Festival Seni Virtual: Mini Dayak Festival of Central Kalimantan 2020

Sejak Mei 2020 masyarakat Dayak tak bisa menikmati Festival Budaya Isen Mulang, festival tahunan yang rutin menampilkan dan mempopulerkan keanekaragaman budaya Kalimantan Tengah. Tentunya, festival yang setiap tahunnya ini selalu menarik wisatawan domestik maupun internasional ini tidak dapat diselenggarakan tahun ini, mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung.

Melihat kondisi ini, Yun Pratiwi, selaku founder dari ekowisata Central Borneo Guide tidak tinggal diam. Berawal dari ide yang tidak direncanakan, wanita yang akrab dipanggil Mbak Yun itu berinisiatif untuk mengajak komunitas-komunitas lokal di Palangkaraya untuk membuat suatu gebrakan baru.

“Kenapa ya kok kita itu nggak ada kegiatan di Palangkaraya, yang mana sebenarnya kita punya banyak orang-orang kreatif yang sangat ahli dalam bidangnya masing-masing, terutama dalam bidang kebudayaan,” kata Mbak Yun saat menceritakan awal mula ia mengganggas festival virtual ini. 

Alhasil, dengan semangat persatuan dan harapan, Yun Pratiwi bersama para seniman lokal, penari, dan pemandu wisata lokal telah berkolaborasi untuk mengadakan Mini Dayak Festival of Central Kalimantan 2020, serangkaian pengalaman virtual yang disajikan melalui Youtube dan Facebook, mulai 13 Juni 2020 sampai 12 Juli 2020. 

Mini Dayak Festival of Central Kalimantan diharapkan dapat menggaet animo masyarakat Palangkaraya dan menjadi pengganti Festival Budaya Isen Mulang yang tidak dapat terlaksana tahun ini. Selain itu, festival ini juga membuka kanal donasi yang diperuntukkan untuk membantu seniman lokal di Palangkaraya. 

Terdiri dari lima episode dengan tema yang berbeda setiap minggunya, Mini Dayak Festival menampilkan sebagian kecil dari kebudayaan masyarakat Dayak yang sangat kaya dan beraneka ragam. 

Episode 1 – Barendeng 

Barendeng (bahasa Dayak), yang artinya ‘saling mempertimbangkan satu sama lain’ merupakan tema dari episode pertama. Di sini, para seniman menggambarkan respon masyarakat Dayak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Awalnya, perasaan takut dan gelisah muncul, namun ketakutan itu tidak lama tergantikan oleh jiwa pantang menyerah dan semangat untuk melawan segala rintangan yang ada. Episode ini menunjukkan inisiatif masyarakat Dayak untuk saling memotivasi dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi pandemi.

Tarian Resah 

Tarian ini melambangkan kegelisahan, ketakutan, dan kekhawatiran masyarakat Dayak ketika Covid-19 datang. Gerakan sinkron yang ditarikan oleh dua penari yang merepresentasikan laki-laki dan perempuan menggambarkan perjuangan yang serupa dalam melawan pandemi ini. Gerakkan menutupi mulut dan wajah serta gerakan saling menarik dan bangkit bersama menggambarkan kondisi masyarakat Dayak yang terus membantu satu sama lain ditengah kesusahan yang sedang mereka alami. 

Mohin Asang 

Mohin Asang merupakan nyanyian perang masyarakat Dayak yang sempat dinyanyikan saat perang dunia kedua. Dengan menggunakan berbagai macam alat musik, nyanyian ini kembali digaungkan di festival ini untuk melambangkan panggilan berperang melawan Covid-19. 

Episode 2 – Filosofi Umah Betang 

Episode kedua mengangkat filosofi kehidupan orang Dayak yang disebut Umah Betang, filosofi yang mengajarkan kerukunan dalam kebangsaan. Walaupun masyarakat Dayak terdiri dari banyak suku-suku lain didalamnya, mereka tetap dapat bersatu dan menunjung tinggi NKRI dengan kebersamaan dan solidaritas tanpa batas. Dalam episode ini, para seniman menunjukkan rutinitas kebersamaan yang dilakukan oleh masyarakat Dayak. 

