Mengenal Gamolan, Alat Musik Traditional Asal Lampung

Siapa sih yang tidak kenal gamelan? Semua pasti sudah cukup familiar dengan alat musik traditional asal Jawa ini. Tapi bagaimana dengan ‘gamolan’? Alat musik yang satu ini berasal dari Lampung Barat dan merupakan alat musik tradisional suku Saibatin dari Sekala Beghak. Untuk lebih mengenal gamolan, KJRI Melbourne bekerjasama dengan Museum of Indonesian Arts Inc. mengadakan seminar berjudul ‘Origins, Changes and Revitalisation of the Indigenous Gamolan Xylophone of Lampung’. Seminar ini mengundang Professor Emerita Margaret Kartomi dari Sir Zelman Cowen School of Music di Monash University, pakar musikologi dan ethnomusikologi yang mempelajari musik tradisional Sumatra. Yuk simak fakta-fakta menarik dibalik gamolan!

Apa Itu Gamolan

Gamolan merupakan alat musik gambang yang terbuat dari bambu dan memiliki 6, 7 atau 8 kunci yang terdiri dari lempengan bambu. Lempengan-lempengan bambu tersebut diikat dan disambungkan dengan satu sama lain dengan tali rotan dan dibunyikan dengan 2 tongkat kayu yang diketukkan ke lempengan-lempengan itu. Gamolan dapat dimainkan secara solo maupun secara ansambel (tala balak) dengan diiringi oleh gong, gendang, bendi/bende dan rujih (semacam simbal).

Musik gamolan kerap dimainkan dalam ritual adat Ulun Lampung yang merayakan 5 peristiwa penting dalam kehidupan seseorang. Yakni kelahiran, upacara kedewasaan, pernikahan, mendapatkan gelar/pangkat, dan kematian.

Asal Muasal Gamolan

Menurut Professor Margaret, gamolan ditemukan oleh seorang dukun yang tinggal di hutan Sekala Beghak. Sang dukun yang tidak sengaja mendengar suara musik dari bambu-bambu di hutan kemudian meminta izin dari para roh, Allah dan Nabi Muhammad untuk memotong bambu-bambu itu menjadi alat musik gamolan tersebut. Sejak itu, gamolan kerap dimainkan di upacara adat setempat.

Kata gamolan sendiri berasal dari istilah setempat ‘gimol’ yang berarti gemuruh atau getar. Sedangkan teori lain mengklaim kata gamolan berasal dari kata ‘begamol’ yang berarti berkumpul.

Perbedaan Dengan Gamelan Jawa

Riset Professor Margaret menyatakan bahwa gamolan sudah ada terlebih dahulu dari gamelan Jawa. Hal ini dapat dibuktikan dari relief Candi Borobodur yang menggambarkan alat musik gambang. Maka ada kemungkinan bahwa gamelan merupakan pengembangan dari gamolan. Dan meski memiliki bentuk yang sama, gamolan dan gamelan terbuat dari bahan yang berbeda.

Perkembangan dan Pelestarian Gamolan

Pangeran Edward Syah Pernong

Seiring dengan perkembangan zaman, kesenian gamolan pun mengalami perubahan, baik secara musik maupun sosial. Dalam segi musik, gamolan mengalami standardisasi dalam tangga nadanya, sehingga nada ke empat ditiadakan dari gamolan yang memiliki 6 atau 7 kunci nada.

Sedangkan dalam segi sosial, para pangeran yang merupakan keturunan dari keluarga kerajaan Sekala Bekhak kini turut andil dalam upaya pelestarian alat musik gamolan. Salah satu pangeran yang berperan aktif dalam upaya pelestarian adat dan budaya Sekala Bekhak adalah Pangeran Edward Syah Pernong.

Sebagai bentuk pelestarian gamolan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan gamolan sebagai ‘Warisan Budaya Takbenda Indonesia’ di 2014 silam. Status yang sama juga didaftarkan kepada UNESCO untuk mengakui gamolan sebagai ‘intangible cultural heritage‘ asal Indonesia.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Harriyadi Irawan: PUTRA INDONESIA DENGAN SEGUDANG PENGHARGAAN

Harriyadi Irawan lahir di Pontianak, Kalimantan Barat 30 tahun yang lalu. Semasa kecil, bersama orang tuanya, Harri pindah ke Batam, Kepulauan Riau. Di sana...

Bakudapa Maluku Basudara: Bersatu untuk Maluku yang Maju

Pada Sabtu, 28 Juli kemarin, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne menjadi tuan rumah untuk acara komunitas kedaerahan Maluku, “Maluku Basudara”. Acara ini menjadi istimewa karena...

AIBF MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS BANGSA

AIBF 2016 sukses menyelenggarakan dua rangkaian acara, Networking Dinner dan Panel Discussion yang mengangkat tiga tema berbeda, yakni “Economy and Political Trends”, “Social Entrepreneurship”,...

BERTUMBUH SECARA ROHANI BERSAMA YIMSA

Young Indonesian Muslim Student Association (YIMSA) merupakan sebuah organisasi yang dibentuk di Melbourne, Victoria sejak 1997. YIMSA memberikan banyak manfaat kepada para anggotanya, terutama...