Menggaet Klien Tetap Demi Penghasilan yang Stabil

0
404
Dalam dunia freelance, stabilitas seringkali jadi barang mahal. Tidak seperti pekerjaan tetap (full-time job) yang menawarkan penghasilan rutin (fixed income) tiap bulannya, pemasukan para freelancer fluktuatif atau tidak tetap. Hal ini pula yang menyebabkan bank kerap kali menolak pengajuan pinjaman para freelancer.
Melalui tulisan saya kali ini, saya ingin berbagi tips bagaimana membangun penghasilan yang stabil melaui klien tetap. Kontrak kerja dari klien tetap merupakan langkah pertama untuk mengembangkan agensi desain Anda, karena Anda akan mendapatkan kepastian pembayaran di muka setiap bulannya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sudah disepakati.
Pada edisi-edisi sebelumnya (lihat: Bagaimana Cara Membangun Identitas Bisnis dan Membuat Portofolio yang Efektif ; Membangun Agensi Desain dengan Modal di Bawah 3.000 Dollar? Bisa!) saya sudah membahas mengenai langkah awal membangun agensi desain dengan modal minimal dan bagaimana membangun identitas bisnis dan portofolio. Kini kita telah sampai pada langkah besar berikut dalam perjalanan Anda, sebuah titik dimana bisnis freelance Anda mulai menyerupai agensi desain.

Langkah 10:
Dapatkan klien tetap pertama Anda

Ada perbedaan antara pola pikir berorientasi bisnis dan pola pikir yang didasarkan proyek per proyek. Hal ini sangat penting dimiliki para pemilik bisnis. Jika Anda ingin terus bertumbuh, Anda perlu secara berkesinambungan bekerja membangun bisnis jangka panjang, ketimbang hanya memenuhinya dengan banyaknya proyek yang masuk.
Di awal membangun bisnis, gol saya sederhana— memiliki dan menjalankan bisnis yang sukses. Tapi saya tidak memiliki rencana yang jelas bagaimana saya meraih gol tersebut saat memulai. Saya mengerjakan proyek demi proyek, klien demi klien, tak berhenti. Saya tidak pernah berpikir untuk menawarkan perjanjian tetap agar mengikat kerjasama dengan para klien. Kenyataannya, boleh dibilang klien tetap pertama yang saya dapatkan adalah murni keberuntungan.
Ketika itu saya tengah bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan sembari membangun agensi saya, Relab. Dan kala itu saya sangat sibuk. Saya masih ingat saya kerap begitu kelelahan setelah menghabiskan 80 jam dalam seminggu untuk bekerja. Tapi kemudian saya tersenyum saat memikirkan bahwa perjalanan yang saya jalani ini nyata dan sudah berada pada jalurnya untuk terealisasi.
Selanjutnya, saya mengurangi waktu kerja part-time saya menjadi tiga hari. Manajer saya sangat mendukung karena dari awal saya sudah transparan terhadap apa yang sedang saya bangun. Setelah menjalaninya selama 6.5 bulan, saya merasa siap untuk berhenti kerja. Saya sudah memiliki banyak proyek untuk membuat saya terus melaju dan saya merasa percaya diri untuk mendapatkan klien-klien baru. Ketika saya mengajukan pengunduran diri ke manajer, kami mendiskusikan tentang pengganti saya. Ia malah memberi ide untuk mengalihkan (outsourcing) pekerjaan saya ke bisnis baru saya.
Saya tidak menyangka tawaran tersebut datang. Malam harinya saya mulai merancang kontrak kerja untuk klien tetap saya. Saya mulai mencari ide secara online dan mulai menulis kontrak versi saya sendiri. Saya tidak punya partner kerja untuk menjadi pembaca dan pengecek kontrak, saya pun tidak memiliki pengacara untuk mengurus urusan legal, begitu juga dengan mentor yang bisa memberi saya saran. Tapi saya tahu, saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
Hari berikutnya, setelah beberapa penyesuaian dan masukan kecil pada kontrak, Relab mendapat kepastian untuk mengerjakan proyek 30 jam setiap bulan.
Nah, situasi setiap orang pastilah berbeda. Pertanyaan berikutnya, bisakah saya mendapatkan kontrak kerja tetap dari klien tanpa perlu menunggu mantan atasan yang berinisiatif mengajukan ide tersebut? Tentu bisa!
Dalam kasus saya, saya tidak pernah mengira seseorang akan membayar pekerjaan saya di muka secara rutin. Jika memikirkannya kembali, saya bisa saja dengan mudah menawarkan metode ini pada paling tidak 1 atau 2 klien saya yang lain. Mungkin saja jumlah jam kerjanya lebih sedikit. Tapi bahkan 10 atau 15 jam per bulan akan sangat berarti bagi bisnis yang baru dimulai. Karena itulah Anda harus memiliki pola pikir berorientasi bisnis, bukan hanya berorientasi pada proyek.


