Perjanjian Pranikah, Artinya Tidak Percaya Dengan Pasangan?

Banyak menjadi pembahasan mengenai pembuatan perjanjian pranikah, bersamaan dengan viralnya kasus-kasus dalam rumah tangga baru-baru ini, kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh vokalis band Last Child, Virgoun, ataupun perceraian Ari Wibowo dengan Inge Anugrah.

Dilansir dari hukumonline.com, perjanjian pranikah tidak hanya bisa dibuat saat sebelum pernikahan dilangsungkan, namun juga saat pasangan sudah dalam status pernikahan. Selama kedua belah pihak setuju, rela dan tidak dalam paksaan saat membuat perjanjian tersebut.

Dalam kasus aktor Ari Wibowo dan Inge Anugrah, perjanjian pranikah dibuat sebelum pernikahan dilangsungkan. Keduanya membuat kesepakatan yaitu tidak adanya harta gono-gini (pembagian harta) saat terjadi perceraian. Maka dari itu, sempat ramai dibicarakan oleh warganet Indonesia bahwa Ari sangatlah pelit.

Sedangkan untuk kasus penyanyi Virgoun, perjanjian dibuat saat ia dalam status pernikahan dengan sang istri, Inara. Perjanjian tersebut dibuat saat Virgoun kedapatan melakukan tindak perselingkuhan dengan wanita lain, dengan tujuan agar Virgoun tidak mengulangi hal tersebut. Jika pelanggaran terjadi, maka sanksi yang diberikan yaitu sesuai dengan isi surat perjanjian.

Perjanjian pranikah bukanlah suatu hal yang wajib untuk dilakukan, melainkan hal yang opsional. Beberapa orang yang tidak paham dengan maksud dan tujuan perjanjian pranikah, mungkin akan berfikir bahwa perjanjian tersebut berarti tidak memiliki rasa kepercayaan kepada pasangan. Namun, jika dipahami lebih dalam, perjanjian pranikah memiliki banyak keuntungan untuk kedua belah pihak selain dari mencegah kemungkinan terburuk dalam hubungan pernikahan.

Melalui perjanjian pranikah, pasangan diberi kesempatan untuk saling terbuka mengenai banyak hal, khususnya pendapatan dan harta. Dilansir dari Detik.com, perjanjian ini memiliki manfaat untuk memisahkan harta suami maupun istri agar tidak tercampur, menjamin keberlangsungan harta keluarga, memperjelas tanggung jawab hutang, melindungi kepentingan istri misalkan sang suami melakukan poligami juga menghindari motivasi pernikahan yang tidak sehat.

Pernikahan adalah hal sakral yang perlu sangat banyak pertimbangan sebelum dilakukan, karena hal tersebut, beberapa pasangan memilih untuk membuat perjanjian pranikah untuk memperjelas banyak hal khususnya hal sensitif (harta). Bukan dengan maksud tidak memiliki rasa kepercayaan kepada pasangan, namun perjanjian ini dibuat dengan maksud mencegah hal-hal buruk terjadi dalam hubungan pernikahan.

Berbagai Sumber

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

MIGRATION & PROFESSIONAL YEAR SEMINAR

YNJ Migration dan Monash Professional Pathways mempersembahkan:MIGRATION & PROFESSIONAL YEAR SEMINARTanggal: 11 April 2018 Waktu: 6 sore - 9 malam Lokasi: Multikultural Hub (Blue Room) Harga: GRATIS Daftarkan disini Info...

Pendek Umur Karena Sering Diramal

T: Pernah ada saudara yang bilang, jangan-jangan karena sering diramalakan semakin pendek umur kita.J: Well...soal umur makin pendek bisa karena lifestyle yang jelas-jelas tak...

Rumah Beralas Rahasia dan Kebohongan

“Buat saya rumah ini hanya mewarisi kenangan buruk!” bentak Randy dengan lantang di tengah rumah yang tak pernah mungkin ia sebut miliknya. Rumah yang berdiri di atas...

MILENIAL SUKSES PENCETUS LET’S GO CHICKEN | Wika Saputra

Rasanya baru kemarin ia menimba ilmu di Australia. Namun sekarang nama Wika Saputra mulai dikenal sebagai panutan pengusaha muda Tanah Air. Bagaimana tidak, alumni Deakin University ini...

Dukungan KJRI Victoria dan Tasmania Terhadap Lockdown Gelombang Kedua

Tepat tanggal 8 Juli pukul 11.59 malam, wilayah Melbourne Metropolitan dan Mitchell Shire kembali memasuki masa pembatasan tingkat 3 yang disebabkan oleh meningkatnya angka...