Home BUSET NGELIPUT Malam Doa Demi Persatuan Indonesia

Malam Doa Demi Persatuan Indonesia

0
Malam Doa Demi Persatuan Indonesia

KJRI Melbourne menjadi tuan rumah diadakannya “Malam Doa Bagi Indonesia” yang diadakan oleh Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia (BKS) Victoria. Acara tersebut dihadiri berbagai komunitas gereja Indonesia serta warga yang beragama lain.

Sesi foto bersama Malam Doa BKS

Tema ‘Pemulihan dan Persatuan’ menjadi topik yang ditekankan dalam acara doa bersama yang berjalan dengan khidmat tersebut. Malam Doa ini diadakan sepekan setelah perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

Ketua BKS Harry Sibuea turut membanggakan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi simbol penting bagi identitas negara Indonesia. “Kita tahu bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk baik dari kebudayaannya, ada juga agamanya yang beraneka ragam. Kita bisa bersyukur Indonesia bisa bersatu,” ucapnya.

Selain mendoakan Indonesia, doa untuk Australia dan perdamaian dunia juga dipanjatkan

Dalam kesempatan yang sama, Harry juga menyatakan harapannya agar semangat persatuan dapat diteruskan. “Harapan saya kedepan biar kita bisa terus bersatu hingga ke generasi penerus kita. Makanya generasi kita sekarang perlu tanamkan sama anak kita, kita perlu ingatkan mereka bahwa kamu adalah Bangsa Indonesia dan saya percaya bahwa itu bisa terjadi, dimulai dari kita,” tutur Harry kepada para hadirin.

Acara diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para hadirin terlihat antusias menyanyikan beberapa lagu nasional lainnya, seperti Berkibarlah Benderaku, Indonesia Pusaka, Garuda Pancasila, Hari Merdeka, dan lain sebagainya. Keceriaan dan tepuk tangan meriah penonton juga meramaikan ruang Bhinneka KJRI Melbourne usai menikmati penampilan angklung oleh MAM KJRI Melbourne serta pembacaan puisi bertajuk “Ini Doa Dalam Seloka” oleh Konsul Zaenal Arifin.

Acara dihadiri tak hanya dari komunitas Kristiani, tapi juga mereka yang beragama lain

Turut menghadiri Malam Doa tersebut ialah Konsul Jendral Spica A. Tutuhatunewa. Dalam pidato sambutannya, beliau menghanturkan “terima kasih karena kehadiran bapak ibu menunjukkan bahwa kita punya satu niat yang baik, satu harapan doa, orang-orang yang berkumpul dengan tujuan yang sama Tuhan pasti mendengar,” ucapnya.

Beliau pula sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga persaudaraan di tengah pesta demokrasi sepanjang tahun 2019 ini. Konjen Spica lantas mengajak semua warga untuk terus mendoakan kerukunan di Indonesia dan berharap agar BKS menjadi garam dan terang dimanapun mereka berada.

“Dimanapun ada suasana yang tidak enak atau gelap, kita hadir. Bila orang ngomong jelek atau tersinggung, mari kita taburkan kasih. Mari doakan. Kalau orang bicara hal yang menyakitkan, semua yang gelap, semua yang tawar, mari kita jadi terang dan garam. Berkat Tuhan mengalir untuk kita semua. Kita ucap syukur buat Tuhan kita dapat hadir di sini,” ucapnya mantap.

Sambil menyanyikan lagu pujian, sekitar 11 pendeta dari gereja-gereja Indonesia di Victoria yang hadir pada malam itu memimpin doa untuk negara Indonesia. Pokok doa yang dibawakan dimulai dari institusi pemerintahan, legislatif, yudisial, penegakan hukum dan keamanan hingga kesejahteraan sosial, ekonomi dan nilai nilai bangsa. Tak lupa juga doa dipanjatkan untuk kesatuan dan kerja sama antara umat dari berbagai denominasi, dan agar generasi muda menjadi takut dan cinta akan Tuhan.

Para pendeta dari berbagai gereja memimpin doa

Selain mendoakan untuk negara Indonesia dan komunitasnya yang ada di Melbourne, seluruh hadirin juga mendoakan bangsa Australia dan hubungannya dengan Indonesia serta perdamaian dunia. Terakhir, doa dipanjatkan untuk kesatuan hati dalam tubuh organisasi dan pelancaran program untuk KJRI dan BKS.

Kepada Buset Magazine, Harry Sibuea menyatakan, “kami berharap kedepannya biar terus ya, mungkin nanti generasi bukan saya lagi, tapi generasi mudanya, Dan kita juga rindu, untuk kedepannya bukan hanya gereja-gereja tergabung dalam BKS tapi gereja-gereja Indonesia yang tidak tergabung dalam BKS juga bisa bersatu dan ikut acara ini. Kita tidak mau eksklusif, tapi kita ingin terbuka untuk siapa saja.”


Apa Kata Mereka

Kornelius Yap, Associate Pastor Melbourne Praise Centre

Aku melihat acara ini bagus buat kita hamba-hamba Tuhan saling komunikasi. Mungkin bisa ada kesempatan untuk kerjasama, paling tidak bisa saling kenal, Harapan untuk Indonesia agar Indonesia semakin maju, jadi negara yang lebih baik, tapi yang paling penting Indonesia jadi negara yang mengenal Tuhan Yesus.

Ardi Sastrohardoyo, Secretary Australia Church for Christ Indonesian Service

Saya rasa bagus juga untuk berdoa bersama-sama, sebagai tubuh Yesus Kristus, untuk Indonesia, sekalian merayakan HUT RI juga. Harapan ada juga, untuk Indonesia lebih sukses, lebih maju, persatuan dan kerukunan bagi bangsa Indonesia. Walaupun berbeda-beda tapi kita tetap satu bangsa, satu negara.

Buida Tanei, jemaat EnSample Church

Acara ini ada satu kerinduan ya sebagai warga Indonesia yang punya hardik, apa lagi dengan situasi politik di Indonesia, walaupun kita tidak bisa mendukung pemerintah secara fisik tapi secara spiritual kita bisa mendukung pemerintah Indonesia untuk yang terbaik. Karena buat aku, my grandchildren’s future, untuk generasi ke depan kalau ada kedamaian, ketenangan akan ada makmur dan sejahteraan buat bangsa kita. Saat ini Indonesia sangat peka ya dengan agama, tapi kita hanya bisa untuk saat ini berdoa buat bangsa kita supaya ada damai sejahtera.

Denis