“Aku ingin lebih mengekspos keagungan negara Indonesia kepada orang-orang di Australia.”

Menduduki posisi Presiden PPIA Monash University periode 2019-2020 adalah Nowsky Bambang yang sebelumnya sudah mengabdi selama satu tahun lamanya. Meski awalnya enggan bergabung, keputusannya untuk mencoba terjun ke dunia organisasi tidaklah sia-sia.

Simak perjalanan Nowsky sebagai satu-satunya Presiden PPIA ranting di Victoria yang bertanggungjawab atas dua  PPIA untuk universitas yang sama.

Kenapa mau bergabung menjadi anggota PPIA?

Aku menetap di Australia untuk kuliah sudah sejak 2016 dan sejak itu juga aku sudah tahu adanya PPIA. First Impression aku tentang PPIA pada waktu itu adalah hanya sebuah komunitas pelajar Indonesia di kampus. Pada tahun kedua aku di sini, teman serumah aku berencana untuk mendaftar jadi anggota. Karena terbujuk, aku pun mendaftar bersama dengan dia yang pada akhirnya diterima menjadi anggota PPIA Monash.

Selama satu tahun aku menjadi anggota PPIA Monash, betul-betul membuka pemikiranku tentang organisasi PPIA. PPIA merupakan sebuah organisasi yang memberikan sebuah impact dan berperan lebih besar dari sekedar organisasi kampus biasa. Boleh dikatakan bahwa PPIA itu menyimbolkan perwakilan pelajar-pelajar Indonesia di Australia. Tugas kita di Australia itu untuk menyatukan dan menjaring orang-orang terutama pelajar Indonesia yang ada di Australia melalui berbagai acara yang kita adakan misalkan. Kita memberikan tempat untuk komunitas Indonesia berkumpul untuk menanamkan dalam diri mereka bahwa mereka tidak sendiri di negara asing ini.

Selama masa keanggotaanku, Presiden PPIA Monash pada waktu itu adalah Ibnu dan dia mempunyai visi untuk membentuk PPIA Monash itu bukan hanya sebuah organisasi tetapi sebuah keluarga. Visi itu betul-betul tercapai karena kekeluargaan di antara setiap anggota PPIA Monash sangatlah erat. Kekeluargaan dan peran PPIA inilah yang membuatku ingin terus menjadi bagian dari PPIA Monash.

Apa visi misimu untuk PPIA Monash?

Meneruskan visi yang diterapkan oleh Ibnu, yaitu kekeluargaan. Kita sebagai sebuah komunitas yang masih terbilang minoritas harus tetap bersatu. Kita adalah satu keluarga besar, anak-anak Bangsa Indonesia. Maka dari itu, aku ingin terus membuat PPIA Monash menjadi sebuah keluarga besar yang banyak pelajar-pelajar Indonesia dapat bergabung.

Selain itu, aku berharap untuk memperbaiki hubungan antar setiap PPIA ranting. Di Victoria, PPIA bukan hanya ada PPIA Monash tetapi ada PPIA Melbourne University, PPIA RMIT, PPIA Deakin University, dan banyak ranting PPIA lainnya. Aku ingin membuat setiap ranting PPIA untuk menjalin hubungan yang jauh lebih erat dan baik. Karena kita lagi-lagi adalah satu komunitas Indonesia yang utuh. Jadi, melalui acara-acara kolaborasi atau pertandingan olahraga antar kampus. Dimulai dari anggota-anggota komitenya untuk memberikan contoh dan tuntunan bagi anggota-anggota lainnya. Ini dipengaruhi karena aku dulu menjabat sebagai External Officer PPIA Monash yang bertugas sebagai pelaksana atau perantara PPIA Monash dengan pihak luar. Pihak luar dalam konsep ini adalah ranting-ranting PPIA lainnya atau organisasi-organisasi di luar PPIA.

Apa aspirasi Nowsky untuk Indonesia melalui PPIA Monash ini?

Aku secara personal beraspirasi untuk berkontribusi lebih besar lagi dalam menjunjung tinggi negara Indonesia. Hal itu bisa dilaksanakan melalui acara-acara yang tentunya bertemakan Indonesia, contohnya program kolaborasi Soundsekerta PPIA Monash dengan AIYA, Berbahasa. Melalui program tersebut kita tidak hanya mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur non-Indonesia, tetapi kita juga mengharumkan bahasa negara kita. Dari acara-acara kecil seperti inilah aku ingin lebih mengekspos keagungan negara Indonesia kepada orang-orang di Australia yang ternyata memiliki minat yang tinggi dalam mengenal negara kita.

Apa rencanamu dalam merangkul dua ranting PPIA Monash?

Aku betul-betul tidak menyangka bahwa aku dipilih untuk menjadi Presiden PPIA Monash University. Tetapi setelah aku diumumkan menjadi Presiden PPIA Monash, aku sudah siap. Aku sudah menyiapkan diri untuk apa pun yang akan hadapi di ke depannya sejak aku mendaftarkan diri. Sebuah tugas yang cukup berat dengan adanya dua cabang Monash, Caulfield dan Clayton untuk ada di kedua tanganku. Tetapi, aku yakin aku bisa menyatukan kedua belah pihak menjadi suatu kesatuan.

Aku berencana bahwa semua pasti bermula dari sang pemimpin. Jadi aku akan mengeratkan diri dengan Anna Bella, Ketua PPIA Monash Caulfield dan Tycia Dewi, Ketua PPIA Monash Clayton untuk menyatukan pikiran, visi, dan misi sehingga kita tidak tercerai berai. Aku ingin untuk lebih merakyat lagi kepada para anggota non-executive juga. Lebih saling mengenal satu sama lain dari gathering kecil atau acara-acara bersama lainnya, menerapkan rasa kekeluargaan yang saya aspirasikan di antara anggota-anggota PPIA Monash.

Bintang