Memperingati Natal, komunitas Maluku Basudara yang mewakili masyarakat Maluku di Victoria mengadakan perayaan Natal di akhir bulan November. Acara tersebut pun terasa istimewa dengan membawakan pesan penting tentang perdamaian.

Dibawakan oleh Pendeta Jonathan Pattiasina, beliau menyampaikan bahwa damai sejahtera dapat ditemukan di sosok Yesus Kristus. Karena Yesus telah datang mematahkan tembok permusuhan dan mendamaikan yang berlawanan, sudah seharusnya manusia hidup memanifestasikan bahwa hidup dikuasai oleh sang raja perdamaian, membagikan damai sejahtera dan gaya hidup rekonsiliasi kepada yang lain.

Pdt. Jonathan Pattiasina menyampaikan pesan damai sejahtera

Pdt. Jonathan Pattiasina juga mengajak para hadirin berdoa untuk Maluku karena adanya gempa susulan di daerah tersebut beberapa kali di penghujung tahun 2019, dan juga bagi Indonesia agar damai sejahtera mengurapi masyarakat serta pemerintahannya.

Ketua Maluku Basudara, Ina Siwabessy, menyampaikan bahwa acara Natal yang kedua kalinya diadakan setelah berdirinya komunitas tersebut di tahun 2018 adalah untuk mempererat komunitas Maluku yang ada di Victoria, dan juga memperluas hubungan dengan komunitas-komunitas yang lain.

Adegan pendek memperingati hari kelahiran Yesus Kristus dengan rasa Khebinekaan

“Tema ini kita ambil karena kita merasa ingin dipersatukan kembali. Kita harus bersyukur sudah dianugerahkan kedamaian tersebut dan mengingatkan bahwa kiranya kita akan menjadi pelayan dan menjadi utusan dari damai sejahtera itu, kita bisa berbagi dengan saudara-saudara tak hanya orang Ambon tapi juga tersebar khususnya kita di Melbourne ini dengan komunitas berbeda, dengan latar belakang berbeda,” tutur Ina.

Sanggar Lestari mempersembahkan Tari Sawat dan Tari Lenso

Dukungan dari Konsul Jendral RI Spica A. Tutuhatunewa juga turut disampaikan. “Terimakasih untuk persaudaraan yang rukun di antara semua warga masyarakat Indonesia sepanjang Tahun ini. Di kata Maluku Basudara, dengan budaya pela gandong, kita gandeng basudara yang lain agar kita maju hidup rukun dengan semua orang,” tuturnya. Ia mengajak untuk saling menjadi berkat bagi sesama baik komunitas Indonesia hingga ke warga Australia, serta meningkatkannya hubungan dan kolaborasi antar komunitas Indonesia.

Berbagai lagu rohani contohnya Gita Sorga Bergema, Yesus Telah Lahir serta Dia Lahir untuk Kami pun bergema di aula Bhineka dalam gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Juga ditambah spesial dengan dinyanyikannya lagu Malam Kudus, atau dikenal juga Silent Night, dalam 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Ketua Maluku Basudara Ina Siwabessy

Acara Natal ini juga menghadirkan sebuah kolaborasi dengan Sanggar Lestari, komunitas tarian tradisional Indonesia. Mereka menampilkan dua tarian tradisional yaitu Tari Sawat dan Tari Lenso. Penggabungan tiga tarian ini menghadirkan rasa kebhinekaan, Tari Sawat merupakan tarian sebagai bentuk penyambutan dan Tari Lenso yang sering dilakukan di kampung Islam sebagai tarian pergaulan. 

Lagu Silent Night dinyanyikan dalam 3 bahasa: Indonesia, Inggris dan Arab

Ada juga peringatan kelahiran Tuhan Yesus dimana adegan diperagakan dengan sentuhan pakaian tradisional. Malam perayaan pun ditutup dengan meriah dengan foto bersama, santapan kuliner Indonesia serta tari bersama yang berjalan hingga larut malam.

Hadirin menyantap makanan khas Tanah Air usai ibadah
Pujian dan doa dipanjatkan dengan iringan lagu rohani

Apa Kata Mereka

Roy Moniaga, staf IT

Pendapat saya acara ini bagus karena bukan hanya dari kalangan Papua tapi juga dari beberapa suku lain dari Indonesia dan juga agama lain. Harapan saya untuk Indonesia di tahun 2020 nilai toleransi tinggi, nilai Pancasila bahwa Indonesia berasal dari beragam suku, budaya jadi saling tetap menghormati, menjaga kekerabatan.

Laura Reinwald, penari Sanggar Lestari

I’ve been to several of these events before, I know the Maluku Basudara community through Ibu Ningsih and her family and her dance group. It’s really nice to see so many people also nice to see so many young children. It’s kind of nice to see that the community is growing at the same time the young children can grow and continue the traditions of the group which is really lovely. I hope that they can continue collaborating with other Indonesian groups. I love to see like other different groups from the Indonesian communities in Melbourne like come together and collaborate. That would be really lovely. So hope that the Maluku Basudara can continue to collaborate and collaborate as well with their consulate general and have more events. Because everyone in the community have been lovely, it’s nice when there is an opportunity to come together.  If there’s more chance to collaborate with the community that would be awesome.

Zhou Ming, dosen di Victoria University

I know this event from Ina. What I like about these events is happiness, seeing people so happy. Over here you can see Muslims and Christians celebrating Christmas events very nicely. It’s very special for Ambonese. 20 years ago Muslims and Christians in Ambon were killing each other, but now they celebrating together, so wonderful. I think this reflects that Indonesians are very happy people.. And I think the Indonesian consulate opens their gate not only for this group but for many other groups, i find it amazing, the consulate I have to say has done a wonderful job.

Siti Sianturi, Childcare Educator

Bagus karena saya bisa melihat banyak dari berbagai suku dan kampung di Maluku dan juga bisa merayakan Natal. Harapan Indonesia di tahun 2020 bisa semakin maju, sesuai dengan kepengurusan yang bagus, semakin maju dan terkenal di dunia Internasional. Agar orang bisa melihat Indonesia sebagai suku yang wow dan banyak, potensi alamnya dan budayanya yang bisa dilihat.

Denis