Perpisahan Pejabat Pensosbud dan Komunikasi KJRI Melbourne 2020

0
230

“Dikau selalu ada di dalam hatiku, ‘ku s’lalu ada di hatimu. Kita s’lalu ada di hatimu, kita s’lalu mengingat dirimu,” senandung Marthin Nanere alias Decky membuka acara perpisahan malam itu.

Memang begitu disayangkan bagaimana para hadirin harus berpamitan dengan ketiga staf KJRI Melbourne ini melalui layar-layar digital mereka. Dalam rangka mewarnai permulaan acara dengan ramainya keceriaan untuk menghapus duka tersebut Sanggar Lestari turut mempersembahkan tarian Stay At Home.

Berat Hati Spica Tutuhatunewa, Konsul Jendral Indonesia untuk Victoria dan Tasmania mengucapkan sepatah dua kata pisahnya kepada tiga dari anggota team-nya di konsulat.

“Di dalam hidup ini semua pasti akan datang dan pergi, silih berganti. Tidak terasa bahwa tiap hari kita kian bertemu muka dengan muka – melayani, bekerja, dan bersenang-senang bersama-sama. Hingga pada akhirnya tidak terasa bahwa tiga tahun setengah telah berlalu dan tiga teman kami harus berpamitan pulang. Pak Albert Abdi, Konsul Pendidikan Sosial dan Budaya bersama Ibu Sherry dan anak-anakya, Pak Prima J. Sastrawiria selaku Konsul Muda Pendidikan Sosial dan Budaya bersama dengan Ibu Aya dan anak-anaknya, juga Bapak Kilin Prasetyo yakni Pejabat Komunikasi kami, beserta Bu Sari dan anak-anaknya.

Kami dari KJRI mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kerja keras bapak-bapak selama tiga tahun setengah bekerja sama bersama-sama untuk melayani setiap Warga Negara Indonesia di Melbourne. Kami harap setiap tugas yang sudah dikerjakan dapat membawa manfaat untuk ke depannya. Kami juga ingin meminta maaf apabila baik dalam pergaulan atau pekerjaan ada yang salah atau kurang dari kami. Terlebih lagi karena situasi COVID ini, kami semua mendoakan bapak dan keluarga agar kalian aman selama perjalanan pulang sampai di Indonesia,” ujar Spica.

(dari kiri) Albert Abdi, Kilin Prasetyo, Prima Januar

Setelah itu dengan berat hati ketiganya membalas dengan kata perpisahan masing-masing. Konsul Albert dengan kreatif menyiapkan sebuah pantun yang berbunyi,

“Walau acara perpisahan kita tidak dalam suasana bertemu muka

Namun silahturami kita tetap yang utama

Izinkan kami melnjutkan tugas di Indonesia

Semoga Persaudaraan kami selalu terbina dimana pun kita berada.”

Tidak mau kalah, Kilin membawa salam selamat tinggalnya dengan humor dan guyonan. Biarpun begitu, dengan tulus beliau mengucapkan salam pamitnya dan mendoakan semua masyarakat Indonesia di Melbourne untuk sehat selalu melawan pandemi Corona.

Dalam kesempatan yang sama, Prima turut berpamitan dengan semua orang dan sembari bersilahturami mengucapkan kejujurannya akan betapa beruntungnya beliau untuk bekerja di bawah dua pemimpin wanita yang tangguh, Dewi Savitri Wahab dan Spica Tutuhatunewa. Ia terutama mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Konjen Spica yang telah menjadikan KJRI Melbourne di Instagram menjadi jauh lebih populer. “Bayangkan, followers Instagram kita dulu hanya sebesar 1500 orang dan karena Ibu Spica berkembang menjadi 5500 lebih!”

Sungguh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan dan komunitas di Indonesia akan merindukan ketiga figur ini. Adapun posisi yang ditinggalkan akan diserahterimakan kepada Alfons Manbebyar Sroyer, Razan Bahri dan Ahmad Kemal Faiq Fasa.

“Teman-teman yang hadir secara virtual di acara perpisahan malam hari ini, teman-teman PPIA, tim Paskibra, perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat di Melbourne, dan tentunya para anggota band KonJen RI Melbourne tidak akan pernah dengan mudah melepaskan rindu mereka akan ketiga figur ini,” tambah Spica.

Teguh Iskanto selaku Presiden Indonesian Muslim Community of Victoria, Muhammad Abduh – Ketua Minang Saiyo Melbourne, Ningsih Millane dari Sanggar Lestari, Silvy Wantania selaku Presiden VILTA, Isvet Novera – Ketua PPLN Melbourne, Maria Parker dari Sanggar Sang Penari, juga puluhan warga lainnya menyatakan kesedihan mereka dan akan sangat merindukan sosok tiga pejabat yang bersahabat ini.

Akhir kata, melalui artikel ini seluruh redaksi BUSET Magazine mengucapkan salam hangat bagi Pak Albert, Pak Kilin, juga Pak Prima bersama keluarga. Terima kasih atas kerja keras bapak-bapak dalam melayani seluruh masyarakat Indonesia di Melbourne, setiap dari kami akan sangat merindukan kehadiran bapak dalam setiap liputan kami nantinya. Kami ucapkan selamat tinggal dan selamat jalan dalam menempuh tugas selanjutnya di Indonesia. BUSET berdoa untuk perjalanan aman sampai di Indonesia.