RANDY: SUKSES DARI NETWORKING

Sekali dipandang, sosok pemuda 30 tahun ini mengandung banyak cerita. Bagaimana tidak, namanya telah dikenal luas di kalangan anak muda Indonesia di wilayah Melbourne, pun wajahnya sudah tidak asing lagi. Randy Dhamanhuri adalah seorang pengusaha muda yang bergelut di bidang event organizer, salah dua yang ia jalani adalah Prime 8 dan TANG Events.

Randy pindah ke Melbourne pada Oktober 2003 sebagai mahasiswa Monash University. Meski program sarjana yang ditekuninya baru berakhir di akhir 2007, namun Randy sudah mulai menjajaki dunia bisnis di tahun ke-tiganya. Bersama beberapa kawan, Randy mendirikan Prime8 Production dan mulai rutin mengadakan Asian Night. Tak butuh waktu lama, pada 2007, malam disko yang kerap digandrungi anak-anak muda Indonesia itu pun menjadi acara mingguan yang selalu diadakan di Hush Bar, Melbourne Central, tepat di jantung Kota Melbourne. Setahun kemudian, acara tersebut resmi dinamakan Forever Fridays yang sekarang terkenal sebagai klub nomor satu bagi anak muda Indonesia. “Awalnya Forever Fridays diadakan di Eve Nightclub sejak Maret 2008… pertengahan 2010 kita di-approach sama Alumbra untuk pindah ke Alumbra sampai sekarang.

“Setelah dijalani dan dilihat ke belakang, sepertinya saya memang sudah suka jadi EO sejak SMA,” aku pemuda yang sempat menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Kanisius Jakarta ini. Meski bergelut di dunia hiburan malam, atau yang kerap disebut clubbing, memiliki tantangan tersendiri, namun bagi Randy, dalam hidup diperlukan keseimbangan antara bermain dan belajar atau bekerja, dan pergi ke klub malam tidak selalu berarti merusak moral. “It’s not about getting drunk, it’s about meeting new people and networking,” paparnya. “Dan pada akhirnya, ya buktikan saja kehidupan kita seperti apa, apa pencapaian kita. Ini juga yang saya pakai untuk memotivasi saya untuk terus berkembang.”

Memiliki jaringan yang luas merupakan aset berharga buat Randy. Prinsip tersebut pula yang ia tanamkan pada tim-nya, “I always tell my team that it’s always about networking.” Itulah mengapa justru Randy merasa beruntung industri yang ditekuninya menuntut untuk selalu berhubungan dengan kelompok usia tertentu. “Jadi bisa terus awet muda,” candanya.

Ditanya apa kepuasan yang didapat dari menjalankan pekerjaannya, dengan mantap Randy menjawab, “the feeling of ‘why I do this’. You stand at the back and you see the place is rocking, that’s the joy for me. For me, we have to be grateful if you can do what you love.”

Perihal berbagi ilmu, lulusan sarjana teknik ini pun tidak mau pelit. Bahkan Randy selalu membimbing agar setiap anggotanya mau membuka diri dalam memperluas jaringan pertemanan yang menurutnya akan menjadi modal berharga di kemudian hari. Buktinya saja sekarang bisnis Randy telah merambah ke industri kuliner. Bersama beberapa rekannya, Randy menjalankan Operator 25, sebuah restoran di 25 Wills Street Melbourne yang terkenal dengan menu brunch dan signature coffee-nya. “I’m passionate about coffee dan kebetulan ini passion meets opportunity,” ujar suami dari Marcella Tanumihardja yang dinikahinya pada Desember 2012.

Sebelumnya, Randy juga telah bergabung dengan TANG Events yang membawahi berbagai acara mingguan popular lainnya selain Forever Fridays di Alumbra. Sebut saja Society Fridays di Bond Bar, OMG Fridays di Seven, Scarlett Saturdays di Ms Collins. Randy sendiri merupakan salah seorang pemilik Bond Bar dan Ms Collins. Menurutnya, diversifikasi merupakan salah satu strategi bisnis yang amat baik. “We are all getting old dan gap-nya terlalu jauh. Ada new generation yang mau lebih in charge, we have to be flexible.” Selain itu, “dukungan dari pasangan, keluarga dan partner bisnis juga sangat penting.”

Meski sudah banyak pencapaiannya, Randy tetap terbuka bagi setiap kesempatan yang datang menghampiri.



 

 

Discover

Sponsor

Latest

MAKAN DI KAKI LIMA YUK!

  Berlokasi di 1 Stewart Street, Melbourne (di seberang lapangan basket kampus RMIT), KAKI LIMA menyediakan makanan Indonesia yang kaya rasa dipadukan dengan sentuhan spesial...

SETARA “Pendidikan dan Peluang Kerja Inklusif”

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh awal Desember lalu, PPIA Australia mengadakan webinar SETARA “Pendidikan dan Peluang Kerja Inklusif” yang...

LEAP SECOND: 1 Detik Penuh Dampak

Satu detik tepat setelah 30 Juni 23:59:59 UTC, jam digital pada komputer akan menujukan angka yang aneh yaitu 23:59:60 atau bahkan mengulang detik ke...

Hakam Junus, Ketua Umum PPI Australia 2018-2019

Awal Juli 2018kemarin Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) resmi memasuki periode baru dengan terpilihnya Hakam Junus sebagai Ketua Umum PPIA periode 2018-2019. PPIA sebagai...

Indonesia, Islam, dan Nasionalisme di Mata Cak Imin

Monash University Caulfield menyambut kedatangan seorang politikus Tanah Air untuk berbagi ilmu menyangkut topik “Islam dan Nasionalisme di Indonesia” pada 27 Juli 2018 lalu....