Peluang Bisnis Indonesia dan Australia Masih Luas

Minggu pertama Agustus silam, Indonesian Business Centre (IBC) bekerjasama dengan Australia Indonesia Business Council (AIBC) mempersembahkan sebuah panel diskusi yang mengusung topik perdagangan usaha berskala kecil antara Australia dan Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Small Business Festival Victoria 2015.

Dimoderatori Emmanuel Setyawan dan Angela Ang, diskusi tersebut mendatangkan tiga tokoh ahli dan terpandang di dalam bidang mereka masing-masing. Pembicara pertama adalah David Blake, pakar perpajakan dari BDO East Coast Partnership. Menurutnya, tempat dimana suatu badan usaha membayar pajak tidak kalah penting dengan jumlah pajak yang harus dibayarkan sebab pengusaha tidak dapat memanfaatkan celah dengan membayar pajak lebih sedikit di negara yang memiliki persentase pajak yang lebih rendah karena mekanisme dari pembayaran pajak itu sendiri.

Topik selanjutnya dibawakan Chairman Australian Chamber of International Trade Lawrence Christoffelsz yang membahas seputar keadaan perdagangan antara Indonesia dan Australia, keuntungan jangka panjang yang bisa didapatkan para pengusaha kecil, partnership dan langkah-langkah yang dapat ditempuh agar proses perdagangan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, beliau pula mengupas beberapa sektor utama ekspor – impor antar kedua negara. Menurutnya, selama 2014, berbagai macam makanan olahan serta organik seperti gandum, daging sapi, madu dan gula merupakan mayoritas produk yang memberikan banyak sumbangsih dari segi ekspor Australia. Sedangkan dari sektor impor, minyak mentah, minyak olahan, berbagai produk mesin dan suku cadang merupakan komoditas yang dinilai signifikan.

Dari sisi lainnya, General Manager Trade and Marketing dari Port of Melbourne Corporation Melissa Poon berbicara mengenai kapasitas pelabuhan kontainer yang akan ditingkatkan seiring dengan peningkatan permintaan. Kabarnya, ekspansi pelabuhan akan dimulai pada akhir 2016.

Dihelat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, keseluruhan topik diskusi mendapat respon yang cukup tinggi dari puluhan pebisnis yang hadir, terbukti dengan banyaknya pertanyaan berbobot yang dilontarkan selama sesi tanya jawab. Panel diskusi ini dinilai telah memberikan informasi penting yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan hubungan ekonomi Australia dan Indonesia.

Tak bisa dipungkiri lagi, Indonesia telah menjadi salah satu mitra usaha terbesar bagi Australia. Tentunya ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka ke ranah internasional seperti Australia.

  

leo
foto: krusli

Discover

Sponsor

Latest

KETAHUI DOKUMEN APA YANG ANDA TANDATANGANI

STATUTORY DECLARATION Sebagian dokumen, jika ditandatangani dengan benar, akan memiliki kekuatan hukum yang signifikan. Salah satu dokumen hukum penting yang dimaksud ialah “statutory declaration”. Statutory declaration...

Sihir Intan Paramaditha Lewat Apple and Knife

Bagi yang belum familiar dengan karya-karya Intan Paramaditha, kumpulan cerpennya (kumcer) yang berjudul Apple and Knife, yang diterjemahkan oleh Stephen J Epstein, baru saja...

Dari Fosil hingga ke Mancanegara | Peggy Hartanto

Mereka adalah kakak beradik, Lydia yang sulung dan si kembar Peggy dan Patty Hartanto. Rupanya keakraban tiga bersaudara ini tidak hanya terjadi dalam keluarga,...

Fallen, flawed and imperfect but drenched in His grace

Tanggal Tayang: 4 Oktober 2014   Tahun ini Place of Joy dengan sangat gembira menampilkan projek film pertama bertajuk My Identity. Film yang menceritakan sekelompok mahasiswa...

Melodi Malam Indonesia

Beberapa hari setelah peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, generasi muda yang tergabung dalam Indonesian Creative Community of Australia (ICCA) mengadakan pementasan musik berupa gabungan band...