Margaret Kartomi Gallery Resmi Berdiri di Monash University

Bangsa Indonesia dibanggakan dengan peluncuran Margaret Kartomi Gallery, pameran eksibisi budaya musik Indonesia pada malam hari Selasa, 7 Juni 2022 lalu. Galeri tersebut mempertunjukkan beragam koleksi benda langka dan unik dari Music Archive Monash University (MAMU) yang terletak di Performing Arts Centre, Monash University Clayton. Pada hari yang sama, dilaksanakan pula peresmian Digital Music Hub, fasilitas teknologi musik terbaru di Monash.

Acara peluncuran pameran dan fasilitas baru tersebut dilakukan dalam rangka ekspansi The Sir Zelman Cowen School of Music and Performance, salah satu departemen studi Monash Arts. Tidak kurang dari 80 orang menghadiri acara tersebut, dengan beberapa tamu ternama yaitu David Li selaku ketua Melbourne Symphony Orchestra, emeritus professor Margaret Kartomi dari Monash University, dan Kuncoro Waseso sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne.

Sejak didirikannya pada tahun 1965, Sir Zelman Cowen School of Music telah menjadi pusat studi musik di Monash University. Pada awalnya, departemen tersebut berkonsentrasi kepada bidang musikologi dan etnomusikologi. Kini, Sir Zelman Cowen School of Music telah meluas dengan adanya studi penampilan, improvisasi, dan komposisi musik. Penambahan fasilitias Digital Music Hub dan Margaret Kartomi Galleri merupakan manifestasi komitmen Monash dalam menciptakan apresiasi dan pengembangan relasi multikultural.

Acara peluncuran kedua fasilitas baru tersebut dibuka di auditorium Monash Performing Arts Centre dengan sambutan oleh panitia. Setelah itu, sebuah pertunjukan musik dipersembahkan untuk mendemonstrasikan fasilitas Digital Music Hub. Fasilitas canggih tersebut memiliki teknologi audio revolusioner, seperti kemampuan meminimalkan latensi streaming audio yang memungkinkan permainan musik secara digital dilakukan dalam waktu nyata. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuan pembelajaran para mahasiswa di music school tersebut.

Profesor Margaret Kartomi, sosok di balik Margaret Kartomi Gallery

Seperti yang tertulis pada namanya, julukan galeri ini merupakan penghormatan kepada Margaret Kartomi, salah satu ahli etnomusikologi terkemuka Australia. Profesor kelahiran tahun 1940 telah mendedikasikan kehidupannya kepada studi musikologi Asia, terutama budaya musik Indonesia. Sejak pertama menjadi peneliti di Monash University pada tahun 1970an, beliau telah berkontribusi kepada studi etnomusikologi di Australia dengan mengoleksi, mengarsip, dan menerbitkan karya tulis dalam bidang musikologi Asia.

“Saya sudah kerja di sini sejak tahun 1969, 50 tahun lebih. Sebagai peneliti, saya banyak menerbitkan buku dan film tentang musik Indonesia,” ujar Profesor Kartomi. Di Margaret Kartomi Gallery, pengunjung dapat melihat berbagai eksibisi benda seni seperti alat musik, kostum adat, dan boneka wayang tradisional Indonesia yang telah dikoleksi oleh Profesor Kartomi selama berpuluhan tahun menjadi ahli etnomusikologi.

“Pada tahun 1975, saya mendirikan arsip musik Monash University. Di sini ada ratusan alat musik dari seluruh Indonesia yang saya koleksi ketika suami saya dan saya keliling seluruh Indonesia dan banyak membawa rekaman dan alat musik dari kampung-kampung,” jelasnya. Koleksi benda yang dipamerkan pada malam itu antara lain berasal dari Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Utara.

Bagi Profesor Kartomi, relasi seni budaya terutama musik, menjadi bagian yang penting dalam hubungan negara Australia dengan Indonesia. Salah satu benda pameran yang menarik perhatian di galeri tersebut merupakan set Gamelan yang dibuat oleh tahanan politik pejuang kemerdekaan, yang diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda di Boven Digoel. Set gamelan tersebut dibuat pada tahun 1927 dan terbuat dari rantang makanan berbahan besi. “Ini luar biasa pentingnya, karena merayakan permulaan hubungan orang Indonesia dengan orang Australia pada tahun 1940-an, ketika orang dari Boven Digoel (tempat pengasingan pada zaman Hindia Belanda) dibawa oleh Belanda ke Melbourne,” cerita Profesor Kartomi.

Margaret Kartomi Gallery adalah eksibisi permanen yang berlokasi di Ground Floor Foyer, Performing Arts Centre, Building 68, 55 Scenic Boulevard, Monash University, Clayton 3800.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Survei Politik Indonesia Jadi Lahan Industri

Monash Herb Feith Indonesia Engagement Centre bekerjasama dengan Monash Library kembali mengadakan Monash Indonesian Seminar Series di Louise Matheson Library, Monash University Clayton Campus awal Agustus silam.Monash Indonesian Seminar...

Wanita Harus Utamakan Kesehatan Diri Sendiri

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne menggelar seminar kesehatan bertajuk “My Health First” di Ruang Bhinneka gedung KJRI Melbourne pada...

Pisah Sambut Pengurus DWP KJRI Melbourne

Pertemuan anggota dan pisah sambut pengurus anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Melbourne kali ini dilaksanakan secara virtual pada akhir Juni kemarin. Pertemuan ini...

Kompetisi Film Pendek IFF 2015

Indonesian Film Festival merupakan pesta kebudayaan perfilman Indonesia yang diselengarakan oleh IFF inc. yang berkolaborasi dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) University of...

Makanan Hoki Menyambut Tahun Baru Imlek

Beberapa tahun terakhir, seiring dengan membanjirnya new migrants dari Asian background, terutama dari Tiongkok, maka terjadi perubahan yang signifikan dibanding pertengahan tahun 90an silam....