Dibalik kesuksesan sebuah bisnis, pastinya ada perjalanan yang mengharuskan kerja keras, dedikasi serta pembagian waktu yang tepat demi membawa impian menjadi kenyataan. Hal yang sama harus dilalui oleh seorang Darwin Wirawan, pemilik sebuah perusahaan arsitektur bernama WiLLiV Architecture yang sebelumnya bernama Darwin Wirawan Design yang sudah dirintisnya sejak tahun 2003. 

Darwin sudah berpengalaman di bidang arsitektur dan bangunan selama hampir 20 tahun

Alumni Universitas Parahyangan jurusan arsitektur tersebut menceritakan pengalamannya setelah lulus di tahun 1998, tepat di saat dunia properti di Indonesia mengalami penurunan drastis, yang notabene membuat pekerjaan di bidang arsitektur susah didapatkan. Bidang karir lain pun ditempuh dengan skill nya di desain grafis melalui jalur web designer yang membawanya hingga menjadi Chief of Web Business Development di salah satu perusahaan besar multinational di Indonesia. 

Di saat yang bersamaan, jiwa entrepreneur dan kecintaannya di bidang arsitektur diwujudkan dengan membangun Rumah Kayoe.  Rumah Kayoe tidak hanya menyediakan konsultan buat interior design, tetapi juga memproduksi furniturenya untuk melengkapi desain itu sendiri. Darwin mengubah area gudang di rumah orang tuanya menjadi workshop nya untuk memproduksi furniture untuk beberapa kliennya.

Pada tahun 2002, untuk pertama kalinya Darwin menginjakkan kaki di tanah Kangguru mendampingi sang istri, Linda Lay yang hendak melanjutkan pendidikan dengan mengikuti program Masters di Monash University bidang Information and Management System. Dengan computer skill-nya dan beberapa interior design and architecture portfolios, dia mendapatkan pekerjaan di bidang arsitektur dalam waktu yang relatif singkat walau statusnya belum permanent resident. 


Awalnya Darwin tidak yakin akan menetap lama di Australia, Rumah Kayoe masih tetap dijalankan untuk beberapa klien tetapnya dari jarak jauh. Setelah Linda lulus pendidikan Master nya, ia tidak mau buang-buang kesempatan. Ia pun turut memperkaya diri dengan studi part time Master of Business bidang Information Technology di The University of Melbourne di malam hari pada tahun 2004, meskipun harus sembari bekerja full time.

Keterampilan dan pengetahuan di bidang arsitekturnya secara tidak langsung diperkaya dengan pengetahuan dari pendidikan masternya di bidang bisnis dan Informasi Teknologi. Di saat yang bersamaan, ada sistem yang relatif baru di dunia arsitektur yang memanfaatkan Informasi teknologi – yang sekarang lebih dikenal dengan nama BIM (Building Information Modelling). 

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Darwin, dia mulai mempelajarinya secara otodidak. Dia mulai mempraktekkan bahwa informasi teknologi dapat membantu proses arsitektur dari sejak proses desain hingga konstruksi di perusahaan arsitektur Peter Lyall tempat dimana ia bekerja selama 11 tahun. Salah satu hasil kerjanya pernah dipresentasikan di organisasi BIM di Victoria pada waktu awal kemajuan sistem ini.

Dengan bekal registrasi sebagai Building Architect dan Informasi Teknologi yang cukup unik ini, karirnya di bidang arsitektur mulai menanjak di perusahaan dimana ia bekerja. Tanggungjawab yang harus dia lakukan ada di dua bidang – sebagai project architect dan BIM Manager.

Spesialisnya pada saat bekerja untuk perusahaan lain adalah di sektor edukasional, aged care dan childcare, beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Aitken College, Glenroy Specialist School, Monash Special Developmental school, Mt Lilydale Mercy College, dan Darul Ulum College of Victoria. Beberapa pengalaman di proyek arsitektur selain rumah tinggal, diantaranya: highrise building – Wil&Co Apartment, South Yarra dan Masonic Residence, Caulfield; retails – Bunnings Princess Highway, Showroom mobil – BMW Brighton Victoria. Selain itu, Darwin juga memperoleh pengalaman mendesain Medical Centre di Mulgrave untuk Obstetrician yang membantu mereka pada saat William dan Livia. 

