Festival Film Pendek Australia Indonesia, ReelOzInd! 2019 diluncurkan secara bersamaan di Melbourne dan Bandung akhir pekan lalu, menampilkan film-film terbaik dari kedua negara diikuti dengan sesi tanya jawab dengan para sutradara film. Para pemenang dan film-film dengan predikat special mention juga diumumkan saat berlangsungnya acara.

Memasuki tahun keempat, ReelOzInd! dibuka oleh Gubernur Victoria, Yang Terhormat Linda Dessau, di Institut Teknologi Bandung di Bandung dan oleh Direktur Festival, Jemma Purdey, di Treasury Theatre di Melbourne, pada hari Minggu, 6 Oktober.

Click here for images from the premieres

Turut hadir pada pemutaran perdana di Melbourne adalah Konsulat Jenderal Indonesia untuk Victoria dan Tasmania, Ibu Spica Tutuhatunewa. Ia dan hadirin lainnya menikmati interaksi pada sesi sesi tanya jawab setelah pemutaran film, menampilkan para sutradara yang menjadi pemenang dan finalis beserta seorang juri, Nick Baker. Pembawa acara Movie Metropolis, Peter Krausz, menjadi moderator diskusi, yang mengulas berbagai proses dan motivasi.

“[Kami] menulisnya sepanjang hari, dan kami… mengerjakan semuanya dalam satu malam,” ungkap Jahvis Loveday, co-direktur pemenang kategori sutradara muda terbaik untuk film Home. Ini setelah diberitahu oleh gurunya bahwa pendaftaran kompetisi film sekolahnya ditutup pada hari berikutnya. Hayley Winock, sebaliknya, pembuat film tanah liat otodidak, menggambarkan prosesnya: “Setiap kali sudut kamera berubah, disitulah sesi baru, hari baru.” Hayley menerima Special Mention untuk Munchies.

Pemenang Fiksi terbaik Ali Mousawi (My Name is Mohamad And Raghad, We Don’t Exist Here Anymore) juga turut hadir, menjelaskan risiko pembuatan film tersebut di negara asalnya, Iran. Dia juga berbicara kesulitannya untuk mencari suaka di Australia (yang menjadi fokus filmnya), dan tantangan untuk membuat film dalam satu kali pengambilan:

“Setelah 12 kali pengambilan kami bahkan belum mencapai pintu masuk gedung [30 detik].”

Bergabung dengan Gubernur Victoria di Bandung adalah Bapak Arfi Rafnialdi, alumni Australia Indonesia Leader Program dan saat ini Ketua Harian Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Jawa Barat, Dr Hafiz Aziz Ahmad, Wakil Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, dan para eksekutif dari Australia-Indonesia Centre dari kantor Jakarta dan Melbourne.

Sesi tanya jawab di Bandung, diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain dan difasilitasi oleh Bapak Chendi Priyatna dari Universitas Padjajaran menampilkan pemenang Animasi Terbaik Kartika Pratiwi (A Daughter’s Memory), pemenang Dokumenter Terbaik Dery Prananda (Posko Palu), penerima penghargaan Special Mention Young Filmmaker, Jonggi Muhammad (Divergensi), Special Mention Documentary, Fransiscus Magastowo (Perabuan/On Ashes) dan Special Mention Fiction, Wisnu Dewa Broto (Melangun).

Daftar lengkap film yang menjadi pemenang sebagai berikut:

Penghargaan Jim Schiller untuk Kolaborasi Terbaik antara Sutradara Australia dan Indonesia/ Dokumenter Terbaik

Posko Palu

Tim Barretto (Director), Dery Prananda (Assistant Director), Melanie Filler (Producer)

Fiksi Terbaik

My Name is Mohamed and Raghad, We Don’t Exist Here Anymore

Ali Mousawi (Director), Jessica Phoebe Hanna, Wesam Mojahed (Writers), Mohamed Kamel (Producer)

Sutradara Muda Terbaik

Home

Jahvis Loveday, Joy Ben Hur (Directors/Writers/Producers)

Film Terbaik/Animasi Terbaik

A Daughter’s Memory

Kartika Pratiwi (Director/Producer)

Special Mentions Fiction

Pilgrimage

Peter Blackburn (Director), Angus Cameron (Writer), Ben Blennerhassett, Peter Blackburn, Angus Cameron (Producers)

Melangun

Wisnu Dewa Broto (Director), Albertus Prahasta Wibowo (Writer), Sintia Lolita Jesika, Angelia Leanartha (Producers)

Special Mentions Documentary

Perabuan/​ ​On Ashes
Fransiscus Magastowo (Director/Producer)

Polychromatic

Sarinah Masukor (Executive Producer, Diversity Arts Australia

Special Mention Young Filmmaker

Divergensi

Jonggi Muhammad K (Director/Producer), Albarra (Writer)

Special Mentions Animation

Munchies

Hayley Warnock (Director/Writer)

Bad Hair Day

Dionisius Miki Pratama (Director/Writer/Producer)

Mengikuti pemutaran perdana, ReelOzInd! akan berlanjut sebagai festival keliling sampai bulan Desember, dan akan hadir di Jawa Timur, Sulawesi Tengah, New South Wales, Wilayah Ibukota Australia dan masih banyak lagi. ​Daftar lengkap lokasi dan tanggal festival dapat ditemukan disini​; tanggal dan lokasi baru akan ditambahkan saat lebih banyak acara dikonfirmasi. Mulai hari ini sampai 16 December, ​masyarakat diminta untuk memilih film favorit mereka​.

Further resources

  • ReelOzInd! cuplikan pemutaran perdana 2019
  • ReelOzInd! cuplikan pembukaan pendaftaran 2019
  • Tanggal penting untuk ReelOzInd! 2019
  • Pilih film favorit kamu Informasi Media Jemma Purdey Direktor Festival ReelOzInd!
    +61 409 257 154 jemma.purdey@ausindcentre.org Tentang ReelOzInd! Festival Film Pendek Australia Indonesia, ReelOzInd!, mempertemukan para pembuat film yang luar biasa dari kedua negara untuk berbagi cerita dalam acara yang unik dan menarik. Di tahun keempat, temanya adalah Berubah/Change. Festival keliling akan dimulai di Australia di Treasury Theatre dan di Bandung di Institut Teknologi Bandung. Tentang The Australia-Indonesia Centre The Australia-Indonesia Centre adalah konsorsium dari 11 universitas terkemuka dalam bidang riset di kedua negara. Misinya adalah untuk memajukan hubungan antar individu dalam sains, teknologi, pendidikan dan inovasi. Kunjungi​ ​reelozind.comuntuk informasi mengenai pemutaran perdana, bioskop keliling dan festival-festival sebelumnya.