Malam Perayaan dan Kehormatan ‘Indonesian Night’

Jam menunjukkan pukul enam lebih sedikit, satu jam sebelum eksibisi budaya dimulai. Panitia dengan atribut khas indonesia, kain batik yang terlilit dengan indah nan praktis di leher maupun di kepala sudah terlihat berlalu-lalang melayani para tamu undangan maupun penonton yang mengelilingi meja registrasi. Pada malam itu, acara Indonesian Night: Echo of the Archipelago akan segera dimulai.

Tanggal 30 September 2022, acara megah itu diselenggarakan di Sofitel Hotel Collins, Melbourne, tepatnya di Arthur Streeton Auditorium. Sebagai salah satu rangkaian besar Festival Indonesia yang telah hiatus selama satu dekade terakhir, Indonesian Night didatangi oleh ratusan tamu undangan dan diaspora Indonesia yang telah merindukan kehadirannya. Teman lama dan baru dari berbagai latar belakang dan umur yang memiliki satu kesamaan—apresiasi terhadap budaya Indonesia—terlihat bercanda gurau di bawah chandelier venue malam itu.

Sepasang garuda menyambut kedatangan para tamu

Tepat pada pukul 19.30 di tengah keredupan auditorium, suara gamelan Bali bergema dari tiap sudut mengiringi penampilan pembuka acara dari Kita Art Community (@balikitaartcommunity di Instagram), salah satu pejuang budaya yang berkutat di bidang seni tari khas Kepulauan Dewata. Sebagai pembuka, mereka mempersembahkan trademark budaya Bali, Tari Legong.

“Kita sebagai sebuah komunitas sudah pernah tampil di Canberra dua kali namun memang baru pertama kali untuk Melbourne, apalagi setelah tiga tahun pandemi banyak sekali yang harus disiapkan untuk upaya rebranding kembali budaya Indonesia,” sahut Ketut Widi Putra, Direktur Kita Art Community.

“Kami dari Bali senang sekali atas undangan dari Konsulat telah diberikan kesempatan malam ini untuk memperagakan bagaimana Budaya Tari Bali dapat memberikan sentuhan kesejukan,” ujar Kaori Winie, sang ketua sanggar. Selain Tari Legong, malam itu ia mengangkat kedamaian dan ketenangan dari diri sendiri lewat tarian dan budaya Dewi Sri dan Dewi Saraswati–dewi kemakmuran dan ilmu pengetahuan. “Tanpa pengetahuan dan attitude kita belum menjadi seorang manusia yang utuh dan ini, essence dari Dewi Sri dan Saraswati, yang tertuang dalam sebuah garapan melambangkan cikal bakal ekonomi Bali. Hubungan Tri Hita Karana–koordinasi dan hubungan baik antara manusia dengan alam dan sang pencipta,” jelas beliau mengenai filosofi seni tarinya.

Indonesian Night: Echo of the Archipelago mengajak para penonton berkeliling dan menjelajah budaya Indonesia melalui tour singkat ke lima destinasi pariwisata terbaru – Candi Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, Pantai Likupang di Sulawesi, Mandalika dan Labuan Bajo di Kepulauan Nusa Tenggara. Lima destinasi tersebut merupakan Destinasi Super Prioritas (DSP), julukan untuk tujuan wisata penting bagi turisme Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Perjalanan malam itu dimulai dari Kota Jakarta, dipandu oleh para penari dan penyanyi dari sanggar Nona Asri dengan membawakan berbagai nyanyian dan tarian tradisional seperti Lenggak Lenggok Jakarta dan Si Patokaan. Me Hoa, salah satu penampil sanggar Nona Asri, mengapresiasi kesempatan yang ia miliki untuk mempromosikan budaya Indonesia. “Turut berkontribusi dalam usaha pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat setelah tiga tahun pandemi ini ya, saya bisa turut merekatkan dan memperkenalkan budaya 34 Provinsi Indonesia”, ucapnya sebagai tanda terimakasih kepada Bapak Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne atas undangannya.

Penampilan dari Bali Kita Art Community

Naomi Lohanata, salah satu penonton acara malam itu, duduk di barisan paling depan bersama keponakannya, Aaliyah, dan bapak iparnya, Steven. “My niece here studies about Indonesia in grade seven to eight, the currency, the language, and I think this is a very good opportunity for her to know more about the country and the little things behind the culture” jelas Naomi. “The show was really beautiful,” kata Aaliyah, “the Bali dancers, they reminded me of the snakes that danced to the music,” tambahnya mengenai bagian paling berkesan dari seluruh rangkaian acara.

Everything was really beautiful. The music was beautiful, the dances and the costumes were really beautiful but if there’s one thing I can add perhaps the stories behind these traditional dances because, perhaps Naomi has said it, but as per what we know every performance has its own background story and knowing that will make the experience more wholesome,” tambah Steven yang mana setelah acara malam ini membuatnya makin tertarik untuk menghabiskan waktu liburannya di Indonesia, terutama ke Nusa Tenggara.

Acara malam itu ditutup dengan Tarian Maumere diiringi lagu Gemu Fa Mi Re dimana para tamu undangan dan penonton berkesempatan untuk menaiki panggung dan menari bersama sebelum penyerahan bunga tanda penghormatan dan terimakasih kepada para designers dan sanggar budaya yang telah meramaikan acara malam itu.

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

EXPRESSIONS OF THE SACRED in INDONESIAN ARTS

SENI IRIGASI SUBAK Museum of Indonesian Arts (MIA) adalah satu-satunya organisasi nirlaba di Australia yang berdedikasi untuk menjaga kelestarian seni dan budaya Indonesia. Kalau...

Membentuk Karakter Lewat Taekwondo

Saat Anda mendengar kata “taekwondo”, apa yang muncul di benak Anda? Olahraga bela diri keras yang menguras fisik serta sarat tendangan? Tim Buset juga...

Peraturan Untuk Aplikasi Kewarganegaraan Australia

Untuk Anda yang sudah menjadi Residen Permanen Australia, mungkin ada pertanyaan, bagaimanakah syaratnya untuk mendapatkan kewarganegaraan Australia.Artikel ini akan membahas persyaratan untuk mendapatkan kewarganegaraan...

Korban Office Politic | Banting Setir Karir / Bisnis

Korban Office PoliticTanyaSelamat pagi, Ko Suhana, maaf mau tanya, sebagai konsultan yang telah pengalaman puluhan tahun, mohon sarannya bagaimana cara kita menghadapi partner kerja yang suka...

Terkecoh Oleh Passion / Talent / Hobi

Di atas adalah cuplikan obrolan dengan seorang pengyou (sobat) dari beberapa puluh tahun dulu; seputar masalah passion dalam hidup. Kadang, passion diistilahkan juga sebagai...