Selalu menyempatkan waktu untuk keluarga (foto bersama istri – Linda, dan kedua anaknya – William dan Livia)

Menurut Darwin, semua proyek arsitektur yang pernah dikerjakannya memiliki keunikan arsitektur tersendiri. Arsitektur untuk high rise buildings sangat berbeda dengan low rise buildings untuk sekolahan. Di bidang kedokteran, aged care, childcare, retails, luxury residential homes – semua memiliki peraturan dan keunikan desain tersendiri dari mulai tahap gambar hingga penanganan di lapangan. Dalam hal pemilihan bahan juga sangat berbeda, misalkan di high rise building yang sekarang cukup ketat untuk menggunakan bahan ‘cladding’ yang harus memenuhi syarat fire requirements.

Bidang pendidikan juga sama halnya, misalkan penggunaan daylight dan proper ventilation yang dapat membantu proses belajar mengajar bagi guru dan pelajar. Darwin juga sempat terpikir dari pengalaman dan pengetahuannya di bidang arsitektur pendidikan, banyak sekali yang dapat diterapkan untuk kemajuan arsitektur pendidikan di Indonesia.

Perjuangan Mendapatkan Lisensi Arsitek 

Ada satu hal yang Darwin merasakan kurang di bidang pekerjaannya saat itu. Dia tidak bisa menyebut dirinya sebagai ‘Architect’ di Australia karena secara hukum di sini dia harus melewati proses registrasi melalui ARBV (Architects Registration Board of Victoria). Singkat cerita, Darwin harus melalui tiga tahap yaitu Academic Equivalent, written test dan interview test

Sayangnya, ijazahnya dari Universitas Parahyangan tidak dapat disetarakan untuk melewati tahap pertama Academic Equivalent di Australia walau ia sudah berpengalaman cukup lama di lapangan. Singkat kata, Darwin harus kembali ke bangku kuliahan arsitektur setelah 15 tahun lulus dari Unpar. 

Sekarang
Dulu

Tidak gampang baginya memulai kuliah lagi, apalagi sambil bekerja full time dan kali ini ditambah dengan dua anak.  Darwin harus berbagi waktu dengan istri dan anak-anak mereka. Tak pelak dia sangat bersyukur atas pengertian Linda dan anak-anaknya William dan Livia untuk melewati masa-masa tersebut. Ini merupakan salah satu yang memotivasi dia untuk terus berkarir di dunia arsitektur and di saat ini juga dia mulai memikirkan untuk mendirikan WiLLiV Architecture yang berasal dari kedua nama anaknya.

Benar kata orang bijak, keteguhan iman serta niat baik pasti akan berbuah hasil. Darwin lulus dengan First Class Honours di tugas akhirnya dan mendapatkan Academic Equivalent pada tahun 2016. Di tahun yang sama dia juga lulus melewati dua tahap tes berikutnya dan terdaftar sebagai Registered Architect in Victoria.

Berbalik Pada Komunitas 

Sebagai sesama perantau, Darwin tidak pernah lupa akar. Ia kerap kali membantu komunitas Indonesia dalam hal penjelasan regulasi gedung dan bangunan di Victoria, selain juga tetap berkomitmen untuk membuat bangunan ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan penggunanya. 

Residential dan student accommodation menjadi salah dua model proyek arsitektur yang cukup banyak ditangani dengan beberapa orang Indonesia di Melbourne. Banyak dari mereka yang mengalami batu sandungan dengan regulasi terutama soal merombak tempat menjadi akomodasi mahasiswa dan perijinan dari local council. “Mereka bukannya sengaja, mereka tidak tahu peraturan jelasnya,” ungkapnya. “Biasanya konsultasi ke saya setelah dapat building notice dari council; kamu mesti act something to comply atau kena fine. Biasanya saya bantu discuss dengan council. dan bagaimana harus sesuai dengan perijinan yang berlaku,” tutur pria yang memiliki hobi gardening dan fotografi tersebut. 