Tarian Dadas Bawo 

Dadas Bawo atau disebut juga tarian penyembuhan merupakan ritual atau tarian sakral yang dilakukan untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Dalam ritual penyembuhan, kepala suku (yang memimpin ritual juga) akan memanggil roh baik dan membimbing mereka untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Tari Mandau

Tari Mandau atau tarian prajurit melambangkan semangat untuk bertarung dan tidak pernah menyerah, diiringi dengan ritme menghentak dan bersemangat. Tarian ini seringkali dilakukan sebagai tarian penyambutan untuk membuk acara atau upacara tertentu. 

Episode 3 – Dayak breakthrough (Part 1) 

Episode ketiga dan keempat mengangkat tema ekoturisme yang berfokus terhadap alam Kalimantan Tengah. Episode yang akan tayang pada tanggal 27 Juni ini akan menggambarkan masyarakat Dayak yang dulunya tidak peduli menjadi peduli terhadap keasrian lingkungan sekitar semenjak ekoturisme muncul. Manfaat ekoturisme sebagai sumber ekonomi baru yang tidak merusak alam sekitar juga akan ditekankan di episode ini. 

Episode 4 – Dayak breakthrough (Part 2) 

Episode keempat yang tayang pada tanggal 4 Juli nanti akan menggambarkan pemuda Dayak yang penuh kreasi dan inovasi. Episode ini akan menekankan bahwa meskipun masyarakat Dayak tinggal dikelilingi hutan dan jumlah populasi yang sedikit, masyakaraktnya tetap maju mengikuti era globalisasi. Pesan ini akan disampaikan melalui berbagai karya seni seperti tarian grasshopperdan kolaborasi DJ dengan lagu Dayak. 

Episode 5 – Isen Mulang, our pride our strong will 

Episode terakhir yang akan tayang pada tanggal 11 Juli akan membawakan tema festival tahunan di Palangkaraya, Festival Isen Mulang yang berarti ‘jangan menyerah’. Di sini mereka akan menunjukkan kebanggaan mereka menjadi orang Dayak yang selalu pantang menyerah dan berusaha mencari solusi yang terbaik meskipun diuji oleh berbagai macam rintangan di tengah jalan.

“Kreativitas bisa ditemukan darimana saja, as long as we never give up,” tutup Yun Pratiwi di akhir wawancara. 

Para penikmat seni, jangan ketinggalan dan jangan lewatkan episode-episode berikutnya dari Mini Dayak Festival of Central Kalimantan! 

Episode ditayangkan setiap hari Sabtu mulai dari tanggal 13 Juni-12 Juli 2020, save the date!

Tity 

Discover

Sponsor

Latest

KAUM MUDA GRII GELAR “TALENT DAY” DI POINT COOK

Bertepatan dengan hari libur Queen’s Birthday Juni lalu, Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Melbourne berkesempatan mengadakan Talent Day yang bertempat di Point Cook Town...

BUKBER DI KJRI SAMBIL BERKENALAN DENGAN TIGA ANGGOTA BARU

Mengawali Bulan Ramadhan, Konsulat Jenderal RI di Melbourne mengadakan acara buka puasa bersama sekaligus memperkenalkan Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT) Elfan Agus Triyanto dan...

PENGALAMAN HIDUP YANG MENJADI IDE USAHA

Apakah Anda sering merasa sulit meluangkan waktu untuk belanja bahan makanan di supermarket atau di pasar tradisional? Untungnya di jaman yang dikuasai oleh teknologi...

PISAH SAMBUT KONSUL

Menjelang Oktober Konsulat Jenderal Indonesia untuk wilayah Victoria dan Tasmania kehilangan dua konsulnya; Budi Wiratno yang bertugas di bidang Penerangan dan Konsul Muda Ekonomi...

Hasil Undangan SkillSelect Per 3 Pebruari 2016

Untuk bulan Pebruari 2016, periode undangan untuk SkillSelect dilakukan 2 kali, yakni pada tanggal 3 dan 17 Pebruari 2016. Untuk dua periode undangan di Pebruari...