Tentang Anak: Ayo Mama, Pahami Nutrisi Untuk Kembang Otak Buah Hati

Seorang ibu pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan optimal, memiliki kecerdasan dan keterampilan. Aktif dalam berbagai hal positif dan terus berkembang menjadi buah hati yang membanggakan. Memahami asupan nutrisi demi perkembangan otak yang optimal adalah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan anak. Dr. Jennie Dianita, SpA yang mengenyam Pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya serta melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyempatkan untuk berbagi pengetahuan kepada para ibu untuk lebih memahami sang buah hati pada Kulwap (Kuliah Whatsapp) Senin 24 Oktober 2022.

Anak memiliki perkembangan otak yang sangat pesat pada umur 2 tahun pertama. Otak sudah mencapai 80% volume otak orang dewasa, membentuk jaringan kompleks yang sangat membutuhkan asupan nutrisi. Ketidaktahuan orang tua tentang asupan untuk perkembangan anak dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Masalah nutrisi ini dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak. Dr Jennie mengatakan, berat badan anak yang tidak naik dengan adekuat (Weight Faltering) menyebabkan IQ menurun. Jika tidak diatasi sang buah hati akan mengalami stunting dan IQ akan semakin menurun.

Efek stunting mengganggu perkembangan syaraf di otak. Sel saraf normal memiliki serabut panjang dan jumlah yang banyak, sedangkan anak yang mengalami stunting akan memiliki serabit yang lebih pendek dan sedikit. Hal tersebut menyebabkan anak memiliki daya pikir yang rendah.

Para mama diharapkan mengetahui nutrisi yang paling berguna untuk perkembangan sang anak. Nutrisi yang paling dibutuhkan adalah makronutrien dan mikronutrien. “Disebut makronutrien karena tubuh membutuhkannya dalam jumlah yang banyak namun mikronutrien juga tidak kalah penting” ujar Dr jennie. Salah satu faktor penting yang harus dipenuhi adalah pemberian ASI kepada sang buah hati. Pemberian ASI memiliki keterikatan terhadap tingginya IQ sang anak. Tidak mendapatkan asupan ASI dapat menyebabkan penurunan IQ hingga di bawah 85. Hal tersebut juga menyebabkan prilaku hyperaktif pada anak.

Faktor yang perlu dipahami para ibu untuk menjaga anak tetap dalam perkembangan yang optimal adalah memahami kebutuhan nutrisi anak, pemberian pada waktu yang tepat, gejala atau tanda-tanda perkembangan anak yang kurang baik, memahami peran dari setiap nutrisi, dan selalu menjaga buah hati dalam kondisi yang baik. Pemberian nutrisi dalam makanan juga harus disertai dengan suasana yang tepat untuk anak makan. Sebagai orang tua harus mengetahui cara membujuk anak tanpa memaksa, dan membuat mereka dengan senang hati untuk memakan makanan yang bernutrisi.

Dr. Jennie juga berpesan agar para orang tua selalu sigap dalam mengawasi tumbuh kembang buah hati kesayangan kalian. Dengan memiliki perkembangan yang optimal, anak dapat berkembang kearah yang lebih positif. “Terus semangat belajar ya aybun supaya kita bisa mendukung pertumbuhan otak optimal si kecil. Bila memang ada masalah makan atau bahkan BB jangan ragu2 utk segera memeriksakan ke dokter. Percayalah, intervensi dini selalu menjadi opsi terbaik pada setiap masalah tumbuh kembang anak.” Ujarnya pada penutupan Kulwap kali ini.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

BUSET Vol. 17-202 APRIL 2022 EDITION

https://www.scribd.com/document/568320643/BUSET-Vol-17-202-APRIL-2022-EDITION

BUSET Magazine Vol. 17-204 June 2022 Edition

https://www.scribd.com/document/577104108/BUSET-MAGAZINE-VOL-17-204-JUNY-2022-EDITION

Bersua Legenda Real Madrid di Melbourne Museum

Bicara soal Real Madrid, klub raksasa Spanyol ini memang layak mendapat penghormatan. Bukan saja karena tahun ini klub tempat Cristiano Ronaldo bernaung baru saja...

GARUDA TAK SEGAN KEPAKKAN SAYAP UNTUK MAIN BOLA OVAL

Awal Agustus lalu, AFL International Cup 2017 (AFLIC17) resmi dibuka. Diwakili oleh teman-teman dari Jakarta, Bali, Balikpapan dan Melbourne, Tim Garuda yang sudah berlatih...

MONASH BERBAGI INFORMASI TENTANG BERITA BOHONG

Banyaknya berita hoax yang tersebar, baik dari media mainstream maupun media sosial, merupakan sebuah masalah yang dihadapi masyarakat global. Penyebaran berita hoax pun menjadi...