Pria lulusan SMA Bunda Hati Kudus tahun 1993 tersebut mengatakan bahwa seorang arsitek diharuskan untuk langsung turun ke lapangan dan melihat perkembangan. Salah satu pengalaman menariknya adalah saat membantu mendesain dan memperoleh ijin untuk membuat Beauty Clinic di Burwood. Perijinan membuat usaha di area rumah tinggal tidak semudah proses di Indonesia. Banyak hal yang harus dilewati untuk mendapatkan ijin tersebut diantaranya rasio bangunan terhadap site, analisis lingkungan sekitar, rasio jendela, pemakaian bahan dan lainnya.

Berikut adalah salah satu testimoni dari Youthful Eternal Skin Beauty Clinic (7 Hartley Road, Blackburn South VIC)

I am one of Darwin’s clients and have to honestly admit that he has delivered SUPERB result and BEYOND my all expectations!!

Darwin understands what kind of building architecture and layout BEST suited for my current business premise in order to achieve aesthetic look for my business.

He has been very professional, helpful, patient, and proactive from beginning of the building process till the completion of the building and made sure that all run smoothly. 

I highly recommend him to whoever looking for a highly competent architect for both residential or commercial purpose. 

He will not disappoint you. 

Overall… 5  STAR!

***

WiLLiV Architecture menawarkan architectural services yang termasuk rancangan atau desain hingga pembangunan. Darwin tentu sudah sangat berpengalaman dalam hal ini. Tidak hanya di bidang desain, tetapi juga untuk proses perijinan dengan local council dan building surveyor. Darwin juga dapat membantu dalam proses feasibility study dan subdivisions, misalkan untuk menghitung berapa estimasi total biaya yang diperlukan dan keuntungan yang akan didapatkan misalkan untuk membuat 2-5 unit rumah tinggal di satu lahan properti atau apartment. Darwin pula berpengalaman dalam menerapkan aspek Feng Shui dalam desain arsitektualnya. Ini termasuk perhitungan seperti posisi tangga, posisi kitchen, posisi jendela, letak ruangan, kamar mandi dan tempat tidur, dan lainnya. 

Menerapkan Desain Rumah yang Sustainable 

Dapur rumah Darwin memiliki jendela pada atap yang bisa dibuka secara otomatis

Dalam pembangunan sebuah rumah, WiLLiV Architecture menerapkan konsep sustainable design & architecture. Ini pun dapat terlihat dari renovasi desain rumah tinggal Darwin dan keluarganya. Sebagai desainer, ia menerapkan orientasi rumah ke utara. “Kalau rumah kamu menghadap ke utara, bisa ambil cahaya matahari sebanyak mungkin, rumah akan hangat sewaktu winter. Waktu summer tidak terlalu panas,” ujar pria yang mengagumi sosok arsitek lokal Harry Seidler itu. 

Sirkulasi udara dalam rumahnya menerapkan konsep cross ventilation. “Kalau waktu musim panas, pintu depan saya buka, pintu belakang buka, itu angin lewat. Kalau angin lewat, tentu tidak feeling stuck di dalam,” lanjutnya lagi. Natural lighting juga tidak terlupakan. Atap area dapur yang menyambung dengan ruang umum ada tiga jendela yang menghadap ke bawah, dan bisa dibuka tutup secara otomatis. Bahkan salah satunya dapat dibuka untuk membiarkan udara panas naik keluar dari rumah. 

Untuk lebih menghemat energi, ada juga beberapa fitur lain. Salah satunya dengan insulasi lantai, tembok dan atap juga penggunaan double glazing untuk jendela dan pintu agar udara hangat bisa bertahan lebih lama. Selain itu, pria yang juga gemar bermain ping pong ini memilih sistem penghangatan hydronic heating yang menggunakan air panas. Dibanding sistem penghangat yang lain, hydronic heating ini tidak berisik, hemat listrik, dan juga tidak menghasilkan debu. Solar panel juga digunakan untuk memberdayakan sinar matahari dan menghemat biaya listrik. D

***

Bagi pembaca Buset yang berencana untuk membangun rumah, apartment atau bahkan student accommodation, sekolah, klinik, dan lainnya. Ataupun berkonsultasi tentang regulasi bangunan, dapat segera menghubungi Darwin Wirawan dari WiLLiV Architecture! 

Darwin Wirawan: 0401 116 663 
Darwin@wilivarchitecture.com.au
www.willivarchitecture.com.au 

Denis