Permainan Lato-Lato Membantu Anak Terjauh Dari Gadget

Siapa yang tidak kenal dengan permainan lato-lato. Bukan hanya karena suaranya yang membuat bising, namun banyak anak-anak hingga orang dewasa yang sedang memainkan permainan yang baru-baru ini populer kembali. Bisa dibilang mainan ini tak kenal jenis usia, meski umumnya banyak dimainkan anak-anak.

Efriyani Djuwita, yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengatakan, permainan lato-lato mampu menimbulkan rasa penasaran dan memacu diri untuk menguasainya. Terlebih, jika orang-orang di sekitarnya banyak yang terampil memainkan lato-lato. “Tren di masyarakat mengenai permainan ini mampu menambah rasa penasaran dan ingin mencoba, sehingga pada akhirnya banyak kita jumpai anak-anak memainkan mainan ini dimana-mana,” ujar Efriyani.

Tanpa disadari permainan ini membantu anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Dengan begitu, kesehatan anak terutama pada mata akan menjadi lebih baik. Efek ini juga membantu mengenalkan kembali permainan tradisional yang telah lama dilupakan.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, maraknya permainan lato-lato menjadi angin segar ditengah kekhawatiran kecanduan gadget yang melanda anak-anak di Indonesia. Menurutnya, tren ini harus dijaga agar anak-anak di Indonesia terus mengeksplorasi berbagai ragam permainan tradisional di Tanah Air. “Tren lato-lato menjadi bukti bahwa anak-anak kita bisa kok tidak kecanduan game online atau gadget,” kata Huda, Selasa (17/1/2023).

Namun tetap harus diwaspadai permainan ini bukan tanpa resiko ya teman-teman. Dikutip dari laman Halodoc, “Jika anak sekuat tenaga membenturkan bandul, maka risiko bandul pecah semakin tinggi. Apabila pecah, serpihan kecil bandul bukan tidak mungkin masuk ke mata dan memicu kebutaan. Selain itu, jika talinya putus, bandul juga bisa membentur tubuh  atau benda lain. Bahkan, mainan satu ini juga bisa menjadi senjata untuk melukai teman apabila terjadi perselisihan pada anak. Padahal, tak sedikit pula orang tua yang senang dengan permainan ini karena bisa mengurangi efek kecanduan gawai pada anak-anak”. Alangkah baiknya jika permainan ini tetap di bawah pengawasan orang dewasa.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Buka Puasa AIDA: Menjaga Semangat Pluralisme

Tentunya sebagai masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal di Melbourne,  sudah terbiasa dengan wajah masyarakat yang multikultur. Perbedaan dan keberagaman sudah menjadi keseharian yang tak...

NAILA Hybrid Awards Ceremony 2022: Bahasa Indonesia Menyatukan Indonesia-Australia

Mempelajari bahasa yang bukan merupakan bahasa ibu tentu bukan hal yang mudah. Namun jika ditekuni dengan baik dan disertai niat yang kuat maka mempelajari...

PENGALAMAN HIDUP YANG MENJADI IDE USAHA

Apakah Anda sering merasa sulit meluangkan waktu untuk belanja bahan makanan di supermarket atau di pasar tradisional? Untungnya di jaman yang dikuasai oleh teknologi...

Berkenalan Dengan Kru BUSET 2020

Benedicta Bintang ZefanyaHULLO kawan BUSET! Namaku Benedicta Bintang Zefanya, salah satu jurnalis di balik artikel-artikel pada lembaran majalah BUSET yang kalian gemari. Saat ini...

Karir Menurun Drastis Gara-Gara Feng Shui Rumah

Tanya: Saya sangat merasakan sesuatu yang “sangat kebetulan”. Ada kenalan orang tua saya, yang cuma baca denah rumah orang tua (rumah saya juga), itu menurut...