Trilogy Zoom Talk Series: Embracing Change, Chance, and Culture persembahan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Melbourne hadir lagi pada Sabtu, 31 Oktober dengan seri keduanya, Rapt in Cloth: Tenun and Its Varieties. 

Konsul Jenderal Spica Tutuhatunewa dalam kata sambutannya memaparkan bahwa budaya kain Indonesia tak hanya terbatas oleh kain batik saja, sehingga pada kesempatan ini KJRI Melbourne memperkenalkan kekayaan budaya kain tenun kepada masyarakat luas, terutama masyarakat Indonesia maupun non-Indonesia di Australia. 

Tenun merupakan teknik pembuatan kain yang sederhana dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan umum ditemukan di Indonesia khususnya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. 

Irma Wisnadar dan Guy Churchman sebagai penikmat tradisi dan filosofi kain tenun bicara tentang ragam variasi kain tenun beserta filosofi dibalik tiap-tiap kainnya. 

Songket Palembang 

Tiap motif dari songket Palembang mengandung makna kehidupan masyarakatnya yang makmur, jaya, dan berani. Songket ini selalu dibuat dengan ukuran persegi dan melambangkan satu kesatuan yang saling berantai dan mengikat. 

Songket Pandai Sikek (Songket Minangkabau) 

Songket Pandai Sikek merupakan salah satu songket paling terkenal dari Sumatera Barat. Motif-motif songket ini menampilkan wujud flora dan fauna serta menggunakan benang emas dan perak dalam proses penenunannya. Diketahui bahwa motif songket ini merepresentasikan acuan-acuan kehidupan seperi kesakralan, keindahan, kesabaran, ketelitian, dan ketekunan. 

Kain Toraja

Kain Toraja mengandung filosofi spiritual dan berperan penting dalam ritual pemakaman keluarga Toraja yang disebut Rambu Solo. Biasanya, kain tenun ini digunakan sebagai penutup peti jenazah dan untuk membalut mayat sambil menunggu proses upacara dimulai. 

Cepuk (Bali)

Kain tenun cepuk juga mempunyai unsur spiritual yakni sebagai pelindung dari unsur atau pengaruh jahat dan kerap kali digunakan untuk pengobatan. Motif geometris belah ketupat di kain ini berkaitan dengan kisah Barong dan Rangda, di mana ilmu penengen bertemu dengan ilmu pengiwa yang menciptakan keseimbangan diri dan semesta. 

Geringsing Wayang Putri (Bali)

Kain tenun yang satu ini mempunyai simbol kesucian yang menjaga kita dari penyakit dan kejahatan. 

Poleng (Bali)

Kain tenun poleng biasa ditemukan di jalan-jalan, pohon besar, patung, gapura, dan tempat sembhayang di Bali. Konon, representatsi dua sifat yang berbeda yang digambarkan dengan kotak-kotak hitam dan putih melambangkan keseimbangan alam seperti atas-bawah, kanan-kiri, pagi-malam, dan baik-buruk. 

Kain Endek (Bali)

Songket

Patola Jilamprang (Pekalongan)

Kain Sabu (NTT)