Bagaimana cara menawarkan kontrak kerja tetap.

Untuk melakukannya, saya menyodorkan beberapa komitmen sederhana kepada klien saya, di antaranya:
1. Pengurangan rate harga per jamnya karena menggantinya dengan sistem paket.
2. Menjamin akan memprioritaskan servis atau jasa
3. Ketersediaan saya boleh dibilang kapan saja.
Selalu bernegosiasi berdasarkan nilai tambah yang bisa Anda berikan pada klien, bukan dari biaya apa yang bisa Anda bebankan pada mereka (klien). Berikut adalah aturan dasar jika Anda ingin menawarkan servis dengan perjanjian kontrak kerja tetap:
  • Anda sudah melaksanakan paling tidak satu proyek besar yang sukses dengan klien Anda dan mereka membutuhkan kerja reguler bersama Anda.
  • Anda sudah melakukan beberapa pekerjaan kecil dari klien dan mereka membutuhkan Anda jangka panjang sehingga akan lebih efisien dan murah bagi mereka untuk mengontrak Anda sebagai penyedia jasa tetap.
  • Anda mengenal dengan baik sang klien atau klien tersebut adalah teman atau keluarga, dan Anda cukup percaya untuk melakukan pekerjaan reguler.

Langkah 11: 
Berhenti dari pekerjaan Anda dan mulai bekerja penuh waktu untuk bisnis Anda sendiri

Saatnya Anda berhitung, apakah Anda punya pemasukan rutin yang cukup untuk Anda bekerja sendiri? Untuk kasus saya, kontrak tetap 30 jam per bulan dan beberapa proyek lain cukup memantapkan saya untuk mengundurkan diri. Perlu diingat, bahwa saya juga memiliki tabungan dan dana darurat paling tidak 2.000 Dollar Australia. Saya harap Anda juga memilikinya.
Jika keuangan Anda tidak benar-benar kuat, coba untuk mencari kontrak tetap lainnya.
Apabila dirasa sudah memiliki keuangan yang mantap, saya ucapkan selamat. Apresiasi juga diri Anda karena artinya Anda siap untuk melakukan lompatan untuk menjalankan bisnis sendiri penuh waktu. Mengundurkan diri secara terhormat dan bantu proses transisi selancar mungkin bagi para kolega dan staf Anda. Jangan pernah memutus tali silaturahmi karena Anda tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan bantuan mereka kelak.
Saya bisa katakan pada Anda, tanpa ragu, bahwa momen saya mengirimkan surat pengunduran diri merupakan salah satu momen paling melegakan dalam hidup. Saatnya saya berdiri dengan kaki saya sendiri 100%.
Meski tentu kekhawatiran tetap ada karena menjalankan bisnis bukan hal yang main-main. Tapi pada momen tersebut, saya bangga pada diri saya sendiri. Anda pun harusnya begitu karena Anda akhirnya bisa berhenti menyebut diri Anda sebagai seorang freelancer. Anda sekarang adalah pemilik, kepala, design director atau creative director dari agensi desain milik sendiri. And it’s a glorious feeling!

 

Alvin Hermanto
Founder & Director Relab Studio

 

 

Alvin Hermanto adalah principal Relab Studios, sebuah digital design agency di Melbourne. Dia juga merupakan inisiator Spektrum Podcast, yakni podcast channel berbahasa Indonesia yang membahas mengenai dunia desain untuk komunitas masyarakat Indonesia di Melbourne (tersedia di iTunes dan Soundcloud).

 

 

related articles: