MAMA, You’re Good Enough

Dalam mengasuh anak, seorang ibu pasti akan merasakan titik dimana ia sangat down, lelah dengan anak yang rewel, dengan pekerjaan  rumah, maupun tugas-tugas lainnya yang menuntut untuk segera dikerjakan. Dalam acara yang diselenggarakan oleh komunitas Teman Mama, mengusung tema “Mama, you’re good enough” dengan dua pembicara yaitu Teh Karina Hakman (Penulis buku “Bumi Hijrah”, Marriage & Parenting Enthusiast, Praktisi Homeschooling, LPDP Awardee) dan Dianri Ridwan (Psikologis Profesional Teman Mama), dibahas banyak mengenai bagaimana menjadi a happy, mindful mama dan juga bagaimana mengatasi stress atau depresi.

Menurut Dianri, perasaan down tersebut itu wajar, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah “apakah itu stress? Atau itu burnout?”.  Stress itu lebih pada rasa lelah pada kewajiban  yang harus dilakukan, misalkan kewajiban mengurus bayi. Sedangkan burnout lebih dalam dibandingkan stress, rasa kehilangan diri, terbebani mentalnya, merasa terputus dan tertekan, bercampur dengan banyak hal lainnya. Dalam masa-masa itu tentu seorang ibu membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, tidak hanya suami tapi juga  orangtua.

Dianri mengungkapkan, 14% orang tua merasakan tekanan sosial untuk menjadi ibu yang hebat, sehingga lupa akan memikirkan dirinya sendiri. Jika merasa lelah, tidak apa untuk istirahat, karena jika ibu memberikan waktu sepenuhnya untuk anak maka hal negatif seperti gangguan kesehatan maupun jiwa bisa terjadi.

Perlu seorang ibu untuk mengetahui gejala gangguan mental yang terjadi padanya, dan harus diwaspadai bahkan dari hal yang sangat sepele seperti, stress secara  emosional, gangguan tidur, gangguan nafsu  makan, kesulitan mengendalikan kecemasan, tempramen dan selalu merasa ingin sendiri.  

Stress memang wajar terjadi, namun jika stress tersebut terjadi secara berkepanjangan maka dapat menimbulkan burnout ataupun depresi, yang paling parahnya memupuk rasa ingin menyakiti diri sendiri, atau anak bahkan rasa ingin bunuh diri. Beberapa orang memang menyepelekan, padahal efek yang terjadi bisa sangat serius.

Seorang ibu tentu memerlukan waktu untuk dirinya sendiri, mempercantik diri, merawat diri, jalan-jalan, berbelanja apa yang diinginkan, menonton film ataupun kegiatan lain yang sifatnya dapat menghibur.

Jika gangguan depresi sudah tidak dapat ditangani sendiri, maka tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahlinya, dan tidak melakukan selfdiagnose.

Hal untuk mengatasi permasalahan depresi menurut Dianri yaitu dengan bicara atau memberitahu orang lain, merencanakan hal-hal yang disukai dengan orang-orang terdekat, melakukan perawatan diri untuk merasa lebih baik, istirahat karena seorang ibu pantas untuk mendapatkan istirahat, dan terakhir yaitu mencari dukungan jika depresi semakin panjang.

Masuk kepada pembicara kedua yaitu The Karin, ia mengambil beberapa ayat kitab suci Al-Quran untuk melengkapi seluruh materinya. Dari QS. Al Hadid : 22 – 23, yang memiliki inti bahwa “bukan hanya menyadari keberadaan diri dan sekeliling kita, tapi menyadari bahwa setiap ujian dan peristiwa, sedih dan gembira, berasal dari Allah taala”.

QS. Ali Imran : 190 – 191, yang memiliki inti “jangan hanya menyadari keberjalanan  waktu, menikmati setiap episode, moment by  moment,  namun juga mengiringinya dengan penghayatan akan kebesaran dan kekuasaan Allah, melewati setiap episode dengan sabar dan syukur, raja’ (harap) dan khauf (takut)”.

QS. Al Baqarah : 45 – 46, yang bermaknakan, “bukan hanya merasakan the present moment, tetapi juga merasakan kehidupan dunia yang fana dan dekatnya surga yang kekal selamanya. Shalat adalah “ akhbarudz dzikir” mengalahkan meditasi tak bertuhan, menjadi energi “khusuk” sekalipun ditengah kesibukan”.

QS. Ar-Rad : 28, yang memiliki inti “tak ada satupun hati manusia kecuali hati tersebut diciptakan dan dikuasai oleh Allah Taala. Maka tak ada yang mengetahui tentang kebahagiaan hati, melebihi Allah Sang Pencipta dan Penggenggam Hati manusia”.

QS. Az – Zumar : 53, yang memiliki inti “menghadapi keterbatasan dan kekurangan, dengan taubat penuh dan perbaikan. Mengetahui bahwa usaha kita selalu terbatas, maka kita akan senantiasa memohon pertolongan pada Allah Yang Rahmat-Nya tanpa batas”.

Mengutip quotes anonim, “It’s a slow process, but quitting doesn’t speed it up”, Teh Karin memberikan saran agar seseorang bisa menjadi happy and beyond mindfulness, yaitu sebagai berikut:

  1. Perbaiki Shalat
  2. Perbanyak Dzikrullah
  3. Manajemen prioritas
  4. Bertahap, berperingkat dan berkesinambungan
  5. Sinergis bersama support system
  6. Meningkatkan kualitas fisik dan Ruhiyah
  7. Ikhlas dan tawakal

Setelah mendapatkan materi dari Teh Karin, acara dilanjutkan dengan Mindulness Exercise untuk para ibu dengan mendengarkan kalimat-kalimat penenang dari Dianri. Karena kalimat-kalimat tersebut sangat menyentuh, bahkan seorang ibu meneteskan air matanya.  Komunitas Teman Mama juga memberikan tips kepada para ibu, untuk mengatasi kelelahannya yaitu disebut dengan SNAP Break

  • STOP (berhenti)
  • Notice (perhatikan)
  • Accept (terima)
  • Pay attention to your breathing (perhatikan nafas Anda)

Thebiana

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Villa Almarik Resort

Gili Trawangan, LombokAgar dapat menikmati dan mendukung program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wonderful Indonesia, KAINUS A Travel Services menawarkan Dive and Spa Package...

MEMASUKI SATU DASAWARSA, IFF DIHARAPKAN LEBIH BAIK

Ajang promosi budaya perfilman Indonesia yang diangkat dalam Indonesian Film Festival (IFF) telah berakhir dengan mulus. Dari sembilan film layar lebar termasuk penayangan edukasional...

Indonesia di Dadaku – seragam baru BUSET

IndonesiaGagasan pulau yang dengan anggun berdiam diri di atas telapak ibu pertiwi, menatah negeri yang hingga kini terbentang gagah di tengah raungan ombak samudera...

HIJAUKAN BUMI KITA

Apakah sebenarnya Earth Day itu? Earth Day merupakan sebuah peringatan sedunia tentang kesadaran lingkungan yang diadakan setiap 22 April. Earth Day pertama kali diadakan...

INTERNATIONAL VOLUNTEERING – EXTENDING THE REACH OF AUSTRALIAN AID

MINISTER FOR INTERNATIONAL DEVELOPMENT AND THE PACIFIC SENATOR THE HON CONCETTA FIERRAVANTI–WELLS  Today I mark the commencement of the new Australian Volunteers program – the next...