NAILA 2020: Menyentuh Hati Lewat Bahasa

Ada yang berbeda dari malam penghargaan National Australia Indonesia Language Awards (NAILA 2020) tahun ini. Meski semuanya harus dilakukan secara virtual karena adanya pandemi, para peserta tetap antusias mengikuti lomba tahunan yang bertujuan untuk menghubungkan negara Indonesia dan Australia melalui Bahasa Indonesia itu.

To reach people’s heart is through their language

Gary Quinlan, Duta Besar Australia untuk Indonesia, di pidato pembuka acara mengingatkan status Indonesia sebagai negara tetangga dan sahabat dekat Australia. Dirinya sempat menyayangkan bahwa beberapa universitas Australia kini telah memberhentikan program pembelajaran Bahasa Indonesia. Padahal menurut Gary, penting bagi warga Australia untuk dapat berbahasa Indonesia demi meningkatkan komunikasi antar kedua negara agar lebih ‘authentic dan responsive‘.

Hal senada turut diutarakan oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Kristiarto Legowo. Dirinya menyampaikan bahwa Australia dan Indonesia adalah sahabat sejati, yang telah dibuktikan dari keterlibatan Indonesia dalam mengirim bantuan saat Australia dilanda bencana bush fire Januari silam. Budi ini pun dibalas oleh Australia melalui pengiriman bantuan dana untuk penanganan COVID-19 di tanah air. Kristiarto menambahkan bahwa bahasa akan menjadi jembatan yang menghubungkan niat-niat baik masyarakat dari kedua negara.

Perjanjian dagang komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang diratifikasikan tahun ini juga menjadi alasan kuat mengapa warga Australia semakin perlu belajar berbahasa Indonesia. Menurut Kevin Evans, direktur Australia Indonesia Centre, IA-CEPA akan mempererat hubungan Indonesia dan Australia kedepannya. Terutama dalam bidang bisnis dan perdangangan. Penguasaan akan Bahasa Indonesia tentunya akan berguna dalam mempermudah komunikasi antar Australia-Indonesia dan memperlancar proses transaksi bisnis. “To reach people’s heart is through their language,” pesan Kevin.

Simon Birmingham, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Investasi Australia juga mengakui pentingnya posisi Indonesia dalam segi ekonomi. Dirinya memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar nomor 5 di dunia dalam beberapa waktu kedepan. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia akan bermanfaat untuk memberi perspektif, wawasan, dan konsep pemahaman yang baru mengenai hubungan antara bisnis dan pemerintahan Indonesia-Australia.

Kreatif dan Antusias Dalam Pandemi

Di tahun keenam NAILA, tema yang dipilih adalah ‘Kesehatan’. Walau tema ini tak terlepas dari pengaruh COVID-19, namun komunitas NAILA berharap para peserta dapat memfokuskan diri terhadap sisi positif pandemi yaitu naiknya kesadaran akan kesehatan fisik maupun mental. Restriksi pandemi juga kian meningkatkan kekreatifitasan para peserta lomba.

Jake Wherrett

Seperti Jake Wherrett, pemenang lomba kategori primary. Anak laki-laki pecinta binatang ini memutar video pidato kemenangannya dalam bentuk drama di mana Jake berperan sebagai guru bernama ‘Pak Jake’. Dalam video itu ia mengajarkan kepada para ‘murid-muridnya’ (yang dimainkan oleh para binatang peliharannya) mengenai efek kesehatan sekaligus sejarah dari buah delima. Sangat kreatif sekali!


Cameron Leggatt

Berbeda dengan Jake, Cameron Leggatt, pemenang kategori middle ini memilih membahas kesehatan mental di pidatonya. Dirinya membahas tentang efek sosial media terhadap kesehatan mental dan bahaya kecanduan yang dapat disebabkan oleh dunia maya. Topik pembahasannya didorong oleh ketertarikan Cameron akan ilmu pengetahuan sosial.

Oliver Gunthorpe

Kategori senior diraih oleh Oliver Gunthorpe, mahasiswa SMA di Bandung Alliance Intercultural School. Oliver mengangkat tema bahaya rokok untuk kesehatan, khususnya di Indonesia dimana budaya merokok masih dianggap positif bagi masyarakat setempat. Pemuda penggemar sepak bola ini juga mengaku dirinya dapat memperdalam pemahaman akan bahasa dan budaya Indonesia melalui olah raga sepak bola dan interaksi dengan teman-teman satu timnya.



Charlie Barnes

Sama dengan Oliver, Charlie Barnes, pemenang kategori tertiary, juga mengusung tema bahaya merokok. Namun, dirinya turut menyarankan solusi hukum bagi permasalahan rokok di Indonesia yakni dengan menerapkan legislasi anti tembakao Australia di Indonesia. Mahasiswa Australian National University satu ini tertarik akan ekonomi politik Indonesia dan berharap untuk dapat menempuh pendidikan lanjutan di Jakarta dan Jogjakarta.

Kekreatifitasan para peserta kembali terlihat di kategori wild card dimana pemenangnya yakni Eve, Tabitha, She-Ro and Xian memainkan drama singkat. Dalam drama tersebut, gadis-gadis remaja ini memerankan reporter dan para narasumber dalam liputan spesial mengenai COVID-19. Topik-topik yang disinggung pun tak terlepas dari peraturan memakai masker dan kebijakan PSBB. Sungguh menarik untuk ditonton!

Acara malam penghargaan kali ini turut dimeriahkan oleh tarian Bali dari Jane Ahlstrand, professor di University of New England yang memiliki passion kuat akan bahasa dan budaya Indonesia. Alistair Welsh, professor di Deakin University memuji NAILA akan peran pentingnya dalam mempromosikan Bahasa Indonesia dan kesuksesannya dalam menjangkau bidang edukasi, bisnis dan pemerintahan.

Selamat kepada para pemenang! Semoga dengan semakin kuatnya hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia, warga Australia semakin menyadari pentingnya Bahasa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

DARI MELBOURNE ALIM-PD BERSUARA UNTUK INDONESIA

RUU Pilkada yang disahkan melalui Sidang Paripurna DPR RI ke-9 September kemarin mengundang reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat. RUU ini disiapkan Kementerian Dalam...

PARADE YANG MENYATUKAN

Jutaan orang memenuhi jalan utama kota Melbourne, Swanston Street, pada hari Kamis, 26 Januari yang lalu. Apalagi yang mereka tunggu-tunggu, kalau bukan parade tahunan...

The 13th Annual Music Event “SOUNDSEKERTA 2019: MOSAIC OF THE NATION”

Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) of Monash proudly presents"SOUNDSEKERTA 2019: MOSAIC OF THE NATION" This year’s SOUNDSEKERTA will be held...

Makna Istilah Tionghoa dan Tiongkok

Untuk sebagian besar orang Tionghoa yang lahir setelah tahun 1965, istilah ‘Cina’, apalagi bilamana diucapkan dalam pembicaraan sehari-hari, tidak mengandung konotasi penghinaan. Akan tetapi untuk...

Perjalanan Food Cycle Membasmi Kelaparan Masyarakat Indonesia

Pangan adalah satu dari tiga kebutuhan primer bagi manusia untuk bertahan hidup. Namun, karena makanan tersedia dengan begitu mudahnya tanpa sadar mereka...