Tanya:

Kalau kita sudah tahu unsur yang kita perlukan, misalnya: Kayu, lalu sudah usaha bidang Kayu, perlu waktu berapa lama ya sampai bisa maju di usaha ini? Pengalaman sudah jalanin satu tahun, tapi kok belum ada perkembangan yang signifikan ya suhu? Terima kasih suhu.

Jawab:

Mengurai sebuah persoalan jangan dilakukan secara parsial, tak bijak dan tak guna pula menyesaikan masalah secara ego sektoral. Seperti yang sudah selalu saya bagikan, bahwa ketiga faktor (Tian Ren Di) selalu perlu kita ketahui, maksimalkan dan sinergikan. Dengan begitu barulah lebih besar harapan untuk mendapatkan solusi atas sebuah masalah.

Kita sudah jelas apa unsur hoki kita, kita telah mengertia secara terang benderang apa-apa saja bidang yang cocok. Tentu bagus, ibaratnya kita sudah punya peta dan panduan agar tidak nyasar. Meski begitu, tidak bisa pula kita melupakan atau mengabaikan, bagaimana kemampuan kita untuk melakukan aktivitasnya? Kalau misalkan kita mau coba bisnis restoran, karena termasuk cocok dengan ba zi. Tetap kita juga butuh pengetahuan dan pengalaman, setidaknya punya dasar-dasar. Karena kalau tidak, masalah-masalah yang dihadapi akan lebih besar. Kepiawaian kita (dan seluruh tim) sebagai operator restoran juga tetap perlu dimaksimalkan. Semua ini adalah bagian dari faktor Ren (Manusia), yang tidak bisa kita sepelekan.

Maka dari itu, saya senantiasa infokan bahwa tidak bijak dan tidak perlu pula terbawa emosionil dan semangat menggebu-gebu. Hanya karena kebawa perasaan/semangat yang meluap-luap maka lantas banting setir dari kerja atau bisnis yang sudah ada ke bidang baru yang cocok/hoki. Karena kehidupan nyata beda dan bukan seperti kita sedang ikut coaching atau lagi dalam kelas motivational, dimana pengaruh emosi dan semangat yang memang dikondisikan agar menggebu-gebu! Kalau tidak hati-hati, nalar dan objektivitas bisa keluar dari rel.

Bermodalkan semangat bonek (bondo nekat) kadang memang bisa bikin berhasil, tapi in reality in real life, banyak pula memberikan kegagalannya. Jadi please keep reality in check, be objective!

Rencanakan, atur serta aplikasikan dengan sebaik-baiknya agar terjadi smooth transition dari kerja/bisnis yang tidak sesuai ke bidang usaha/karir yang cocok sesuai ba zi kita.

Last but not least, bagaimana lokasi dan bangunan dimana kita menjalankan bisnisnya? Sayang, masalah lokasi dan bangunan ini paling umum diabaikan disepelekan. Umumnya karena faktor ketidak-mengertian, atau ada yang sudah paham tetapi tetap meremehkan dan menganggap tidak perlu. Faktor ini juga tidak bisa kita diabaikan. Selama feng shui lokasi dan tempat dagang kita tidak ramah, maka artinya sepertiga (sekitar 33%) potensi keberhasilan sudah hilang/berkurang! Ini adalah bagian dari faktor Bumi (Di).

Faktor kita sedang dalam “Big Luck” yang bagaimana ikut pula memengaruhi. Apakah “Big Luck” kita lagi dalam status jelek, sedang, atau bagus? Semakin lagi jelek statusnya, maka semakin lamban lah perubahan positif/kemajuan akan kita rasakan. Hal ini ialah bagian dari faktor Langit (Tian).

Sekali lagi, dalam mencoba menyelesaikan sebuah permasalahan, selalu lakukan secara maksimal. Jangan cuma sepotong-sepotong. Tak guna menerapkan pendekatan ego sektoral. Karena kalau begitu, hasilnya pun akan minimal dan tanggung-tanggung. Selama salah satu dari ketiga faktor (Tian Ren Di) masih ada yang belum kita maksimalkan, maka selama itu pula usaha kita untuk mengurai/menyelesaikan masalah belum maksimal!

Berkaitan dengan perlu waktu berapa lama ya sampai bisa maju sebuah usaha? jawabannya kembali ke diri kita. Apakah kita sudah mengenali memerbaiki memaksimalkan dan mensinergikan faktor Langit, Manusia dan Bumi? Seberapa serius dan cepat kita telah mengenali memerbaiki memaksimalkan dan mensinergikan secara all out faktor Langit, Manusia dan Bumi?

Last but not least, ora et labora. Pararel saat kita memaksimalkan dan mensinergikan faktor Tian Ren Di, kita juga melakukan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / suhanalim@gmail.com