlie and the Chocolate Factory merupakan salah satu karya terbaiknya. Menceritakan tentang Charlie, seorang anak miskin yang memenangkan undian untuk tur ke dalam pabrik cokelat ajaib milik Willy Wonka. Selain Charlie, ada anak-anak lain yang juga yang ikut tur itu, dan masing-masing anak mendapat godaan dan cobaan yang menguji sifat buruk mereka seperti kesombongan, kerakusan, ketidaktaatan pada orang tua, dan sebagainya.

The Emperor’s New Clothes

Satu lagi dongeng dari Andersen yang mengisahkan seorang raja yang hanya memerhatikan penampilan. Suatu hari, ia ditipu oleh dua orang penjahit yang menjanjikan sebuah gaun menawan berhiaskan permata yang tidak bisa dilihat oleh orang bodoh. Sang raja pun berjalan dengan telanjang di hadapan rakyatnya yang ternyata juga enggan berkomentar karena takut dianggap bodoh. Dongeng ini mengajarkan anak-anak untuk selalu berpikir kritis dan logis dan betapa bahayanya menjadi orang bodoh.

Pangeran Katak

Kisah yang satu ini ditulis oleh Grimms Bersaudara yang juga merupakan penulis cerita-cerita populer lainnya seperti Cinderella, Hansel dan Grethel, Putri Salju dan sebagainya. Cerita ini tentang janji antara seorang putri untuk mencium seekor katak jika sang katak berhasil mengambilkan bola emas sang putri yang jatuh ke dalam sumur. Karena sifatnya yang buruk dan egois, sang putri berupaya untuk melarikan diri dari si katak dan melupakan janjinya. Di akhir cerita sang putri akhirnya menepati janjinya dan sang katak berubah menjadi pangeran tampan. Kisah ini mengajarkan anak-anak agar tidak ingkar janji.

Phoebe