Perkenalan kedua sahabat ini bermula dari tahun 2006 silam saat memasuki bangku kuliah. Kevin Einstein Andrew Rumantir dan Sashia Anindya Rosari baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menegah atas di Melbourne. Kevin lulus dari Balwyn Highschool dan Sashia lulus dari Swinburne Secondary School jurusan desain. 

Hubungan pertemanan Kevin dan Sashia berlanjut hingga saat ini. Bersama seorang teman mereka, yaitu Jenda Badilangoe, ketiganya mendirikan sebuah perusahaan Honu Group pada tahun 2017 berbasis di Jakarta. Honu group menaungi empat lini usaha yakni Honu Poke Bowl & Matcha Bar, Sors Furniture, The Roots dan Saint Matcha. 

Sebagai pengusaha muda, Kevin dan Sashia berbagi pengalaman kepada BUSET dengan harapan menjadi inspirasi para pembaca untuk mengawali tahun 2021 ini. 

PEKERJAAN PERTAMA

Lepas dari Swinburne Secondary School, Sashia memutuskan untuk mengejar passion di bidang desain. Bagi perempuan ramah ini, “anything I do in life if I don’t like it, it would be a struggle..” . Di Swinburne University, Sashia mengambil jurusan Teknik Industri. Dan benar saja, passionnya ini terus berkembang dimana sesaat setelah lulus kuliah, dirinya langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahan yang bergerak di manufaktur dan design furniture

Sashia sempat berkarya sekaligus belajar banyak dari perusahaan tersebut selama 5 tahun, sehingga total 11 tahun ia tinggal di Melbourne. Pada tahun 2014, Sashia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dikarenakan ketidakjelasan status aplikasi permanent residence-nya. Setibanya di Ibu Kota, Sashia sempat berkerja sebagai product and interior executives.

Lain halnya dengan Kevin, 15 tahun dirinya menetap di Australia sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali di tahun 2015 karena ingin bersama sang mantan pacar yang kini telah menjadi istrinya. Alasan lainnya adalah keinginan untuk menjadi seorang pengusaha. Kevin melihat peluang di Indonesia yang lebih besar. 

Kevin meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Monash University serta S2 jurusan perbankan dan keuangan di universitas yang sama. Ia sempat berkerja di Nasional Australia Bank (NAB) dan menjadi banker di Indonesia selama dua tahun sambal mempersiapkan hati dan mematangkan konsep bisnisnya. 

HOBI LANGKA

Ternyata dua sahabat ini memiliki hobi yang sama yakni minum matcha, teh bubuk ala Jepang yang diperkenalkan Kevin kepada Sashia. Lucunya, matcha ini sampai membuat keduanya ketagihan, sampai-sampai untuk mendapatkan matcha terbaik, mereka harus impor sendiri dari negeri matahari terbit.

Rupanya kelangakaan tempat minum dan produk matcha membuat keduanya melirik industri ini. Bersama dengan sahabat mereka, Jenda Badilangoe, ketiganya mendirikan restoran HONU Poke Bowl dan Matcha Bar di 2017 di bilangan Kemang. Disini mereka menawarkan tidak hanya matcha namun melengkapinya dengan makanan khas Hawaii Poke bowl. Kevin mengungkapkan HONU merupakan resto pertama di Jakarta yang menawarkan menu Poke Bowl.

Kini Honu memiliki empat outlet yang tersebar seantero Jakarta. Kata Honu sendiri diambil dari bahasa Hawaii yang artinya kura-kura laut berwarna hijau, mengapa demikian? Karena pada kebudayaan Hawaii kura-kura laut berwarna hijau melambangkan keberuntungan dan hidup yang panjang.

Dalam waktu tiga tahun, Honu Group sudah merambah ke berbagai lini bisnis yang berbeda, dari kuliner, desain furniture hingga menjadi importir dan distributor matcha dengan nama SAINT MATCHA. Menutup tahun 2020 kemarin, mereka telah melahirkan THE ROOTS, sebuah restoran salad bar di Kemang, Jakarta Selatan.

Memulai usaha di Indonesia tentunya tidak seperti di Australia. Perbedaan peraturan dan kultur berbisnis merupakan tantangan yang harus mereka pelajari dan adaptasikan. Terlebih lagi, orang tua dan saudara kandung Kevin berkiprah sebagai profesional dan mengejar karier di dunia korporasi, sangat bertolak belakang dengan anak bungsu dari tiga saudara ini. Sedangkan Sashia, meski terlahir di keluarga pengusaha, namun tidak melakukan usaha yang sejenis dengan Honu Group. 

Tentu ini merupakan pembuktian bahwa DNA pengusaha itu hanyalah mitos. Tidak ada yang namanya keturunan pengusaha, keturunan guru, atau keturunan karyawan admin. Semua manusia memiliki kesempatan yang sama, tinggal tentukan saja pilihan mana yang mau Anda jalankan?

The Roots partners dari kiri ke kanan: Michelle – Executive Chef, Jenda, Bianca, Kevin dan Sashia

BELAJAR ILMU DAN PENGALAMAN

Network atau jaringan pertemanan sangatlah penting. Pupuk dan hargai persabatan yang kita miliki.  

Kita tidak akan tahu nantinya di masa yang akan datang dapat berkolaborasi bersama dengan mereka seperti bisnis yang sudah dijalankan Kevin dan Sashia. 

Apalagi bagi yang sudah merasakan atau yang sedang menetap di Australia, negeri yang terbentuk dari berbagai latar belakang bangsa. Bertemanlah dan manfaatkan waktu untuk mempelajari hal-hal baik yang dapat membawa pada kesuksesan. 

Tak lupa juga untuk memperbanyak sertifikasi profesional yang mudah didapatkan di Australia. Dan gunakan waktu luang untuk belajar turun ke lapangan kerja dengan menjadi internship atau kerja casual. Pengalaman studi dan berkerja selama di Australia dipastikan akan menjadi bekal untuk masa yang akan datang. 

Rr