Puteri Anetta Komarudin. Adalah anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Ade Komarudin (Akom) dan Netty Marliza. Ya, namanya memang tidak asing lagi, Ade Komarudin dikenal sebagai politikus kawakan partai Golongan Karya yang sempat menjadi Ketua DPR RI yang ke-16 menggantikan Setya Novanto.

Kini, sorotan baru mulai ditujukan pada wanita muda yang lahir 26 tahun lalu. Puteri Komarudin resmi menjadi anggota DPR RI termuda yang penuh semangat memperjuangkan kemajuan Indonesia.

Di usia yang sangat belia ini karier politik Puteri menuju Senayan terlihat cukup ekspres dan mulus. Spontan kabar angin pun seliweran, menganggap nama besar dan prestasi sang ayah telah mempermudah perjalanannya. Akan tetapi, justru sebaliknya, semua yang dilakukan Puteri dengan ide-ide originalnya ia kemas dari hati dan ia perjuangkan mulai dari lapisan paling dasar hingga ke konstituennya.

Sedari kecil Puteri sudah dilatih untuk mandiri oleh kedua orang tuanya. Gadis belia ini sempat mengenyam pendidikan di Chai Chee Secondary School Singapura, yang kemudian langsung dilanjutkan ke Trinity College (foundation studies) Melbourne. Puteri lantas meraih gelar sarjananya dari The University of Melbourne program Bachelor of Commerce (Finance, Management and Marketing).

Puteri terbilang sangat aktif berorganisasi meski berada di negara orang. Ya, di Singapura ia menyumbangkan waktu dan tenaga untuk membantu TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Singapura.

Lepas dari Singapura, yakni dari tahun 2011 hingga 2015, Puteri menetap dan menepuh pendidikan di Melbourne, Australia. Selama di Negeri Kangguru, almamater Trinity College dan University of Melbourne tersebut pernah menjabat sebagai Presiden PPIA ranting The University of Melbourne 2013 – 2014 hingga terakhir menjabat sebagai Kepala bidang Media dan Komunikasi PPI Australia. Di bawah kepemimpinan Puteri sebagai Presiden, PPIA The University of Melbourne mendapatkan penghargaan dari PPI Australia sebagai ranting dengan program pendidikan dan kebudayaan terbaik.

Puteri mengaku banyak belajar ketika terlibat dalam PPIA, salah satu yang penting adalah memperluas jaringan dan berhadapan dengan orang-orang yang lebih senior baik dalam usia maupun pengalaman. Belajar untuk berkompromi dan bermusyawarah, membantu teman-teman pelajar dengan berbagai kesulitan dan tantangan mereka, serta terlibat dalam pengadaan ajang Indonesian Career Expo, Indonesian Film Festival, sekaligus juga mempromosikan budaya Indonesia kepada publik Australia. Kesemuanya ini dijalankan Puteri sambil berbagi waktu dengan tugas akademisnya. 

Sepulangnya Puteri ke Tanah Air paada pertengahan tahun 2015, ia langsung memutuskan untuk mencari pengalaman di industri keuangan. Langkah ini diambil untuk mendukung rencananya mengabdi di Kementrian Keuangan, Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kebetulan pada saat saya kembali ke Indonesia, OJK masih membuka pendaftaran, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sudah tutup pendaftarannya,” ungkapnya.

Puteri bekerja sebagai Junior Bank Supervisior, sebuah posisi yang bertugas untuk mengawasi bank asing yang beroperasi di Indonesia. Di sini lah perempuan yang akan menikah dengan Andhika Rheza pada Juli 2020 mendatang itu mendalami dan menggali banyak tentang dunia keuangan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk beralih profesi pada September 2018.

Rupanya Puteri tidak bisa meredam darah politik yang turun dari Akom. Akom telah menjadi inspirasi terbesar dalam hidupnya untuk mengabdi pada masyarakat dan negara. Puteri memberanikan diri maju sebagai anggota DPR RI untuk Dapil VII Jawa Barat meliputi kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta yang merupakan Dapil sang ayah selama lima periode berturut-turut.

Perjalanan tersebut tidak semudah yang dibayangkan orang-orang pada umumnya. Banyak komentar miring yang tampil ke permukaan hanya karena Akom dan Puteri memiliki hubungan darah. Padahal Akom sedang mengalami sakit.

Menjadi anak kandung Akom tidak semudah yang kita bayangkan. Setiap kali Puteri ingin terlibat di berbagai bidang, baik berorganisasi atau berkerja, dicap mudah mendapatkannya karena nama besar Akom. Kendati demikian, ia menanggapinya dengan bijak. “Saya sudah terbiasa dengan hal ini, sejak kecil selalu ada stigma seperti itu, makanya untuk membuktikannya saya harus berkerja dua kali lebih dari yang diharapkan,” tuturnya. Tidak ada yang dapat membuat Puteri berhenti untuk menyampaikan program yang dirinya akan perjuangkan. Puteri telah memberi contoh warna baru dan semangat bagi para generasi muda bangsa.

Dukungan keluarga diyakini telah menjadi sumber api semangat dan kekuatan bagi Puteri. Bahkan kedua orang tuanya berpesan agar selalu berhati-hati sebab di dunia politik selalu ada baik dan buruknya. Abdi masyarakat merupakan sebuah bentuk pengorbanan. Tak bisa disangkal, politisi itu lebih banyak dicaci dari pada dipuji.

Selama tiga bulan berkampanye, pemudi yang mengidolakan sosok Sri Mulyani dan Jusuf Kalla (JK) itu melihat salah satu permasalahan yang utama yang dihadapi kaum wanita baik ibu rumah tangga hingga pengusaha kecil di dapilnya, yakni banyak yang terjerat praktek rentenir. Rencananya ia ingin membuat rancangan undang-undang yang mengatur praktek rentenir offline seperti ini. Saat ini OJK sudah mengatur perusahaan rentenir online, namun belum untuk rentenir yang masuk ke daerah-daerah. Puteri menyayangkan adanya komentar yang menganggap hal ini belum penting karena bangsa kita masih sibuk mengurusi masalah infrastruktur dan hutang.

Setelah pelantikannya pada 1 Oktober 2019 kemarin, Puteri langsung menjadi pemberitaan anyar di Tanah Air. Pasalnya, anggota DPR termuda ini memiliki daftar kekayaan dengan angka yang sangat fantastis; Rp. 40,6 Milyar. Menanggapi hal tersebut, Puteri menyatakan bahwa kekayaan itu merupakan warisan dari keluarga yang turun temurun. Puteri berjanji selama menjadi anggota dewan akan terus mengusahakan yang terbaik. Ia bahkan telah merencanakan untuk mengadakan pertemuan dan bertatap muka dengan konstituennya secara langsung agar mendapatkan masukan dan ide, sehingga materi yang dirinya bawa ke DPR mampu menjadi solusi yang relevan dengan keadaan di lapangan.

Rr/vr